
Sesampainya di RS Cempaka Biru Nuna,Safira dan Citra bergegas memasuki rumah sakit.
"Eh nyokapnya Raya di ruangan mana? Elo tanya receptionist aj Fir." Citra menunjuk ke arah yang di tuju.
"Kalian tunggu sini ya jangan kemana-mana." perintah Safira kepada kedua temannya tadi.
Sementara menunggu Safira yang sedang menanyakan ruangan ke receptionist, Nuna tidak sengaja melihat seorang gadis yang duduk sendiri di atas kursi roda. Kemudian Nuna sedikit mendekat, didapati pandangan kosong dari gadis itu.
Nuna yang penasaran dengan gadis yang duduk di kursi roda itu kepada salah seorang perawat yang lewat di depannya."emm maaf sus, gadis yang sedang duduk di atas kursi roda itu siapa?"
Kemudian suster mengamati gadis yang dimaksud oleh Nuna,"oh itu namanya Alisha...dia sudah beberapa lama di sini." terang suster itu kepada Nuna.
Nuna makin penasaran dengan gadis itu."Apa yang membuatnya dirawat di sini sus? Selidik Nuna
"Dia kecelakaan waktu itu, sebenarnya hanya luka ringan tapi dia seperti depresi.ada lagi yang akan kamu tanyakan? suster terlihat buru-buru.
"oh gk sus makasih." Nuna tersenyum
__ADS_1
"Nun ayo...bengong aj." Citra mengajak Nuna sambil merangkul tangannya.
Selesai menjenguk ibunya Raya mereka sepakat berpisah.
"Nun elo gak pulang bareng kita?" Safira menawarkan tumpangan.
"Emm gak deh habis ini aku mau ke florist ngecek pembukuan, soale udah lama gak aku cek." tolak Nuna dengan halus
Sebenarnya Nuna tidak segera pulang melainkan ingin menghampiri gadis yang usianya masih belasan tahun itu. Dia merasa iba setelah mendengar cerita dari suster tadi.
Langkah Nuna seketika berhenti ketika melihat Leon sedang mengelus rambut panjang gadis yang sedang duduk di kursi roda itu.
"Apa hubungan Leon dengan gadis itu?" gumam Nuna yang merasa penasaran dengan kedekatan mereka.
Tak berapa lama Nuna memutuskan untuk mengunjungi toko bunganya. Keluar dari parkiran rumah sakit, dia tidak juga mendapatkan taxi.
"Mana sih gak ada taxi yang lewat apa jam segini?" Nuna beberapa kali melihat jam tangan yang melingkar di lengannya. Dia menoleh kesana kemari tapi tidak ada sama sekali taxi yang lewat.
__ADS_1
Tiba-tiba hujan turun padahal waktu itu Nuna memutuskan berjalan agak menjauh dari halaman rumah sakit agar segera mendapatkan taxi.
Dan didapatinya seseorang tampan yang membawa payung untuk dirinya. Pria tampan itu tidak lain adalah Leon.
Deg
Nuna merasa jantungnya tidak sehat. Jantungnya berdetak kencang sekali ketika berada di dekat Leon. Entah apa yang dia rasakan tetapi rasanya seperti berbunga-bunga. Apalagi Nuna menyukai Leon tanpa lelaki itu sadari.
Kini antara Leon dan Nuna saling adu pandang.Pipi Nuna merah ada perasaan hangat yang menyelimuti tubuhnya.
Sedangkan Leon hanya diam saja sejak tadi.Sesekali hanya melempar senyum tipis.Nuna pun merasa canggung berada di dekat Leon. Bagaimana bisa dia berdiri tenang kalo hanya gugup yang dia rasakan.
Suasana sore itu begitu romantis.Terlihat ada serang pria tampan yang satu payung dengan wanita cantik tentu saja membuat iri orang yang melihatnya.
"Wah mereka serasi sekali..."
"Ough...sweet banget."
__ADS_1
"Ck anak muda zaman sekarang suka mengumbar kemesraan."
Nuna akhirnya buka suara."Kamu..." Nuna dan Leon berkata secara bersamaan.