
"Bang boleh gue duduk sini?" tanya Zoya kepada Leon yang sedang duduk di ruang tv.
"Iya duduk sini. Ada apa dek?" jawab Leon.
"Abang pacaran sama kak Nuna sejak kapan?" tanya Zoya penasaran.
"Kenapa tiba-tiba kepo sama hubungan abang?"
"Gak papa cuma pengen tahu aja, kalo abang keberatan buat ceritain ke Zoya ya udah Zoya gak maksa," Zoya sedikit cemberut.
"Abang pacaran sama Nuna udah lumayan lama tepatnya setelah kejadian yang menimpa Alisha." terang Leon.
"Ada hubungannya sama Alisha?" tanya Zoya.
"Iya jadi Nuna itu korban yang ditabrak Alisha. Bahkan orang tuanya meninggal karena kejadian itu."
"Apa?? jadi Alisha habis nabrak orang sampe meninggal?" Zoya kaget. Dia tidak menyangka adiknya bisa seceroboh itu."Kok abang gak pernah cerita?"
"Abang pikir abang bisa mengatasinya sendiri. Abang juga gak mau orang tua kita khawatir dengan kondisi Alisha. Akibat perbuatannya, Alisha merasa sangat bersalah sampai dia depresi."
"Depresi?" Zoya tambah kaget.
"Iya Alisha pernah depresi. Lalu abang memutuskan bertanggung jawab pada Nuna karena dia menjadi sebatang kara karena Alisha. Waktu itu perhatian abang tidak lebih dari rasa kasian terhadap Nuna. Tapi seiring berjalannya waktu abang jatuh cinta dengan Nuna." Leon menceritakan kisahnya
"Salut sama kak Nuna bisa naklukin cowok kaya abang," puji Zoya.
"Emangnya abang ini orang yang kaya gimana dek?" Leon mencubit hidung mancung Zoya.
"Abang kan orangnya dingin kalo sama cewek, aku kira abang gak doyan sama cewek, ups maaf," celetus Zoya.
"Enak aja itu kan karena abang sibuk sama perusahaan abang," Leon membela diri.
"Iya percaya, meskipun abang dingin di luar tapi hangat di dalam." Zoya terkekeh.
"Maksudnya?? Kok kaya iklan permen?" Leon terkekeh.
"Meskipun abang dingin sama orang lain tapi hati abang baik apalagi kalo sama adik-adiknya, makasih ya bang," Zoya memeluk tubuh abangnya.
__ADS_1
"Eh ada apaan sih?" tanya Alisha yang penasaran dengan pembicaraan di antara Zoya dan Leon.
"Huu.. kepo," jawab Zoya. "Zoya masuk dulu ya bang udah ngantuk banget nih, besok pagi aku harus ke bandara."
"Lho kamu balik ke Paris besok dek?" tanya Leon.
"Iya aku sudah pesan tiket buat keberangkatan pesawat besok. Aku masih ada jadwal kuliah di sana," teriak Zoya menuju tangga.
"Yagh sepi dong kalo kak Zoya balik ke Paris." bibir Alisha mengerucut.
"Kan ada abang," Leon mengacak rambut Alisha.
"Ah abang gak seru kalo aku pengen curhat masalah cewek abang gak ngerti."
"Kalo gitu curhat aja sama kak Nuna, siapa tahu dia bisa kasih solusi. Kan dia calon kakak ipar kamu," Leon berkata dengan yakin.
"Iih yang lagi bucin, abang apaan sih pengen buru-buru banget nikahin kak Nuna,"
"Iya lah abang kan sayang sama kak Nuna,"
"Tapi bukan karena kasian kan bang, soale Alisha sedih kalo abang nikahin kak Nuna karena kasian." Alisha mengingat kecelakaan yang menimpa keluarga Nuna.
"Aku sayang sama abang," ucap Alisha pada abangnya.
"Iya tahu," kata Leon.
...***...
"Sayang hari ini kamu ada acara kemana?" tanya Leon dengan lembut.
"Gak ada acara kemana-mana sayang, kenapa mau ajak dinner lagi?" kata Nuna.
Leon tersenyum, "Dinnernya lain kali ya, hari ini aku mau ngajak kamu nganter Zoya ke bandara. Hari ini dia balik ke Paris."
"Oh jam berapa berangkatnya?" tanya Nuna.
Leon melihat jam yang ada di tangannya, "sekitar satu setengah jam lagi."
__ADS_1
"Kalo gitu kita berangkat sekarang aja, toh kuliah juga udah selesai," ajak Nuna.
"Ayok," Leon mengulurkan tangan kepada Nuna. Gadis itu menyambutnya.
Leon pun mengambil mobil yang terparkir. Tidak lupa membukakan pintu mobil untuk Nuna, kekasihnya. Setelah Nuna masuk, Leon memutari mobil menuju kursi kendali mobil.
Mesin pun dinyalakan. Leon memacu kuda besinya dengan cepat. Setengah jam lagi mereka akan mengantar kepergian Zoya adik Leon ke Paris.
Zoya dan Alisha berangkat dari rumah. Mereka pergi diantarkan oleh sopir. Zoya tidak begitu banyak membawa barang ke Indonesia. Dia hanya membawa satu koper.
Zoya dan Alisha kini telah sampai. Kemudian disusul kedatangan Leon dan kekasihnya. Alisha melambaikan tangan saat melihat kedatangan kakaknya itu.
Sesampainya di bandara Zoya berpamitan pada keluarganya. "Dek, kakak berangkat dulu ya" Zoya memberikan pelukan perpisahan kepada Alisha adiknya.
"Hati-hati di sana ya kak salam buat mama papa," kata Alisha
"Iya, bang Zoya pergi dulu ya, jaga kak Nuna baik-baik." pinta Zoya pada abangnya sebelum berangkat.
"Pasti dek, kamu gak perlu khawatir." kata Leon
"Kak, Zoya seneng ketemu sama kak Nuna, aku yakin abang bisa diandelin." Zoya memegang kedua tangan Nuna.
"Iya," jawab Nuna singkat sambil tersenyum.
Zoya pun pergi dengan menyeret koper yang dibawanya. Alisha pulang ke rumah bersama sopir sedangkan Leon mengantar kekasihnya pulang ke rumah.
Leon
Zoya
Alisha
__ADS_1
Nuna