Mencintai Mas Ganteng

Mencintai Mas Ganteng
MA Season 3


__ADS_3

Pagi ini tidak ada acara sarapan bersama seperti biasanya. Sepeninggal Ariana tidak ada lagi kehangatan di rumah itu. Setiap pagi Zoya bertugas menyiapkan sarapan tapi Leon dan Alisa tidak pernah menyentuhnya. Pagi-pagi sekali Leon sudah berangkat ke kantor dan ia akan pulang pada larut malam. sekarang tidak pernah banyak bicara dengan dia masih muda kegiatannya di luar.


Zoya sangat sedih memikirkan nasib keluarga nya. Ia pun bercerita pada Nuna, celon kakak iparnya itu.


"Sudah tidak ada lagi yang perlu aku jaga kak, seharusnya aku tidak lagi tinggal di sini," ungkap Zoya.


"Sabar sayang, ini hanya masalah waktu, kita bisa menyatukan keluarga kalian lagi seperti dulu, mungkin Leon dan Alisha masih sedih dengan kepergian ibu kalian." Nuna menasehati calon adik iparnya itu.


"Sebenarnya aku merindukan papa saat ini, entah bagaimana kabarnya sekarang, aku berharap dia kembali, karena bagaimanapun dia adalah orang tua kami," kata Zoya.


"Apa kamu sama sekali tidak lernah mendengar kabar darinya?" Tanya Nuna. Zoya menggeleng.


"Orang yang aku mintai tolong waktu itu adalah Raymond. Aku berharap dia bisa memberiku kabar karena dia tinggal di Paris, eh nggak tahunya dia nyusul aku sampai di sini."

__ADS_1


"Kita berdia saja semoga papamu baik-bqik saja di sana," kata Nuna sambil mengelus punggung Zoya.


...***...


"Eh kamu bengong saja, sekarang angkat tumpukan karung itu," kata salah seorang pedagang di pasar.


Nando menghela nafas. Sungguh ini perkerjaan yang sangat berat tapi apalah daya dia tidak mungkin melamar di perusahaan karena masalah umur. Tidak ada yang mau menerima laki-laki tua sepertinya. Terlebih namanya sudah pasti akan diblokir karena dia termasuk pengusaha yang gagal.


Mau tak mau Nando melakukan pekerjaan kasar seperti saat ini. Pekerjaan yang hanya mengandalkan tenaga tanpa harus menggunakan pikiran sedikitpun.


Polisi Perancis kerap menangkapnya dan mengirim Nando ke dinas sosial. Setelah bebas Nando kembali ke rumahnya karena ia tahu rumahnya tak ada yang menempati. Akan tetapi hidup sendiri membuatnya kesepian.


Lalu ia putuskan untuk menyusul Zoya ke Indonesia dengan segala keterbatasan biaya yang ia miliki. Sesampainya di Indonesia dia mencari tempat tinggal yang murah untuk di sewa selama beberapa bulan ke depan.

__ADS_1


Semakin hari uang Nando semakin habis. Untuk bertahan hidup, ia memutuskan untuk mencari pekerjaan. Saat itu ia hanya berjalan tak tentu arah untuk memcari pekerjaan tersebut. Sampai seseorang menawarinya pekerjaan saat dia sedang berada di pasar.


Tak pikir panjang Nando pun menyetujui penawaran orang asing tersebut. Meski di awal bekerja dia ingin menyerah tapi setelah di pikir-pikir hanya dengan cara itulah Nando mendapatkan uang untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari.Maka ia tekadkan untuk tetap bekerja.


Suatu hari saat ia sedang tidak bekerja, Nando diam-diam mengawasi rumah Leon. Dia mendengar kalau mantan istrinya itu sedang sakit. Namun, tak lama setelah Ariana dilarikan ke rumah sakit Nando tak sengaja melihat Zoya dan Alisha menangis di depan ruang ICU. Ia menduga kalau istrinya meninggal.


Laki-laki itu pun mengikuti pemakaman mantan istrinya itu dari kejauhan. "Aku harap kamu tenang di sana, maaf aku sudah banyak mengecewakanmu Ariana," gumam Nando di sela-sela tangisannya.


Saat itu Leon sedikit curiga maka Nando memutuskan untuk menjauh dari pemakaman. Kemudian ia melihat Raymond yang berseragam rumah sakit. Nando oun menarim tangan Raymond saat pemuda itu akan memasuki mobil ambulans yang ia kendarai.


"Pak anda baik-baik saja? Kenapa anda bisa sampai kemari?" cecar Raymond pada seseorang yang ia kenal.


"Aku diam-diam menyusul Zoya ke sini, maafkan aku tidak memberi tahu kalian, aku hanya tidak mau merepotkan dia lagi, tolong rahasiakan pertemuan kita sampai dia sendiri yang menemukan aku," pintanya. Raymond mengangguk paham.

__ADS_1


Setelah pertemuan itu Raymond dan Nando tidak pernah berhubungan lagi. Selain karena tidak bertukar nomor telepon, Nando juga tidak menyebutkan dimana ia tinggal.


Pada sore harinya Nando kembali ke tempat kosnya yang sedikit sempit karena harganya yang murah. Jauh dari kata mewah seperti rumahnya di Paris yang ia tinggalkan.


__ADS_2