Mencintai Mas Ganteng

Mencintai Mas Ganteng
MA Season 3


__ADS_3

Leon menepikan mobilnya saat melihat minimarket. Ia ingin membeli kopi kemasan kaleng agar dirinya tidak mengantuk saat bekerja.


Namun, saat ia memindai lokasi di sekitarnya, dia tak sengaja melihat adiknya berpegangan tangan dengan pemuda yang ia kenal.


Leon mengepalkan tangan orang yang mengeras karena menahan amarah. "Berani-beraninya dia mendekati Zoya," sungut Leon.


Leon menyeberang jalan lalu memasuki kafe di mana adiknya sedang duduk berhadapan dengan Raymond.


"Ayo pulang!" Leon menarik narik tangan Zoya dengan paksa.


Zoya berusaha tangan Kakak yang tapi tenaganya tidak cukup kuat untuk melawan. Raymond memegang tangan Leon. "Jangan kasar pada perempuan," ucapnya dengan tatapan sinis.


Leon memberikan tatapan tajam kepada Raymond. Zoya mengerti akan situasinya. Ia memilih mengalah agar tidak terjadi perkelahian di antara kedua laki-laki yang ia sayangi.


"Baiklah, ayo kita pulang saja bang," kata Zoya. Gadis itu menatap kekasihnya dengan tatapan sendu. Raymond tidak bisa berbuat apa-apa. Lalu dia meninju udara saking kesalnya.


"Aarg kenapa bisa jadi begini?" Ucap Raymond yang frustasi. Ia menjambak rambutnya sendiri.


Leon memaksa Zoya masuk ke dalam mobil. "Bang aku bisa jelasin," katanya memohon ampun.


"Jelaskan saja di rumah," kata Leon dengan ekspresi wajah datar.


Setelah itu Leon melajukan mobilnya dengan kencang. Sesampainya di rumah, Leon mengintrogasi adiknya. "Sejak kapan kamu berhubungan dengan pemuda itu?" selidik Leon dengan memberikan tatapan tajam pada adiknya.

__ADS_1


Zoya jadi bergidik ngeri melihat kemarahan kakaknya. "Kami saling mengenal sejak aku tinggal di Paris, dia tinggal di sebelah rumah ku, dia juga sering membantuku, Bang," jawab Zoya dengan jujur.


"Apa kamu tahu siapa dia?" tanya Leon pada adiknya. Zoya mengerutkan keningnya. "Apa maksudnya Abang?" tanya Zoya yang tidak mengerti.


"Pemuda itu pernah menyukai calon kakak iparmu," ungkap Leon. Mulut Zoya menganga mendengar penuturan kakaknya. "Tidak mungkin Abang jangan bohong," tuduh Zoya.


Air mata yang ia tahan sedari tadi akhirnya tumpah. "Aku tidak berbohong," kata Leon dengan lembut seraya memegang kedua bahu Zoya yang bergetar.


"Kenapa dia tidak pernah cerita selama ini padaku?" tanya Zoya pada dirinya sendiri di sela-sela tangisannya.


"Berhenti menangis! Lupakan saja pemuda itu. Kamu bisa mendapatkan laki-laki yang lebih baik dari dia," Leon menasehati adiknya.


Zoya tidak mendengarkan nasehat Leon. Ia berlari ke dalam kamarnya. Zoya menjatuhkan tubuhnya ke atas kasur. Ia menangis sejadi-jadinya. Leon sebenarnya tidak tega mengatakan kebenaran itu. Tapi ia tidak mau Zoya berhubungan dengan Raymond.


Tak lama kemudian Nuna dan Ariana tiba di rumah. Nuna terkejut ketika melihat Leon ada di rumah. "Sayang apa yang kamu lakukan di rumah?" Tanya Nuna yang bingung.


"Aku mau mengantar Zoya pulang. Maaf tadi aku tidak sempat menjemput kalian," ucapnya pada Nuna dan ibunya.


"Tidak apa-apa, la lu di mana Zoya?" tanya Ariana yang tidak melihat putrinya itu.


"Dia ada di kamar mungkin dia kelelahan setelah pulang kuliah," jawab Leon. Dia tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya pada Nuna maupun ibunya tentang apa yang terjadi hari ini.


"Oh iya sayang, apa kau mau aku antarkan pulang?" tanya Leon pada calon istrinya. Nuna mengangguk.

__ADS_1


"Aku pulang dulu ya," pamit Nuna pada calon mertuanya. Tak lupa wanita itu mencium tangan Ariana. "Hati-hati di jalan," pesannya pada saang calon menantu.


Setelah Nuna dan Leon pergi ke Ariana mengetuk pintu kamar Zoya. Zoya menghapus air matanya. Gadis itu juga mengoleskan bedak di wajahnya tipis-tipis agar ibunya tidak curiga.


"Ada apa Ma?" Setelah membukakan pintu kamarnya untuk Ariana.


"Apa kau sudah makan? Ayo kita turun!" ajaknya.


"Aku akan turun setelah bersih-bersih," jawab putrinya.


Selang beberapa menit Alisha tiba di rumah. "Alisha masuk rumah kenapa tidak kasih salam?" tegur sang ibu.


"Maaf mam aku lupa," jawabnya beralasan.


"Cepat mandi lalu makanan kalau kamu belum makan di kampus."


"Aku minta makananku dibawa ke atas saja Ma, karena hari ini aku akan menyelesaikan banyak tugas kuliah," kata Alisha sambil menaiki tangga.


Ketika Alisha akan memasuki kamar, dia berpapasan dengan kakak perempuannya. "Kamu baru sampai dek?" Alisha mengangguk.


"Ya sudah cepat mandi! Kakak tunggu di bawah ya," kata Zoya.


"Tunggu! Kenapa mata kak Zoya seperti habis menangis?" Batin Alisha kala menoleh sekilas ke arah Zoya.

__ADS_1


__ADS_2