Mencintai Mas Ganteng

Mencintai Mas Ganteng
Season 2 Terusir


__ADS_3

"Ada hal penting yang ingin kusampaikan padamu Leon,aku yakin kamu pasti akan suka dengan apa yang aku peroleh."


Nuna mengeluarkan ponselnya.Ia menunjukkan rekaman yang ia dapat ketika ia datang ke studio Jonas.


"Bagus sayang,aku juga masih menyimpan bukti video perselingkungan mereka dulu, walau sempat dibanting Safira tapi aku sudah membetulkan ponselku," ungkap Leon.


"Kita tunggu juga hasil tes DNA yang akan keluar, semua bukti itu akan dapat memberatkan dia supaya hakim mengabulkan perceraian kami," Leon mengelus pipi putih Nuna.


"Tapi tetap saja kau tidak bisa menceraikan dia sebelum anak itu lahir," Nuna sedikit kecewa.


"Tapi setidaknya dia tidak ada alasan lagi tinggal di rumahku,ibuku akan percaya dengan semua bukti-bukti yang kita kumpulkan," Leon berusaha memberi pengertian kepada tunangannya itu.


"Bersabarlah lagi,aku janji kali ini aku tidak akan meninggalkan dirimu."Leon mengecup bibir Nuna singkat.


Nuna kaget mendapatkan serangan tiba-tiba dari laki-laki yang ia cintai itu.Wajahnya merah merona karena menahan malu."Aku mau kembali ke toko," ucap Nuna sedikit gugup.


"Mau aku antar?" tanya Leon seraya menarik tangan Nuna."Aku sudah pesan taxi," tolaknya dengan halus.


...***...

__ADS_1


Dua minggu kemudian Soraya meminta Leon datang ke rumah sakit."Bagaimana hasilnya?" tanya Leon.


Soraya memberikan hasil tes DNA tersebut pada Leon.Leon pun membaca hasilnya.Ia tersenyum saat hasilnya sesuai dengan ekspektasinya.


"Yerima kasih kau banyak membantuku," Leon mengulurkan tangannya pada Soraya.


"Sama-sama Leon,"Soraya membalas ukuran tangan Leon.


Setelah itu Leon membawa hasilnya ke rumah.Ia akan memberikan bukti tersebut pada Ariana.Ia yakin dengan surat tersebut Safira akan diusir oleh ibunya sendiri.


"Ma, bisa kita bicara sebentar," pinta Leon pada ibunya.


Ketika Ariana membaca isi surat tersebut ia hampir limbung."Selama ini Safira berbohong?" tanya Sang Ibu pada putranya.Leon mengangguk.


"Ada apa ini ma?" tanya Safira yang baru keluar kamar.


"Pergi kamu dari sini!" usir Ariana.


Safira menjadi kaget.Tiba-tiba saja Ariana mengusirnya."Apa salahku ma?" tanya Safira sambil terisak.

__ADS_1


"Anak yang kau kandung itu bukan anak Leon kan?" selidik Ariana.


"Gak ma, ini anak Leon," sanggah Safira yang berusaha membujuk ibu mertuanya agar percaya.


"Aku tidak percaya padamu,lihat ini,"Ariana memberikan surat yang ia pegang pada Safira.


"Gak,ini gak bener ma,pasti Leon sudah memalsukan surat ini," tuduh Safira sambil memberikan tatapan tajam pada suaminya.


Leon tersenyum sinis."Kau tahu aku rela menunggu sampai usia kandunganmu menginjak dua belas minggu untuk membuktikannya.Apa kau ingat Dokter Soraya pernah mengambil sample darahmu dua minggu yang lalu? Ia yang sudah membantuku dalam hal ini," ungkap Leon.


Safira mundur selangkah,ia tak tahu bagaimana harus membalas Leon.Akan tetapi dia tidak membenarkan ucapan Leon dengan mulutnya.Safira hanya diam saja.


"Maafkan aku ma," Safira terduduk di lantai sambil memegangi kaki ibu mertuanya.


"Jadi itu benar,kau telah menipuku selama ini, hah? Dasar wanita kurang ajar,pergi kamu sekarang juga aku muak melihat wajahmu," sentak Ariana.


Safira berdiri dengan susah payah.Ia masuk ke dalam kamarnya lalu melangkah gontai dengan menyeret kopernya ke luar.


"Aku harap mama tidak menyesal telah mengusirku,"kata Safira sebelum pergi.

__ADS_1


__ADS_2