
Hai readears... othor balik lg nih
oy sekedar mengingatkan ya readears ceritaku ini sama sekali gak jiplak serial nevertheless beda ya cuma othor kasih visualisasi di serial nevertheles.
****
Mereka akhirnya buka suara."Kamu..." Nuna dan Leon berkata secara bersamaan.Masih terlihat canggung di antara keduanya.
Hujan mulai reda dan ada taxi yang menghentikan lajunya di depan Nuna kemudian Nuna berpamitan pada Leon
"Aku duluan, makasih." tanpa berkata panjang Nuna memasuki taxi yang ada di depannya.Leon hanya membalasnya dengan mengangguk dan melepaskan senyum tipis.
***
Hari ini Nuna sibuk di florist peninggalan ibunya itu sampai malam karena banyak pembukuan yang belum dia cek. Pegawainya sudah pulang dari tadi.Kini hanya tinggal dia seorang yang menutup toko bunganya itu.
Nuna memesan ojek online lewat aplikasi.Ditunggu beberapa lama tapi tidak kunjung datang. Malahan ada sekelompok orang yang berusaha menjahilinya.
"Hai cantik sendirian aja..." tangannya itu tidak berhenti mencolek Nuna.Nuna merasa risih dan berusaha menghindar tapi dia kalah jumlah. Ditengoknya kanan kiri tidak ada seorang pun yang lewat. Karena merasa terancam Nuna pun akhirnya berteriak "tolong...tolong ..."
Tanpa Nuna sadari orang-orang itu adalah orang suruhan Jonas yang dibayar agar berpura-pura mengganggu Nuna. Sedari tadi Jonas bersembunyi di balik mobil yang di letakkan tak jauh dari toko bunga milik Nuna.
Namun saat Jonas hendak melangkah untuk pura-pura menolong Nuna, tiba-tiba Leon datang memukul dari belakang salah satu kawanan penjahat itu.
__ADS_1
Bugh bugh bugh
Satu orang yang dipukul Leon langsung jatuh tersungkur ke tanah. Kemudian dua teman penjahat itu berusaha menyerang Leon. Mereka pun kena pukul Leon.Leon mengajar ketiga penjahat itu tanpa ampun.
Dengan mata membola Nuna tercengang. Dirinya hanya bisa berdiri melihat mereka berantem.Tidak ada yang bisa dia lakukan.Nuna tidak percaya Leon selalu saja datang di saat yang tepat.Kali ini Leon jadi penyelamat hidup Nuna.
Akhirnya kawanan penjahat bayaran Jonas itu mundur karen kalah dari Leon. Jonas yang melihat itu mengepalkan jari tangannya. "Argh...sial, ini tidak seperti rencanaku."Dia pun berlalu begitu saja.
Sementara itu Nuna menghampiri Leon.Dilihat ujung bibir Leon sedikit berdarah. Tanpa sengaja tangan Nuna mengusap ujung bibir Leon untuk menghapus darah yang keluar.
Tangan Leon menangkap tangan Nuna tanpa berkata-kata Leon pun menarik tangan Nuna dan seger membawa masuk Nuna ke dalam mobil Merci nya itu.
Leon segera menyalakan mesin untuk mengantar Nuna pulang. Di sepanjang perjalanan mereka tidak saling ngobrol. Nuna merasa canggung dengan Leon. Jantungnya berdetak kencang dan merasa tidak percaya saat ini dia duduk di dalam mobil bersama Leon.
Leon hanya melempar senyum. Leon memang bukan tipe orang yang banyak bicara. Meskipun begitu dia disukai banyak wanita tentu saja karena mereka mengagumi wajah tampan Leon yang seperti oppa oppa Korea.
Hati nuna meleleh melihat senyum Leon yng begitu manis. Sampai-sampai dia tidak bisa berkata-kata. Saat ini yang dia rasakan hanya bahagia karena lelaki yang dia taksir selalu ada saat dia butuhkan.
Sebenarnya di dalam benak Nuna ada rasa penasaran untuk menanyakan perihal hubungan Leon dengan gadis yang dijumpainya di rumah sakit kemaren. Tapi belum sempat menanyakan mobil Leon sudah berhenti di depan rumah Nuna.
Leon membukakan pintu untuk Nuna "Sudah sampai ayo turun" sambil mengulurkan tangan.
Nuna tidak percaya Leon sangat baik kepadanya. Mereka pun berpisah.
__ADS_1
Nuna merasa sangat capek hari itu. Dia langsung merebahkan tubuhnya ke ranjang tidur miliknya. Di ingat-ingatnya kembali kejadian hari ini.
Drrrt...drrrt....
Hp Nuna berbunyi menerima pesan dari nomor yang tidak dikenal. "Selamat tidur mimpi indah ya" begitulah pesan yang terkirim ke hp Nuna.
Nuna tidak mengetahui nomor itu milik siapa. Maka tidak dihiraukannya pesan tersebut.
Leon yang habis menghajar penjahat yang telah mengganggu Nuna.
Leon Dilaraga
Hanuna Prisill
Jonas Andrianto
__ADS_1