
Keesokan paginya Nuna, Safira, Citra dan Raya berangkat kuliah bareng pake mobil Safira.
Sesampainya di parkiran Jonas yang sedari tadi menunggu kedatangan Nuna segera menghampiri.
"Pagi Nun..." sapa Jonas
"Nuna doang nih yang disapa gue kita enggak," ejek Citra.
Nuna yang baru saja turun dari mobil temannya melempar senyum tipis.
"Gue pinjem temen kalian ya" tangan Jonas menarik tangan Nuna menjauhkan Nuna dari teman-temannya.
"Sinting tu orang main tarik-tarik aj, mau dibawa kemana tuh Nuna?" geram Citra melihat perlakuan Jonas.
Jonas membawa Nuna ke sebuah tempat yang agak sepi dari orang-orang. "Ada apaan sih Jon?" Nuna berusaha melepaskan tangannya.
Jonas membalikkan badan kemudian memegang kedua tangan Nuna "Nun sudah lama aku menunggu saat-saat seperti ini. Nuna apa elo tahu gue punya perasaan ke elo? Elo mau jadi pacar gue?"
Bak dsambar petir di siang bolong Nuna tidak menyangka Jonas akan senekat ini. Nuna hanya terdiam berharap ada yang bisa menolongnya dari situasi yang di alami saat ini.
Dengan terbata-bata Nuna menjawab," gue...gue...maaf Jon gue gak bisa"
Nuna tahu jawaban yang diberikan akan menyakiti perasaan Jonas tapi bagaimana pun cinta tidak bisa dipaksakan. Nuna sudah menaruh hati pada pria lain.
"Tega lo nolak gue ya Nun, gue gak terima." Jonas memdekati Nuna seakan ingin berbuat jahat kepadanya.
__ADS_1
Leon tiba-tiba mendorong tubuh Jonas,"Berhenti mengganggunya" teriak Leon. Ada perasaan marah dalam dirinya. Nuna tercengang. Jonas berusaha memukul nya tapi pukulan Jonas bisa dtangkis oleh Leon dengan satu tangan. Kemudian Leon membalasnya dengan memukul perut Jonas.
Bugh bugh
Jonas tersungkur ke tanah."Jangan dekati Nuna lagi mulai sekarang dia milik gue." ancam Leon kepada Jonas dengan perasaan marah.
Leon dan Nuna pergi meninggalkan Jonas yang masih belum bangun.
Leon mengajak Nuna duduk di tangga, kemudian memberinya minum, "Elo gak papa?" tanya Leon dengan lembut.
"Iya aku gak papa, maksih udah nolongin aku." Mata Nuna berkaca-kaca.
Leon tidak tega melihat Nuna yang sedang bersedih kemudian Leon menarik tubuh Nuna ke dalam pelukannya. "Aku akan selalu menjagamu"
Deg
"Eh main peluk-pelukan di tempat umum," Raya menjauhkan badan Nuna dari tubuh Leon.
Leon tersenyum tipis kemudian meninggalkan Nuna bersama teman-temannya.
"Lo gak papa Nun, kenapa lo sial sekali sih ada aja yang bikin elo sengsara," geram Citra melihat sahabatnya itu selalu dalam masalah.
"Iya... tapi abang Leon selalu datang ya kan Nun, kaya pangeran yang lagi nyelametin putri yang dia cintai gitoh, ough...sweet banget ya dears." Safira menyenggol bahu Nuna.Pipi Nuna memerah.
"elo pikir ini dongeng, sarap lu Fir," ejek Citra
__ADS_1
"Udah-udah kita balik aja yuk, habis ini gue mau nganterin sepupu gue jenguk temennya Alisha," ajak Raya
"Alisha" lirih Nuna. "Apa yang dimaksud Alisha itu adik Leon?" Batin Nuna.
***
"Ray..."Nuna berjalan mendekati Raya. "Yang lain pada kemana?" Nuna menanyakan Citra dan Safira yang belum kelihatan hari ini.
Raya mengkat bahunya.
"Eh kemaren elo jadi nganter sepupu lo jenguk temennya di rumah sakit?" tanya Nuna penuh penasaran.
"Jadi, eh elo tahu gak temen sepupu gue itu gak sakit apa-apa lho, tapi dia cuma depresi." Raya memberi tahu.
"Emangnya kenapa ko bisa sampe depresi?"
"Kata sepupu gue si gara-gara dia habis nabrak orang sampai meninggal, jadi waktu itu dia habis pulang dari rumah temennya sampe malem, nah ngantuk deh, trus kejadian," tambah Raya.
Nuna tidak mengetahui kalo korban yang dimaksud adalah orang tuanya."ow gitu?"
***
Ini posisi Leon yang habis nolong Nuna
__ADS_1
semoga readears makin suka ya sam jalan ceritanya...