
"Papa,"teriak Safira sambil menarik kopernya.
"Apa mereka mengusirmu?" tanya Amir. Safira mengangguk. Amir tak bisa berbuat apa-apa untuk putrinya. Sebelumnya Leon sudah memperingatkan Amir tentang kelakuan putrinya yang berselingkuh.
Amir juga menyadari dari awal ia terlalu memaksakan pernikahan putrinya. Akhirnya kini ia merasakan sendiri kehancuran rumah tangga putrinya.
"Dari awal niat kita memang sudah salah,papa juga tidak bisa menyalahkan mereka,kamu juga ikut andil dalam kehancuran rumah tanggamu sendiri, jadi anggaplah ini sebagai sebuah pelajaran atas apa yang telah kita perbuat," kata Amir dengan bijak.
Safira tak menyangka papanya sudah berubah. Ia mengira Sang Ayah akan melindungi dirinya dan mendukung untuk bersatu lagi dengan Leon. Namun, kenyataannya lain Amir malah menerima semua yang terjadi pada putrinya tanpa menyalahkan siapapun.
"Pa,apa papa tidak akan membantuku untuk bersatu kembali dengan Leon,aku sangat mencintainya," mohon Safira dengan muka memelas.
"Percuma nak, dia sudah beberapa kali mengajukan gugatan cerai padamu tapi kau tetap menolak. Dia juga sudah menyimpan bukti perselingkuhanmu dengan laki-laki itu, pengadilan akan mengabulkan dengan mudah permohonan cerainya," ungkap Amir.
Amir menatap Safira seraya memegang kedua bahunya. "Ikhlaskan Leon, sekarang kamu harus fokus pada kandunganmu, jangan sampai berakibat buruk pada bayi yang ada di dalam perutmu itu,aku sangat menginginkan cucuku meskipun bukan darah daging Leon," Safira terharu dengan kata-kata yang keluar dari mulut ayahnya.
Wanita itu lalu berhambur ke pelukan sang ayah.Sejak ibunya meninggal, Amirlah yang mencukupi kebutuhannya dan memberikan kasih sayang layaknya seorang ibu.
"Tenanglah papa akan selalu menjagamu dan juga bayi yang kau kandung itu," ucapnya seraya mengelus rambut putrinya.
...***...
D kediaman Leon
"Maafkan mama karena telah percaya pada wanita licik seperti Safira, segera urus perceraianmu dengannya setelah dia melahirkan, sementara ini biarkan dia tinggal di rumah ayahnya," ucap Ariana penuh penyesalan.
"Leon juga banyak salah sama mama karena Leon juga tidak bisa mempertahankan pernikahan sesuai keinginan mama."
"Tidak Leon ini berawal dari kesalahan mama yang menjodohkanmu dengan orang yang salah, mama kira wanita pilihan mama adalah yang terbaik untukmu, mama cuma khawatir kalian mendapatkan nasib yang sama swperti mama."
"Semua orang memiliki takdir yang berbeda-beda ma, mungkin perceraian mama dan papa adalah keputusan terbaik yang kalian ambil, tapi aku harap mama tidak mengulangi kesalahan mama pada Zoya dan Alisha. Biarkan mereka memilih jodohnya sendiri kelak."
"Tentu nak, mama jadikan ini sebagai pelajaran yang berharga untuk mam, maafkan mama karena menghancurkan kehidupanmu," air mata yang sedari tadi wanita itu tahan akhirnya pecah.
__ADS_1
"Syukurlah mama bisa berubah, aku yakin ma jodoh yang telah kita pilih tidak akan salah. "Leon memeluk ibunya yang sedang menangis.
"Ajaklah Nuna datang kemari, aku ingin meminta maaf padanya secara langsung," ungkap Sang Ibu. Leon mengangguk patuh.
...***...
Setelah itu Leon menghampiri Nuna ke tokonya. "Ada apa Leon?" tanya Nuna pada tunangannya itu.
"Mama mengajakmu makan malam di rumah," seru Leon.
"Benarkah, dalam rangka apa?" tanya Nuna yang merasa antusias.
"Nanti kau akan tahu, kujemput nanti malam jam tujuh,"kata Leon sebelum pergi.
Nuna pun hari ini pulang cepat untuk mempersiapkan diri. Ia tiba di rumah sebelum petang.
Nuna membuka lemarinya. Ia mengeluarkan beberapa stel pakaian yang akan dikenakannya nanti malam. Satu per satu ia coba tapi ia masih bingung dengan pilihannya. Akhirnya ia memilih untuk memakai dress warna putih selutut dengan potongan A-line dan lengan sepanjang siku.
Tak lupa ia mengoleskan bedak dan lipstrik warna peach agar tampilan wajahnya terlihat flawless. "Perfect," ucapnya saat selesai berdandan.
Suara klakson mobil terdengar dari luar rumahnya. Nuna menyambar tas lalu keluar dari kamarnya.
Namun ada yang aneh saat ini belum menunjukkan pukul tujuh Leon sudah datang. Untunglah ia sudah siap, pikirnya. Lalu Nuna pun melihat siapa yang datang.
"Raymond," Nuna terkejut dengan kedatangan sepupu Citra itu.
"Kakak cantik sekali malam ini," puji Raymond membuat Nuna tersipu.
"Iya, aku ada acara makan malam."
"Dengan Leon ya?" Raymond lebih dulu menyela. Nuna hanya menjawabnya dengan mengangguk.
"Aku kesini hanya untuk berpamitan kak, aku akan ikut keluargaku pindah ke luar negeri, ayahku dipindahtugaskan di Paris," ungkap Raymond.
__ADS_1
Raymond mendekap Nuna dengan erat. Nuna tersentak kaget. "Apa-apaan ini Raymond?Tolong lepaskan aku!" Nuna mendorong tubuh Raymond.
"Biarkan begini sebentar, aku sudah lama memendam perasaan padamu tapi cintaku bertepuk sebelah tangan, anggap saja ini salam perpisahan, karena kita tidak bisa bertemu lagi," kata Raymond.
Nuna membiarkannya sejenak.Setelah itu perlahan Raymond mengurai pelukannya. "Terima kasih kak, kamu adalah cinta pertamaku, semoga aku cepat move on, berbahagialah dengan orang yang kamu cintai," pesan Raymond untuk yang terakhir kalinya.
"Aku pamit." Saat Raymond berbalik badan ternyata mobil Leon sudah tiba di halaman rumah Nuna.
Leon memicingkan matanya.Ia segera turun. Ketika berpapasan dengan Raymond bahunya ditepuk. "Tolong jaga kak Nuna dengan baik, ingat jika kau menyia-nyiakan dia aku tidak segan merebutnya darimu," bisik Raymond di telinga Leon.
Kemudian Raymond memasuki mobilnya lalu meninggalkan pelataran rumah Nuna. Leon mengepalkan tangannya karena menahan marah. Nuna yang menyadari akan hal itu lalu meraih tangannya yang mengepal dan menyelipkan jari-jari lentiknya ke jari-jemari Leon.
Perasaan Leon jadi menghangat karenanya. Perlahan amarah yang ada di dalam dirinya menguap begitu saja. Ia memandang Sang Kekasih.
"Mari kita pergi sekarang, aku sudah siap," ucap Nuna dengan lembut. Entah kenapa suara Nuna begitu merdu di telinganya.
Leon pun tersenyum dan menarik tangan Nuna perlahan lalu mengajaknya masuk ke dalam mobil. Leon memperlakukan Nuna bak putri yang sedang menaiki kereta kencana.
Nuan jadi tersipu malu mendapatkan perlakuan manis dari Leon. Namun,ia sangat senang tak menganggap pertemuannya dengan Raymond tadi hal yang besar.
Sesampainya di rumah Leon, Ariana dan Alisha menyambut kedatangan Nuna. Mereka telah menyiapkan berbagai hidangan yang menggugah selera makan.
"Semua makanan ini untuk kamu nak," ucap Ariana pada Nuna.
"Bagaimana aku menghabiskannya tante?"
"Mulai sekarang belajarlah memanggilku mama, karena sebentar lagi kau akan menjadi bagian dari keluarga ini. "Ucapan Ariana membuat Nuna terharu.
Akhirnya Ariana mengakui Nuna sebagai calon menantunya.Selain itu, Nuna merasa senang karena ia akan memiliki ibu yang sudah lama ia rindukan semenjak kedua orang tuanya meninggal beberapa tahun yang lalu.
"Terima kasih banyak,aku senang memiliki keluarga seperti kalian,aku harap di antara kita tidak pernah ada perselisihan."
Leon menggenggam tangan Nuna erat. Laki-laki itu sangat mencintai Nuna. Setelah ini ia akan menggelar acara pernikahan yang ia impikan bersama dengan kekasih yang sebenarnya.
__ADS_1
Pengumuman
Awalnya aku mau bikin ini novel tamat karena ada jaminan level jadi aku gak jadi tamatin ya nanti akan ada lanjutan cerita cinta segitiga antara Raymond dan Zoya kakaknya.