
"Na tumben elo telat, sopir lo mana?" tanya Citra
"Ck dia cowok gue bukan sopir," Nuna mencebik. "Leon ke luar negeri."
"Long distance mulu lo Na, kalo gue jadi elo gue cari gebetan baru," sahut Raya. Nuna tidak bisa berkata apa-apa karena kenyataannya Leon memang seorang yang sibuk.
"Nuna bukan cewek kaya lo Ray, suka gonta-ganti gebetan." Safira ikut nimbrung.
"Serah gue dong siapa suruh mereka ngejar-ngejar gue." Raya membela diri.
"Oya kata sepupu gue kemaren lo ngurus dekor di sekolahan dia," kata Citra.
"Sepupu lo sekolah di SMA Harapan Bangsa?" tanya Nuna.
"Iya, kemaren dia liat elo di sana," Waktu itu sepupu Citra tahu wajah Nuna dari hp milik Citra.
"Sepupu lo yang mana, ko gue tahu?"
" Kapan-kapan deh gue kenalin."
"Dears...habis kuliah kita nyalon yuks," ajak Safira.
"Ogah lama nungguin elo nyalon," sahut Citra.
"Na temenin gue ya," Safira merengek kepada Nuna.
"Gue mau ke toko bunga," tolak Nuna dengan halus.
"Ikut ya Nun," kata Citra
"Elo Ray?" tanya Safira.
"Gue mau nganterin nyokap cek up, sorry,"
__ADS_1
"Aelah kalian gak setia kawan," Safira mendengus kesal.
"Lain kali ya sezeng.." Nuna mencolek dagu Safira.
"Awas lo kalo gak,"
...***...
"Kita pisah di sini ya" kata Nuna.
"Elo gak mau nebeng gue sekalian Na?" Safira menawarkan tumpangan.
"Gak gue minta jemput sama sepupu gue," sahut Citra
"Ya udah duluan ya dears .." Raya ikut bersama Safira.
"Kita gak naik taxi aja Cit?" tanya Nuna.
"Gue gak jadi ikut lo ke toko bunga lo Na, sorry ya tadi gue cuma alesan biar gak disuruh nemenin Safira, males banget nunggu dia di salon, bisa-bisa berakar gue."
"Gue gak hobi nyalon, gue hobinya tidur," di antara ketiga teman Nuna, Citra emang sedikit cuek.
Tidak lama kemudian sebuah mobil All New Honda City Hatchback warna merah berhenti di samping Citra dan Nuna berdiri.
"Hai kak," Raymond sepupu Citra membuka sedikit jendela mobilnya sembari melambaikan tangan. Raymond juga bersekolah di SMA Harapan Bangsa tapi tidak satu angkatan dengan Alisha. Raymond di kelas XII sedangkan Alisha di kelas X
"Na bareng gue aja yuk, itu sepupu gue" kata Citra.
"Kita kan gak searah Cit, gue naik taxi online aja," Nuna merasa tidak enak.
"Ck ngapain sih boros uang nebeng mobil sepupu gue aja, Ray elo keberatan gak nganter temen gue bentar?" tanya Citra pada Raymond.
Raymond hanya mengangguk. Nuna tak kuasa menolak permintaan Citra akhirnya mereka semua masuk ke mobil.
__ADS_1
Tidak disangka sedari tadi Jonas memperhatikan Nuna dari jauh sebab Jonas tahu kalo hari ini Leon pergi ke luar negeri. Kesempatan baginya untuk mendekati Nuna lagi.
"Siapa dia?" gumam Jonas yang melihat Nuna naik mobil yang pastinya bukan mobil Mercedez Benz milik Leon.
...***...
"Stop aku berhenti di sini aja," Nuna meminta Raymond berhenti.
"Lho gak sekalian depan toko lo Na?"
"Gak usah makasih nanti ngrepotin tinggal nyebrang doang," Nuna pun turun dari mobil.
"Makasih ya Raymond," Nuna berkata dengan lembut sambil melepaskan senyum manis yang membuat brondong itu terpana dengan kecantikan Nuna.
Sejak ketemu di sekolahnya kemaren Raymond menaruh hati pada Nuna, sehingga ada keinginan untuk bertemu lagi dengannya. Bagai gayung bersambut Citra meminta untuk menjemputnya di kampus. Tentu saja kesempatan langka itu tidak di sia-siakan Raymond.
"Kak Nuna cantik y teh," Raymond memuji kecantikan Nuna di depan Citra.
"Mata lo gak bisa lihat orang cantik dikit." Citra meraup wajah Raymond.
"Nuna tu emang cantik gak hanya luarnya dalemnya juga."
Citra melihat Raymond dari tadi tersenyum-senyum. "Lo naksir sama Nuna? asal lo tau ya Nuna udah punya cowok,"
"Ko gue gak lihat cowoknya jemput di kampus lo tadi?"
"Cowoknya ke luar negeri ada urusan bisnis,"
"Yess gue bisa deketin dia selama cowoknya gak ada," batin Raymond.
"Mulai besok gue mau jemput lo habis ngampus ya teh, biar gue bisa ketemu kak Nuna tiap hari," wajah Raymond terlihat sumringah membayangkan wajah Nuna yang cantik.
"Suka hati lo" Citra menjawab cuek karena sibuk sendiri dengan hpnya.
__ADS_1
Raymond