Mencintai Mas Ganteng

Mencintai Mas Ganteng
MA Season 3 #129


__ADS_3

Nuna seperti tersambar petir di siang bolong saat dia mendengar kabar suaminya mengalami kecelakaan. Seketika Nuna menjatuhkan ponselnya. Alisha yang baru datang jadi terkejut saat melihat kakak iparnya mematung sambil berderai air mata.


"Ada apa kak?" Tanya Alisha cemas.


"Mas Leon," panggil Nuna menyebut nama suaminya sambil menangis. Ia terduduk di lantai.


Alisha berjongkok lalu menanyakan apa yang terjadi pada kakak iparnya. "Mas Leon kecelakaan dia sekarang ada di rumah sakit" kata Nuna sambil terisak.


Alisha menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya. Ia menggeleng cepat karena tidak percaya.


Lalu Nuna bangkit dan mengajak Alisha untuk pergi menjenguk Leon. "Tunggu, Leon mengunci kamar Zoya bagaimana dengannya?" Tanya Nuna meminta pendapat.


"Biarkan saja dulu kak Zoya menjalani hukumannya." Alisha memberi saran.


"Tolong bukakan pintu untukku," rintih Zoya di dalam kamarnya. Ia menangis pilu tapi tak ada satu orang pun yang mendengarnya. Lalu Nando berinisiatif membukakan pintu untuk putrinya. Ia menguping pertengkaran putrinya itu dengan putra sulungnya tadi.


Sementara itu Alisha dan Nuna berangkat ke rumah sakit dimana Leon dirawat. Alisha membawa kendaraan dengan hati-hati ia tak mau kejadian yang sama menimpanya seperti yang baru saja dialami oleh kakaknya.


Sesampainya di rumah sakit, Nuna melihat banyak polisi di sana. Ia berinisiatif bertanya pada polisi tersebut.


"Pak, apa anda menangani kecelakaan suami saya?" Tanya Nuna pada salah satu polisi.


"Owh anda saudaranya pak..." polisi tersebut belum mengetahui identitas Leon.

__ADS_1


"Leon, Pak. Nama suami saya Leon."


"Iya, Bu. Pak Leon sedang berada di ruang ICU. Dokter sedang membersihkan lukanya. Tabrakan yang dia alami sangat keras bu sehingga diperkirakan lukanya sangat parah," terang polisi tersebut.


Badan Nuna sempat terhuyung ke belakang. Untung Alisha menangkapnya. "Kak, kakak yang sabar ya, kita berdoa sama-sama untuk kesembuhan kak Leon," Alisha mencoba menasehati kakak iparnya agar lebih tabah menerima cobaan yang sednag menderanya.


Dokter keluar dari ruang ICU. Nuna dan Alisha mendekat. "Bagaimana keadaan suami saya, Dok?" Tanya Nuna dengan nada bergetar.


"Apa pasien di dalam adalah suami Anda?" Nuna mengangguk lemah.


"Sementara ini keadaannya sangat kritis kita tidak tahu kapan dia akan sadar." ucapan dokter tersebut membuat Nuna dan Alisha semakin sedih.


"Saya harap anda bersabar ya Bu. Kita sama-sama berdoa supaya ada keajaiban untuk pasien." Dokter itu pun pergi setelah berbicara dengan Nuna. Nuna dan Alisha pasrah.


"Kak Leon kritis kita hanya bisa menunggu keajaiban," jawab Alisha dengan wajah sendu.


Nando dan Zoya juga bersedih mendengar keadaan Leon.


Sudah berhari-hari Leon dirawat di rumah sakit. Nuna dengan sabar menunggui suaminya. Perusahaan tidak ada yang memimpin. Nuna meminta ayah mertuanya kembali memimpin perusahaan sementara waktu selama Leon belum sadar.


Awalnya Nando menolak tapi tidak ada jalan lain. Ia juga tidak mau perusahaan yang dibangun putranya dari 0 berkahir sia-sia. Apalagi banyak karyawan yang bergantung pada perusahaan tersebut.


Semakin hari penyakit Nuna semakin parah. Dokter menyarankan dia untuk dioperasi. Nuna pun menurut. Ia tak mau mati duluan sebelum suaminya sembuh. Maka ia bertekad untuk sembuh meskipun kemungkinan untuk hamil sangatlah kecil.

__ADS_1


Selama di operasi Alisha setia menunggui Leon barangkali ada harapan dia akan sadar dari komanya. Mereka sudah tahu kalau Zoya hamil di luar nikah setelah perutnya membesar. Zoya berkata jujur pada ayah dan adiknya.


...***...


"Bagaimana keadaan mas Leon?" Tanya Nuna yang habis melakukan operasi.


"Masih sama kak, belum ada perubahan," jawb Zoya dengan muka sendu.


"Zoy, aku lihat perutmu semakin membesar, apakah Raymond masih belum mau bertanggung jawab?" Tanya Nuna pada adik iparnya itu. Zoya mengangguk.


"Bujuklah dia, menikahlah selagi kakakmu koma, aku tidak mengajari sesuatu yang buruk padamu, tapi kalau alasan Raymond takut menghadapi Leon, inilah saatnya."


Zoya mencerna omongan Nuna. Dia berpikir sejenak. "Akan aku coba kak."


"Jadi apa reaksi papa setelah tahu kamu hamil di luar nikah?" Tanya Nuna penasaran.


"Dia menangis, tapi aku tidak tahu maksudnya menangis karena kecewa padaku ataukah karena aku telah mempermalukannya."


"Jangan berpikiran seperti itu, papa sangat menyayangi kamu, pasti dia juga dilema karena tidak bisa menjaga putrinya dengan baik hingga hamil di luar nikah," kata Nuna menasehati.


...***...


Zoya datang menemui Raymond. Raymond terlihat berjalan dengan seorang wanita. "Raymond" panggil Zoya. Merasa namanya dipanggil pemuda itu menoleh.

__ADS_1


Ketika ia melihat Zoya yang memanggil, Raymond malah menghindar. Zoya mempercepat langkahnya setelah itu ia menarik tangan Raymond lalu menamparnya dengan keras di hadapan wanita yang berjalan di samping Raymond.


__ADS_2