Mencintai Mas Ganteng

Mencintai Mas Ganteng
Season 2 Kelicikan Safira


__ADS_3

Raya heran saat Safira tiba-tiba berdiri di depan meja kantornya. "Mau ngapain lo ke sini?" tanya Raya bingung.Nih anak mau ngelamar kerja di sini juga, pikir Raya.


"Gue mau nemuin calon pacar gue," kata Safira dengan percaya diri.


"Oh cowok lo kerja di sini juga, di bagian apa? kirain gue, elo mau ngelamar kerja di sini,"


"Direktur jawaban Safira membuat Raya bingung.


"Loh kok dia main masuk gitu aja sih ke ruangan Leon," pikir Raya yang bingung dengan sikap Safira.


"Maaf pak nona Safira memaksa masuk," kata Raya membela diri.


Leon menghembuskan nafasnya kasar. "Raya sebaiknya kamu keluar dulu," titah Leon dengan sopan.Raya pun mengangguk patuh.


"Gila ya tuh orang ngaku-ngaku calon tunangan Leon,padahal kalau dia tahu sendiri Leon pacaran sama siapa, dasar tukang halu," umpat Raya kesal.


"Gak bisa dibiarin nih gue harus bilang sama Nuna," gumam Raya. Kemudian ia mengeluarkan ponselnya. Setelah itu mengirim chat ke hp Nuna.


Raya : Nun hubungan elo sama Leon baik-baik saja kan?

__ADS_1


Nuna : Iya baik-baik aja, emangnya kenapa Ray?


"Bilang gak ya?" Raya merasa tidak enak hati jika harus mencampuri urusan percintaan sahabatnya.Oleh karena itu dia mengurungkan niatnya untuk memberitahu soal kedatangan Safira di kantornya.


Raya : Eh gak papa Nun nanya doang.


Raya kembali bekerja setelah membalas oesan dari Nuna.


...***...


"Ada perlu apa kamu ke sini?" tanya Leon tanpa menoleh ke arah Safira. Ia masih fokus mengetik di laptopnya.


"Ah apa kau tahu tentang perjodohan kita?" tanya Leon lagi sebelum Safira menjawab pertanyaan pertamanya.


"Apa kau juga ingin menolaknya? aku mau bekerja sama denganmu, jadi apa rencana kita untuk menggagalkan perjodohan bodoh ini," Leon menebak isi pikiran Safira tapi sayangnya ia salah.


"Apa? aku tidak ingin membantah orang tuaku. Oleh karena itu aku memohon padamu agar menerima rencana perjodohan ini," kata Safira beralasan. Dia berharap Leon mau mengerti.


Brak

__ADS_1


Leon menggebrak meja setelah mendengar omongan Safira. "Omong kosong apa ini? kamu tahu sendiri siapa yang sedang dekat denganku," kata Leon dengan nada tinggi.


Safira tersentak kaget. Ia mencoba menguasai diri agar tidak tersulut emosi. "Tenang Leon, kita bisa bicarakan masalah ini dengan Nuna scara baik-baik, aku yakin dia akan mengerti situasi kita," Safira berlagak seolah dia tersiksa akan perjodohan ini.


"Cobalah kau menempatkan diri di posisi Nuna saat ini, bagaimana kau akan menanggapinya kalau dirimu tahu kekasihmu bertunangan dengan sahabatmu,"


"Aku akan mencoba merelakan kekasihku demi sahabatku," jawaban Safira dikuar perkiraan Leon. Ia tidak menyangka Safira selicik itu. Ternyata wanita yang ada di hadapannya ini bukan sahabat yang baik.


"Pulanglah, aku tidak mau membahas hal yang tidak penting seperti ini," Leon berdiri membelakangi Safira. Secara tidak langsung dia mengusir Safira. Safira pun menyadari hal itu.


"Baiklah aku harap kmau mempertimbangkan keputusan orang tua kita, aku hanya tidak ingin menjadi anak yang durhaka dengan menentang keinginan mereka, toh untuk kebaikan kita juga," Safira berkata sok bijak.


"Cih menguntungkan bagimu tapi tidak bagiku," gerutu Leon dalam hatinya.


Raya yang akan masuk ke ruangan Leon untuk menyerahkan bekas yang harus ditandangani oleh atasannya itu menjadi kafet saat Safira membuka pintu secara kasar.


"Apaan sih tu orang, main banting pintu aja?" gerutu Raya sambil menggelengkan kepalanya.


❤️❤️❤️

__ADS_1


Mampir ke sini ya dears aku up tiap hari ceritanya dijamin seru ya.Kalau gak percaya baca aja dulu lalu klik favorit buat lanjutin ceritanya



__ADS_2