
"Surprise."
Leon menyiapkan sebuah pesta kecil untuk merayakan anniversary pernikahan mereka yang pertama. Ia memegang sebuah buket bunga mawar merah besar di tangannya. Lalu Leon mendekat ke arah sang istri.
"Selamat ulang tahun pernikahan yang pertama sayang," ucap Leon dengan lembut. Nuna menitikkan air mata karena terharu.
"Terima kasih, Mas." Nuna memeluk erat suaminya.
"Hei, kenapa sampai menangis?" Tanya Leon seraya mengusap lembut rambut panjang sang istri.
"Aku mencintaimu mas."
"Aku juga," jawab Leon seraya menatap istrinya yang cantik.
"Bagaimana kalau kita makan dulu," Nando menyela.
Leon sudah memesan makanan istimewa dari restoran terkenal untuk makan malam hari ini. Tapi meski sangat mahal Zoya tidak berselera makan. Ia hanya mengambil sedikit makanan. Zoya merasa mual ketika melihat makanan laut.
"Kak aku ke belakang sebentar," pamit Zoya.
Ia masuk ke dalam kamar lalu mengeluarkan isi perutnya. Lemas, rasanya saat ini. Lalu ia putuskan untuk beristirahat.
"Zoya," panggil Leon.
Zoya tersentak kaget. "Ada apa Bang?"
"Jawab jujur padaku kamu hamil anak Raymond bukan? Sudah berapa bulan?" Tanya Leon seolah mengintrogasi adiknya.
"A-aku hamil sembilan minggu," jawab Zoya dengan perasaan takut.
__ADS_1
"Abang kecewa sama kamu, bisa-bisanya kamu berzina di luar nikah, apa kata orang lain nanti, kamu pernah berpikir sampai kesana hm?" bentak Leon.
Zoya menangis dan berlutut pada kakaknya. "Ampun, Bang. Aku tidak bermaksud ingin mempermalukan abang. Aku khilaf, Bang. Maafkan aku tolong izinkan aku menikah dengan Raymond," ucap Zoya sambil menangis tersedu-sedu memohon kebaikan hati kakaknya.
"Tidak, aku ingin memasukkan dia ke dalam tahanan berani-beraninya dia menodai adikku," ucap Leon dengan berapi-api."
"Tidak," teriak Zoya.
Nafasnya tersengal-sengal dan dahinya berpeluh. "Rupanya aku hanya bermimpi, tapi bagaimana kalau abang sampai memenjarakan dia?" gumam Zoya seraya mengusap peluh di dahinya.
...***...
Keesokan harinya Zoya menemui Raymond. "Raymond," panggil Zoya ketika Raymond baru keluar dari kantor kakaknya.
"Ada apa?" Tanya Raymond.
"Bukankah kamu berjanji akan menghadap kakakku dan berterus terang padanya. Aku menagih janjimu," kata Zoya.
"Maksud kamu apa? Bukankah beberapa waktu lalu kamu berkata akan menemuinya untuk bertanggung jawab atas kehamilanku ini?"
"Tapi bukan sekarang waktunya" tolak Raymond.
"Lalu kapan?" Zoya meninggikan suaranya.
Pertengkaran mereka di depan kantor mengundang perhatian orang lain termasuk Leon yang akan memasuki mobil bersama sekretarisnya.
Leon menajamkan matanya ternyata yang bertengkar di depan kantornya adalah adik dan bawahannya. Leon menjadi geram dengan langkah cepat ia menghampiri keduanya.
"Ada apa ini?" Tanya Leon dengan nada yang sengaja ditinggikan.
__ADS_1
Zoya dan Rymond berhenti berdebat. Raymond memilih menjauh. Zoya meneriakinya tapi Raymond tidak menghentikan langkahnya. Leon terpaksa membawa adik kandungnya itu masuk ke dalam mobil supaya tidak ada lagi yang menggunjingnya.
Laki-laki itu menarik tangan Zoya dengan kasar. Lalu ia membuka pintu mobil dan memaksa Zoya masuk.
"Apa sih yang kamu peributkan dengan laki-laki sialan itu?" Bentak Leon.
Zoya todak menjawab. Ia belum siap melihat kakaknya murka. "Sudahlah jangan berhubungan dengannya lagi, aku antar kamu pulang."
Tanpa menghiraukan Raya yang menunggu dari tadi, Leon melajukan mobilnya begitu saja. "Lah si bos bagaimana yak, main tinggal aja," gerutu Raya.
Zoya ketakutan ketika menaiki mobil bersama Leon. Ia bahkan komat-kamit berdoa agar nyawanya dan bayi di dalam kandungannya selamat sampai ke rumah.
Tak butuh waktu lama Leon menghentikan mobilnya di depan rumah. Lalu ia membuka pintu mobil untuk Zoya. Leon masih dalam mode marah. Ia menarik tangan Zoya lalu menguncinya di dalam kamar.
"Ada apa Mas? Kenapa kamu mengunci Zoya di kamarnya?" Tanya Nuna yang melihat Leon dalam keadaan marah.
"Nanti saja aku jelaskan, aku akan kembali ke kantor, tolong jaga dia untukku." Nuna mengangguk patuh.
Leon pun melangkah dengan cepat menuju ke mobilnya. Ia menyalakan mesin kemudian memacu mobilnya dengan sangat kencang. Di tengah perjalanan dia harus menelepon sekretarisnya. Sayangnya saat itu ponselnya jatuh ke bawah.
Tangan Leon ingin meraih ponselnya tapi tidak sampai. Ia masih berusaha memggapainya dengan mengabaikan pandangan hingga mobilnya menabrak sebuah truk yang melintas.
Tabrakan keras tak terhindarkan. Semua orang berkumpul untuk melihat kondisi korban kecelakaan tersebut.
"Yang ini masih hidup, ayo kita tolong," perintah salah satu warga menginterupsi warga yang lain untuk menolong Leon.
Badan Leon penuh luka akibat tabrakan yang begitu dahsyat. Sedangkan sopir truk dinyatakan meninggal di tempat.
Leon segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.
__ADS_1
Setelah itu polisi menghubungi kontak yang ada di ponsel Leon. Kebetulan ponselnya ditemukan dalam keadaan utuh jadi polisi dengan mudah bisa menghubungi keluarganya.
"Hallo, kami dari kepolisian ingin mengabarkan bahwa keluarga anda mengalami kecelakaan sekarang beliau ada di rumah sakit Mitra Persada," kata polisi tersebut memberi tahu keadaan Leon pada istrinya.