
Sepulang sekolah Alisha berniat mampir ke toko bunga milik Nuna. Setelah turun dari taxi Alisha melihat Nuna, Safira dan beberapa ibu-ibu berada di depan toko. Entah apa yang mereka bicarakan tapi sepertinya itu tidak baik untuk Nuna.
Alisha mempercepat langkahnya.Ia bisa mendengar dengan jelas mereka sedang memojokkan Nuna.
"STOP!"
Nuna dan yang lainnya menoleh ke sumber suara. "Alisha,"
"Jangan suka membicarakan orang lain, apa yang dikatakan wanita ini tidak benar," Alisha menunjukk Safira dengan jarinya.
"Kak Nuna tidak berselingkuh dengan kakak saya, mereka hanya teman saat kuliah dulu, lagipula dia sudah dicerai oleh kakak saya karena dialah yan berselingkuh," tunjuk Alisha dengan berapi-api.
Ibu-ibu yang ada di dekat Safira pun memilih pergi karena mereka menganggap tidak ada yang bisa dipercaya.
Alisha dan Nuna tersenyum sinis pada Safira.Safira merasa kesal dan memilih pergi.Nuna mengajak Alisha masuk ke dalam tokonya.
"Ada kemari kok gak ngabarin aku lebih dulu," tanya Nuna pada Alisha.
__ADS_1
"Aku cuma mau bilang jadwal kita belajar hanya di week end aja soalnya aku ada tambahan pelajaran dari sekolah kak," terang Alisha ia sesekali menciumi wangi bunga yang ada di toko Nuna.
"Owh iya gak papa," jawab Nuna sambil tersenyum.
"kenpa gak bilang lewat teelpon aja biar kamu gak repot-repot datang ke sini," imbuhnya.
"Kak omongannya kak Safira gak usah diambil hati ya dia emang orangnya kya gitu," kata Alisha.
"Gak lah kakak gak ambil hati nanti makan ati," jawab Nuna diiringi dengan tawa.
Setelah lama menemani Nuna di toko Alisha akhirnya pulang. Sesampainya di rumah sebuah mobil yang tidak ia kenal berada di depan rumahnya.
Saat Alisha masuk ke dalam rumah ia melihat sang ibu tergeletak di bawah tangga. Alisha kaget lalu ia berjongkok untuk menolong ibunya.
"Ma,mama kenapa?" tanya Alisha.
Ia kemudian merogoh ponselnya yang ada di dlam tasdan menelpon Leon. Leon tak kalah kaget saat adiknya mengabari kalau mamanya pingsan di rumah.Laki-laki itu pun bergegas pulang ke rumah.
__ADS_1
"Kenapa bisa begini?" tanya Leon saat ia tiba dirumah.
"Ceritanya nanti aja kita bawa mama ke rumah sakit sekarang," Leon pun segera menggendong ibunya kemudian memasukkannya ke dalam mobil bagian belakang.
"Cepetan kak," desak Alisha saat Leon sedang mengemudi.Leon menambah lagi kecepatannya hingga mengundang perhatian polisi lalu lintas yang melihatnya.
Merasa diikuti oleh polisi Leon pun memiliki ide agar polisi tersebut tidak salah paham. Ia menepikan mobil sport miliknya itu.
"Selamat sore bisa saya melihat kartu SIM dan lainnya," polisi tersebut menengadahkan tangan.
Leon pun turun dari mobil ia mengatakan bahwa ibunya sedang dalam keadaan darurat dan harus segera dilarikan ke rumah sakit.Akhirnya polisi tersebut memenuhi permintaan Leon agar mobilnya dikawal oleh polisi tersebut hingga dirinya bisa sampai ke rumah sakit tnpa hambatan.
Setelah sampai di rumah sakit Leon memnaggil perwat agar ibunya segera ditangani.Tak lupa ia juga mengucapkan terima kasih pada polisi yang telah mengawalnya.
"Saudara Leon tolong jangan ulangi lagi perbuatan anda," tegur polisi tersebut.
"Baik pak, sekali lagi sya ucapkan terima kasih bnayak atas bantunnya," Leon menyalami tangan polisi tersebut.
__ADS_1
Lalu Leon menghampiri adiknya menyanyakan apa yang sebenarnya terjadi pada sang ibu.Leon tampak marah dan mengeraskan rahangnya ketika mendengarkan penjelasan Alisha.