
"Leon, mama ingin bicara," kata Ariana saat Leon baru kembali.
"Aku tahu Safira pasti sudah mengatakannya pada mama," tebak Leon. Ariana mengangguk.
"Mama menginginkan cucu, bisakah kamu menerima Safira kembali?" tanya Ariana.
Leon memberikan tatapan tajam ke arah ibunya."Tidak akan ma,keputusan aku sudah bulat, bukan hanya alasan karena dia berselingkuh tapi karena aku tidak mau menyakiti wanita yang aku cintai."
"Tapi kamu dan Nuna belum menikah, kamu bisa membatalkan rencana pernikahan kalian, atau kalau dia mau dia bisa menjadi istri keduamu," ucapan ibunya itu membuat Leon mengepalkan tangannya karena menahan marah.
"Bagaimana mama bisa berkata sekejam itu, posisikan diri mama pada Nuna, apa yang akan mama lakukan jika laki-laki yang mama cintai memilih kembali pada masa lalunya?"
"Mama akan meninggalkan dia dan mencari laki-laki lain, lagipula usianya masih muda dia juga cantik pasti banyak laki-laki yang menginginkan dia."
"Aku tidak mengerti dengan jalan pikiran mama,bisakah mama berpihak pada wanita yang sudah mengkhianati putramu ini?"
"Tapi kau yang membuat Safira berselingkuh, coba kau lebih perhatian padanya pasti fia tidak akan berselingkuh dengan pria lain," sanggah Ariana membalas perkataan Leon.
__ADS_1
"Mama yakin itu anakku? aku bahkan tak pernah menyentuhnya," Leon tersenyum sinis.
"Leon jaga bicaramu, lebih baik kau terima kembali istrimu itu dari pada membiarkannya mengasuk anak kalian sendiri," Ariana meninggikna suaranya.
Leon memilih pergi daripada terus berdebat dnegan sang ibu. Ia merasa frustasi karena harus menghadapi ibunya yang dengan mudahnya dipengaruhi oleh menantu laknat tersebut.
...***...
Di lain kesempatan Safira sengaja datang menemui Nuna. Nuna terkejut dengan kedatangan mantan sahabatnya itu.
"Aku rasa kita tidak ada urusan lagi," tolak Nuna.
"Aku hamil, aku hamil anak Leon," Nuna menoleh mendengar ucapan Safira.
"Kamu pikir aku percaya dengan kebohongan busukmu?" sentak Nuna. Rasanya ingin sekali ia menampar wanita yang ada di hadapannya saat ini.
"Apa Leon bilang kalau dia tak pernah berhubungan badan denganku? Sayang sekali kamu dibohongi, mana ada lelaki normal yang todak goyah saat ia melihat kemolekan tubuhku ini," Safira berbohong agar Nuna percaya padanya.
__ADS_1
Nuna merasakan sesak di dadanya. Ia tak mampu menerima kenyataan bahwa laki-laki yang ia cintai berhubungan badan dengan wanita lain meski wanita itu pernah menjadi istrinya.
"Aku akam rujuk dengan Leon jadi aku mohon jangan jadi penghalang bagi hubungan kami saat ini," ancam Safira.
Nuna masuk ke dalam toko dan terduduk. Ia tak bisa lagi menahan air matanya. Pipinya banjir dengan air mata. Rasanya begitu sakit menerima kenyataan Leon akan kembali pada istrinya yang dulu. Padahal Leon dan Nuna sudah bertunangan.
"Lalu bagaimana nasibku?" gumam Nuna di tengah isak tangisnya yang tak terbendung.
Para pegawai Nuna hanya bisa melihat pemilik tokonya menangis. Mungkin membiarkannya sendiri itu akan lebih baik. Mereka melanjutkan kembali pekerjaannya.
Setelah merasa tenang Nuna emnyambar tas yang ada di atas meja lalu keluar dari toko tanpa berpamitan dengan anak buahnya.
Tak lama kemudian Leon datang. Ia berniat mengajak Nuna makan siang.Ia mengedarkan pandangannya ke seluruh bagian toko tapi tidak menemukan orang yang ia cari."Kemana dia?" tanya Leon. Para pegawai sudah tahu siapa yang dicari oleh laki-laki itu.
"Kami tidak tahu, Mbak Nuna pergi setelah bertengkar dengan wanita yang seingat saya dulu sering datang ke sini," kata pegawai tersebut.
Leon membuka ponselnya lalu menunjukkan sebuah foto wanita."Apa dia orangnya?" tanya Leon. Pegawai itu pun mengangguk.Leon yang terlihat kesal mengeraskan rahangnya. Ia pun pergi mencari keberadaan Nuna.
__ADS_1