Mencintai Mas Ganteng

Mencintai Mas Ganteng
Episode 39 Surprice


__ADS_3

Sebelum Raymond menutup pintu mobil dia menemukan hp di atas jok mobil depannya."Ini kan,,,?" batin Raymond dalam hati. "Gue kembalikan besok biar gue ada alasan lg buat ketemu dia."


Nuna meraba hp di dalam tas sesampainya di rumah tapi tidak dia temukan. Kemudian dia mengeluarkan isi dalam tasnya juga tidak ditemukan hp yang dia cari. "Mana ya ko gak ada, apa ketinggalan di toko?"


...***...


"Woi Na elo gue telepon berkali-kali ko enggak lo angkat si, sombong bener," kata Citra nyolot.


"Gimana bisa gue ngangkat orang gue aja gak pegang hp," Nuna gemas lalu mencubit dagu Citra.


"Kamsudnya gimana?" tanya Citra


"Hp gue ilang dari kemaren."


"hmm pantes, inget-inget lagi deh lo barangkali ketlingsut di mana gitu,"


"Iy o7e8kemaren si gue dari kampus cuma ke toko doang habis tu balik ke rumah, ketinggalan di sono kali," pikir Nuna.


"Hai dears..." Safira melambaikan tangan di susul oleh Raya yang berjalan di belakangnya.


"Eh dosennya dah dateng noh,"


...***...


Seperti biasa Nuna selalu menyempatkan diri ke toko bunga miliknya. "Mbak lihat hp saya gak?" Nuna mencari-cari di mana-mana tapi tidak ketemu juga.


"Saya gak tahu mbak Nuna," jawab salah seorang pegawai.

__ADS_1


"Cari ini ya," seorang lelaki muda masuk ke dalam toko bunga Nuna sambil memegang hp.


"Raymond, hp aku ko bisa di kamu," tanya Nuna penasaran.


"Iya ketinggalan di mobil kemaren."


Nuna hendak menyahut hpnya tapi Raymond mengangkat tinggi hp itu. "Balikin Raymond,"


"Ambil aja kalo bisa," Raymond semakin meninggikan hp sampai Nuna berjunjit meraih hpnya.


"Balikin gak ato mau aku gelitikin nih,"


"Ampun kak ampun," Raymond meringis kegelian.


"Dari tadi kek," Nuna meraih hp yang ada di tangan Raymond.


Cekrek


Leon yang masih berada di Swiss untuk pekerjaan bisnis segera mengambil penerbangan malam itu juga. Leon merasa cemburu karena mendapat pesan gambar dari Alisha.


...***...


"ck Gabut banget sih," hari itu Nuna merasa kesepian maka dia mengundang Safira dan teman-teman lainnya main ke rumahnya.


"Hai dears... gue dateng," Nuna menyambut Safira yang berdandan heboh dengan kaca mata hitamnya.


Baru melihat Nuna di depan pintu Safira dan Raya terbahak-bahak melihat wajah Nuna yang sedang memakai masker.

__ADS_1


"Wkwkwk lo pake apaan ha? Gak usah pake begituan elo udah cantik keles,"


"Gabut gue di rumah gak ada kerjaan gak ada yang ngapelin,"


"Leon mah tega banget bikin temen gue jablay kaya gini."


"Gue kan udah bilang paling Leon udah dikawinin sama emaknya di sana makanya gak balik-balik," Safira asal ngomong.


"Mulut lo," Nuna mengambil bantal melemparnya ke muka Safira.


"Citra mana?" Nuna tidak melihat teman gembulnya itu.


"Mager dia masih molor pas kita ke sana ya udah kita tinggal aja," kata Raya menyahut.


"Camilan di mana dears...?"


"Noh di dapur ambil sendiri ya sekalian ambilin minum yah," Nuna masang muka manja pada Safira.


"Hm,"


"Tumben tu anak mau diperintah,"


Ting tong


Bel rumah Nuna berbunyi. Saat pintu dibuka tampak laki-laki memakai setelan jas hitam dengan kaca mata hitam menyeret Nuna masuk ke mobil.


Raya dan Safira tercengang. Lalu Raya mendapat telepon

__ADS_1


Drrtt drrtt


"Hallo Nuna baik-baik saja jangan khawatir." terdengar suara laki-laki yang tidak asing dari balik telepon.


__ADS_2