Mencintai Mas Ganteng

Mencintai Mas Ganteng
Season 2 Kedatangan Leon


__ADS_3

"Nuna," seseorang memanggil nama Nuna. Nuna berhenti mengerjakan pekerjaannya lalu menoleh ke sumber suara.


Deg


Betapa kagetnya dia bagaimana bisa laki-laki itu menemukam keberadaan dirinya. Padahal Nuna tinggal jauh dari tempat tinggalnya dulu.


Leon berjalan mendekat ke arah Nuna."Aku merindukanmu," Leon menggenggam tangan Nuna kemudian menciumnya.


Nuna masih terpaku di tempatnya. Ia bingung haruskah ia menghindar padahal ia merindukan laki-laki di hadapannya itu. Tidak, ini tidak benar, Leon sudah beristri, iya dia harus menjauhi laki-laki yang sudah memiliki pasangan.


Nuna pun menghempaskan tangan Leon dengan kasar. Leon kaget. "Sayang, aku kembali untukmu," Leon hendak menyentuh pipi Nuna tapi gadis itu mundur.


"Tolong jangan begini, aku tidak mau dicap sebagai pelakor," Nuna berusaha menahan diri.


"Tidak Nuna jangan menghindar dariku," mohon Leon dengan wajah memelas.


"Silahkan anda pulang jika tidak ada keperluan penting dengan saya tuan," usir Nuna dengan cara halus.


Leon mengepalkan tangan karena manahan marah.Tapi ia sudah menduga Nuna akan menolaknya. Laki-laki itu tidak akan menyerah semudah itu. Tentu saja ia akan kembali besok.

__ADS_1


"Tolong persiapkan dirimu,aku akan selalu menggangumu mulai hari ini," ucap Leon dengan senyum sinis.


Leon pun kembali ke mobilnya lalu pergi meninggalkan Nuna. Nuna yang sedari tadi menahan nafasnya saking tegangnya menghadapi Leon akhirnya bisa bernafas lega.


"Nona anda tidak apa-apa?" tanya salah seorang pegawai Nuna yang melihat majikannya terlihat lemas.


"Saya tidak apa," jawab Nuna dengan lirih.


"Diminum dulu non," Nuna mendapat segelas air putih dari pegawainya.Wanita itupun meminumnya sampai tandas.


"Saya akan pulang duluan, tolong atur yang lainnya," titah Nuna pada pegawainya.


Gadis itu mengambil tasnya kemudian mengayuh sepedanya menuju ke rumah. Jarak tempatnya bekerja dengan rumahnya tidak terlalu jauh sehingga ia menggunakan sepeda.


Safira juga mendapat foto-foto saat Leon sedang bersama Nuna siang ini. Safira tersulut emosi saat melihat foto Leon sedang mengecup tangan Nuna tanpa perlawanan. "Dasar wanita j*l*ng," umpat Safira.


Safira mendengar suara mobil Leon. Ia pun menyambut kedatangan suaminya.Dengan sigap Safira mengambil tas kerja Leon tapi laki-laki itu menepis tangan Safira.


"Leon tidak bisakah kamu bersikap baik pada istrimu ini?" bentak Safira yang kesal dengan sikap Leon.

__ADS_1


Leon menghentikan langkahnya lalu menoleh. "Maaf," ucapnya lirih tapi Safira mendengarnya.


Safira tersenyum saat mendengar kata maaf dari seorang Leon yang berhati dingin. Ia rasa Leon mungkin sudah berubah.


Sesampainya di kamar Leon membuang dasinya sembarangan. "Aaarrgh," teriak Leon kesal sambil memukul-mukul ranjangnya.


Ia sangat kecewa dengan sikap Nuna. Ia kira Nuna akan menerimanya kembali. Ternyata Leon salah. Nuna bukan gadis yang suka dengan laki-laki yang sudah beristri. Meskipun dulu Leon adalah laki-laki yang menempati seluruh ruang hatinya.


"Masih adakah tempat untukku di hatimu Nuna?" gumam Leon. Ia mengusap wajahnya frustasi.


...***...


Safira yang sedang senang pun mencoba memasak untuk Leon. Padahal sebelumnya ia tidak pernah menginjakkan kakinya di dapur.


Leon yang baru turun untuk makan malam melihat berbagai masakan tersaji di dalam meja makan. Ia pun mengerutkan dahi. "Apakah ada pesta malam ini?" tanya Leon.


"Aku sengaja menyiapkan banyak makanan untukmu sayang," kata Safira dengan wajah bahagia.


Apa yang terjadi setelah aleon mencicipi masakan Safira? Apakah Leon akan berpindah ke lain hati setelah Nuna menolaknya?

__ADS_1


Yuk dukung karya othor dengan kasih vote, gift sama likenya. Oh ya othor dibuatin grub sama admin noveltoon nih. Yuk gabung biar rame.



__ADS_2