Mencintai Mas Ganteng

Mencintai Mas Ganteng
Episode 32 Wanita Semalam


__ADS_3

Setelah melihat kemesraan Leon dengan wanita lain di restoran tempat mereka janjian, Nuna pulang dengan menangis.


Bruak


Dia menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur.Suara tangisannya memenuhi ruangan kamar.


Drrtt drrtt


Hp nya terus saja berbunyi. Nuna pun melihat panggilan dari kekasihnya. Tapi Nuna enggan mengangkat telepon. Nuna masih merasa kesal. dengan sikap Leon.


Hampir semalaman Nuna menangis, ruang kamarnya begitu berantakan akibat tisu yang dibuangnya asal-asalan. Hati Nuna merasa perih. Dia terus meremas-remas selimut di atas tempat tidurnya. Sampai akhirnya Nuna kecapekan dan tertidur lelap.


Pagi itu bangun tidur Nuna langsung berkaca. Dia melihat matanya yang sembab karena menangis semalaman. Untunglah hari ini tidak ada kuliah karena tidak mungkin dia keluar dengan kondisi matanya yang sembab.


Hari ini Nuna seperti tidak bersemangat. Waktu sudah menunjukkan pukul 10.00 pagi tapi sampai saat ini dia masih enggan mengguyur tubuhnya. Namun tiba-tiba saja dia mendapatkan ide untuk bertanya pada Alisha."Mungkin Alisha kenal dengan wanita semalam," pikir Nuna.


...***...


"Alisha" teriak wanita cantik yang tidak dikenali Nuna memanggil Alisha.Alisha memeluk wanita cantik itu seolah-olah mereka sudah tidak lama bertemu. Mereka begitu akrab.


Kaki Nuna seolah terhenti melihat pemandangan tersebut. Padahal siang itu dia bermaksud menjemput Alisha adik Leon.


"Wanita itu lagi," Nuna berkata lirih.Nuna pun membalikkan badan. Nuna berjalan di sepanjang trotoar. Dia belum ingin pulang.


Drrtt drrt


Hp Nuna berbunyi. Kemudian gadis itu melihat pesan yang dikirim oleh Leon,"Sayang kamu ke mana? Aku khawatir."


Nuna hanya membaca pesan itu. Dia kemudian memasukkan hpnya ke dalam tas. Lalu Nuna memutuskan untuk ke toko bunga miliknya.


...***...

__ADS_1


"Mbak saya pesan buket bunga ya," suara itu begitu merdu.


"Iya," Nuna menoleh ke belakang.


"Wanita ini yang semalam bersama Leon dan yang tadi menjemput Alisha.Tapi ke mana Alisha kenapa dia sendirian?" Nuna bertanya-tanya dalam hatinya.


"Tolong antar ke alamat ini ya," wanita itu memberikan sebuah kertas yang bertuliskan alamat.


Nuna mengambil kertas itu. "Ini kan alamat rumah Leon," gumam Nuna pelan. Mulutnya menganga setelah melihat kenyataan kalo wanita itu akan memberikan bunga kepada kekasihnya. Nuna tidak habis pikir sebenarnya apa hubungan mereka. Kenapa hatinya merasa cemburu.


Waktu itu Nuna putuskan untuk mengantar sendiri buket bunga pesanan wanita cantik itu. Dia penasaran sebenarnya apa hubungan mereka. Dengan berat hati Nuna melangkah ke halaman rumah Leon.


"Pak saya mau nganter buket bunga ini?" kata Nuna kepada satpam rumah Leon.


"Eh mbak temennya tuan muda ya, kayanya saya pernah lihat?" tanya satpam itu.


"Emm iya pak, saya cuma mau nganter bunga ini." Nuna menyodorkan buket bunga ke satpam.


Tiba-tiba Leon keluar rumah dengan memakai setelan pendek dan kaos oblong serta memakai sandal jepit tapi tetap tidak mengurangi ketampanannya. "Nuna," teriak Leon.


"Aku...aku..." Nuna terbata-bata.


"Siapa,kamu kenal?" kata seorang wanita muda yang mengikuti Leon dari belakang.


"Eh itu buket pesanan aku kan?" wanita itu menunjuk ke arah buket kemudian satpam memberikan bunganya.


"Oh ini pesanan nona Zoya?" kata satpam itu.


"Zoya??" Nuna bertanya-tanya dalam hati.


Nuna masih terdiam dia berusaha melepaskan tangan Leon tapi tangan kekasihnya itu terlalu kuat mencengkram. "Lepasin Leon," pinta Nuna.

__ADS_1


"Enggak aku gak akan ngelepasin kamu?" kata Leon.


"Sebenarnya ada apa ini?" tanya Zoya yang tidak mengerti apa sebenarnya yang sedang terjadi pada Nuna dan Leon.


"Sayang kita bicara dulu sebentar kasih aku waktu buat ngejelasin semuanya." Leon memohon kepada Nuna.


Nuna berusaha menenangkan diri. "Oke," jawab singkat Nuna.


"Ini Zoya, Zoya ini Nuna kekasihku." kata Leon.


"Oh ini wanita yang kamu ceritain sama aku kak?" celetus Zoya.


"Kakak??" Nuna mengarahkan pertanyaan singkatnya kepada Leon.


"Iya sayang ini Zoya dia juga adikku. Zoya baru saja pulang dari Paris." terang Leon.


Nuna bernafas lega mendengar penjelasan Leon. "Maafin aku ya Leon, aku sudah salah paham dengan hubungan kalian." Nuna meminta maaf dengan tulus. Tangannya menggenggam tangan Leon. Keduanya saling menatap satu sama lain.


"Iya sayang aku tahu kamu cemburu. Tapi gak papa tandanya kamu sayang sama aku," Leon mencolek sedikit hidung Nuna.


"Ajak masuk yuk bang," kata Zoya.


Tanpa berkata-kata Leon pun menggandeng tangan Nuna dan mengajaknya masuk ke dalam.



Zoya



Leon

__ADS_1



Nuna


__ADS_2