Mencintai Mas Ganteng

Mencintai Mas Ganteng
MA Season 3


__ADS_3

Suara sesuatu yang pecah membuat Alisha takut.Ia melotot ketika melihat sosok laki-laki berewokan di rumah itu.Namun ia tak yakin dengan penglihatannya.


"Papa," ucapnya lirih.


Kala Nando melihat putri bungsunya itu di rumah, ia menghentikan kemarahannya. Tangannya gemetar setelah ia melihat Alisha. "Alisha," panggil Nando.


Ia ingin mendekat tapi Alisha mundur karena ketakutan. Gadis itu tidak menyangka ayahnya berubah drastis. Wajahnya lusuh selusuh pakaian yang ia kenakan. Tapi bukan itu saja, Nando menjadi seorang yang temperamental, dia bukan ayah yang lembut seperti dulu. Hal itu membuat Alisha ketakutan.


"Jangan sakiti dia pa," cegah Zoya yang mengira papanya akan menganiaya Alisha seperti dirinya.


"Masuklah Alisha!" Pinta Zoya. Gadis itupun menuruti perintah kakaknya.Ia segera menutup pintu kamar dan menguncinya.


Di dalam kamar Alisha menutup mulutnya karena menahan tangis. Ia tidak mau sampai Zoya mendengar tangisannya.


"Alisha, Alisha," teriak Nando memanggil nama putrinya.


"Pa, aku mohon pergilah, berapa yang yang kau mau? Akan aku berikan asal kau tidak kembali selama Alisha tinggal di sini," ucap Zoya.


"Aku tidak butuh uangmu aku ingin menemui Alisha,aku sangat merindukan dia, jangan kau halangi aku," Nando yang masih terpengaruh dengan minuman keras mendorong tubuh Zoya supaya dia tidak menghalanginya.


Nando menggedor-gedor pintu kamar Alisha. Alisha semakin ketakutan. Ia berjongkok dan menangis tersedu-sedu. Haruskah ia menelpon Leon dan menceritakan apa yang sebenarnya terjadi di sini? Tidak, ibunya pasti akan curiga dan itu akan mempengaruhi kesehatan Sang Mama.


Setelah terlalu lama Nando menunggu Alisha keluar. Ia tergeletak di lantai. Zoya mengangkat tubuh Nando dengan menyeretnya. Kemudian ia letakkan di atas sofa yang memanjang.

__ADS_1


Setelah itu Zoya melihat keadaan adiknya.Ia mengetuk pintu kamar Alisha dengan pelan. "Bisakah kau buka pintunya, jangan khawatir papa sudah tertidur."


Alisha membuka pintunya. "Kakak," gadis yang baru menyelesaikan sekolah menengahnya itu memeluk Zoya dengan erat sambil menangis.


"Aku takut,aku ingin pulang saja," ungkap Alisha.


Zoya mengurai pelukannya. "Jangan takut ada kakak yang akan menjagamu," kata Zoya membesarkan hati adiknya.


"Ayo kita keluar dulu bukankah kamu belum makan seharian ini, gimana kalau kita cobain menu jajanan baru diluar," ajak Zoya dengan bersemangat.


Bagi Alisha pergi kemana saja boleh asal tidak bertemu ayahnya. Dia pun mengikuti langkah kakaknya.


Ketika mereka berdua baru keluar dari rumah, Raymond menyapa Zoya. Sesaat kemudian ia terkejut saat melihat Alisha ada di situ.


"Sejak kapan kamu datang?" Tanya Raymond pada Alisha.


"Raymond kami ingin membeli makanan apa kau ingin ikut dengan kami?" Tanya Zoya.


"Tidak terima kasih, aku harus mengerjakan tugas kuliah, kalian bersenang-senanglah," tolak Raymond secara halus.


"Baiklah, jangan menyesal ya nanti," ucap Zoya sambil terkekeh. Alisha bisa menangkap keakraban di antara keduanya. Entah mengapa hatinya terasa panas. Dadanya menjadi sesak kala Raymond tersenyum pada Sang Kakak.


Zoya mengajak adiknya makan di sebuah restoran yang tak jauh dari tempat tinggalnya.

__ADS_1


"Kak, sejak kapan papa berubah seperti itu?" tanya Alisha.


"Sejak bercerai dengan mama dan usahanya bangkrut," jawab Zoya. Ia tidak bisa menutupi kenyataan lagipula adiknya sudah cukup besar untuk tahu masalah yang terjadi di keluarganya.


"Kenapa kakak tidak pernah cerita pada kami?" Alisha memegang tangan kakaknya itu.


"Aku hanya tidak ingin kalian memikirkan papa, aku ingin kalian bahagia tanpa mengkhawatirkan kami, biarlah aku yang menjaga papa," ucapnya dengan wajah yang sendu.


"Tidak kak, kita ini keluarga, bukankah keluarga harus saling berbagi? Bagaimana bisa kakak menanggung derita sendirian.Kak Leon harus tahu masalah ini," tegas Alisha.


"Jangan, abang sangat membenci papa karena dia sudah berkhianat pada mama,tapi papa dijebak dek, seseorang mengirim wanita ja*lang untuk menggoda papa. Setelah itu wanita itu diam-diam menggali informasi tentang perusahaannya kemudian melaporkan pada saingan bisnis papa."


"Kenapa kakak tidak jelaskan seperti itu pada kak Leon,aku yakin dia akan mengerti kak," bujuk Alisha agar kakaknya mau menghubungi Leon.


"Aku sudah pernah mengatakan hal yang sama dengan apa yang aku katakan padamu,tetapi abang sama sekali tidak percaya padaku," ucap Zoya sedikit kecewa.


"Lalu sampai kapan kakak akan menemani papa? Jangan menyiksa diri kakak."


"Kakak yakin suatu hari papa bisa berubah seperti dulu, ini hanya masalah waktu. "Walau ia menyadari bahwa tinggal bersama ayahnya sangat menyiksa, Zoya tetap bertahan.Ia yakin keajaiban akan datang padanya.


Tugasnya adalah menjaga sang ayah yang sedang mengalami depresi dan frustasi. Lalu ia ingat Leon pernah bercerita kalau Alisha sempat mengalami depresi setelah menabrak orang tua Nuna sampai meninggal.


"Bagaimana caramu sembuh dari depresimu itu?" selidik Zoya.

__ADS_1


"Semua berkat kak Nuna yang menjagaku. Ia bak dewi yang begitu sabar merawat dan menjagaku saat itu. Tentunya bersama kak Leon juga. Meski aku telah membuatnya yatim piatu,kak Nuna mau memaafkan kesalahanku." Alisha mengenang kejadian di masa lampau.


"Aku juga sama akan memperlakukan baik papa agar dia juga luluh padaku, aku harap aku bisa menghilangkan sikap temperamentalnya itu."


__ADS_2