Mencintai Mas Ganteng

Mencintai Mas Ganteng
Season 2 Kembali ke desa


__ADS_3

Leon melajukan mobilnya lambat. Ia memindai sekeliling jalan barangkali bisa menemukan Nuna.Leon merasa gusar. Perasaannya sangat khawatir kala mendengar bahwa Safira datang menemuinya.


"Please Nun jangan ngilang kaya gini," gumam Leon.


Setelah lumayan lama mencari di sepanjang jalan, Leon menepikan mobilnya di pinggir jalan.Ia mengambil ponsel yang ada di saku jasnya kemudian menghubungi teman Nuna satu per satu. Namun, hasilnya nihil.Mereka tidak mengetahui keberadaan Nuna sama sekali.


Lalu Leon berfikir untuk datang ke tempat dimana dulu Nuna pernah tinggal.Bukankah tempat itu belum dijual oleh tunangannya itu,pikirnya.


Leon pun melanjutkan pencariannya. Sayangnya saat ia sudah setengah jalan,ada panggilan masuk dari Raya masuk ke ponselnya.


"Pak anda dimana? Setengah jam lagi klien penting akan datang," kata Raya mengingatkan.


"Assial,"umpat Leon sambil memukul kendali setirnya.Akhirnya acara pencarian Nuna tertunda.Leon memilih putar balik untuk menemui klien pentingnya karena ini berkaitan dengan kelangsungan perusahaannya.

__ADS_1


Ia tidak bisa mengabaikan kesempatan besar yang masuk ke perusahaan miliknya karena banyak pegawai yang bergantung pada perusahaannya itu.


...***...


Sementara itu, Nuna kembali ke tempat yang pernah ia tinggali.Di sebuah desa terpencil yang jauh dari hiruk pikuk keramaian kota. Namun, begitu memanjakan mata.


Hamparan sawah nan hijau yang sangat luas serta banyaknya pepohonan menjadikan desa tersebut sangat menyenangkan untuk ditinggali.Meskipun tidak banyak fasilitas yang menunjang seperti di perkotaan.


"Nona anda kembali rupanya?" tanya salah seorang pegawai Nuna yang beekrja di green house miliknya.


Dulu sebelum Nuna datang ke sana, banyak warga desa yang tidak bekerja.Dengan dasar itulah Nuna memulai usaha dan mengembangkannya.Berharap warga desa tersebut memiliki penghasilan yang layak dengan membantu Nuna menjual bunga-bunga dan tanaman hias miliknya.


Bersyukur Nuna selalu kebanjiran orderan.Ia juga pernah mendapat tender besar dari sahabatnya Citra.Keuntungnanya lebih dari cukup untuk membayar para pegawai yang bekerja di green house miliknya.

__ADS_1


"Bagaimana tanaman-tanaman di sini? Apa penjualannya bagus akhir-akhir ini?" tanya Nuna pad seseorang yang ia percaya untuk mengelola green house miliknya.


"Akhir-akhir ini penjualan tidak begitu ramai tapi penurunannya tidak banyak,kita masih mendapat orderan yang lumayan," terang pak Imam.


"Tidak apa pak, bisnis selalu berputar ada kalanya kita di bawah, saya ingin kembali dulu ke rumah," kata Nuna.


Hari ini ia habiskan waktunya untuk membereskan rumahnya yang berderbu setelah ditinggal beberapa lama.Kemaren dia sampai di desa tersebut pada malam hari jadi ia tak sempat membersihkan rumahnya.Pagi ini setelah ia mengunjungi green house miliknya ia kembali ke rumahnya yang dulu lalu menyeka debu-debu yang menebal.


Nuna mengambil sapu dan kemoceng untuk membersihkan bagian-bagian rumah yang kotor.Ia mulai dari ruang tamu hingga ke dapur.Ukuran rumah yang tidak begitu luas membuatnya dengan cepat membereskan semuanya.


Setelah terlihat kinclong ia pun mendudukkan diri di kursi.Ia masih dalam keadaan memakai celemek di badan.Tak terasa matanya mulai berat.Nuna pun tertidur di atas sofa.


Tak lama kemudian seseorang masuk ke dalam rumahnya.Ia melihat Nuna tertidur di atas sofa dengan posisi menyenderkan kepalanya.Wajahnya yang masih kotor saat terkena debu tadi belum sempat gadis itu usap.

__ADS_1


Orang itu mendudukkan diri di samping Nuna kemudian mengusap wajah Nuna yang kotor dengan ibu jarinya.


__ADS_2