
Siang itu Dita sedang serius menatap layar komputer di depannya, ia harus mempelajari berkas yang harus direvisi. Tiba-tiba ponselnya bergetar.
Terlihat nama Mas Ryan sedang memanggil. Dita heran ada apa Mas Ryan meneleponnya, karena biasanya mereka hanya berkomunikasi lewat chat saja.
Dita pun mengangkat telepon dari Mas Ryan, "Hallo".
"Halo, Dita..", ucap Mas Ryan.
"Iya Mas, ada apa Mas?", tanya Dita.
"Aku di parkiran kantor kamu nih, makan siang bareng yuk", ajak Mas Ryan secara frontal. Ia tak lagi malu-malu mendekati Dita.
"Oh begitu ya Mas, tunggu sebentar aku membereskan file dulu ya", jawab Dita.
Dita hanya bisa mendumel dalam hatinya saja, "Dasar lelaki satu ini, sering sekali mengagetkan aku dengan kedatangannya yang tiba-tiba. Apa tidak bisa memberitahu dulu?", omelnya dalam hati.
Dita segera turun ke parkiran dan menemukan mobil Mas Ryan di sana.
Mas Ryan menurunkan kaca jendela mobilnya ketika melihat Dita sambil melambaikan tangan.
Dita pun segera masuk ke dalam mobil Mas Ryan.
"Maaf ya aku tiba-tiba ke sini. Soalnya tadi aku ada meeting di luar kantor dan kebetulan lewat sini, jadi kepikiran untuk mengajak kamu makan siang", ujarnya.
__ADS_1
Padahal itu hanya alasannya saja. Sejujurnya ia memang sudah berniat mengajak Dita pergi makan siang.
"Ooh gitu, kita makan siangnya sama siapa saja Mas?", tanya Dita polos.
"Berdua saja, kamu keberatan?", Mas Ryan bertanya balik.
"Eh, tidak kok Mas, aku hanya bertanya mana tahu ada yang lain juga", ujar Dita.
"Tidak, aku hanya ingin makan berdua sama kamu siang ini. Sepertinya kalau makan sama kamu aku jadi lebih lahap", goda Mas Ryan.
Dita pun tersipu malu sambil menonjok lengan Mas Ryan dengan pelan.
Mas Ryan tertawa puas melihat Dita yang bersemu merah wajahnya.
Tak dipungkiri, Dita mulai merasakan kenyamanan jika sedang dengan Mas Ryan. Mungkin karena usia Mas Ryan yang sudah matang, membuat Dita merasa tenang dan terlindungi.
Tak lama kemudian mereka sampai di sebuah restoran. Restoran terlihat cukup ramai, mungkin karena jam makan siang.
Tiba-tiba pundak Mas Ryan ditepuk oleh seorang wanita, ia terlihat cantik dan modis.
Ternyata wanita tersebut adalah mantan pacar Mas Ryan.
"Mas Ryan, apa kabar?", ucap wanita itu sambil mencubit lengan Mas Ryan. Wanita itu terlihat melirik Dita dengan tatapan tidak suka. Dan Dita pun hanya bisa berpura-pura melihat layar ponselnya.
__ADS_1
"Baik", jawab Mas Ryan seadanya.
"Pacar baru ya Mas?", tanya nya.
Mas Ryan hanya tersenyum dan tak berkata apa-apa.
Wanita itu semakin melihat Dita dengan tatapan sinis,
"Mas, nanti aku hubungi kamu ya, di angkat lho teleponnya, jangan dianggurin", ucap wanita itu.
Mas Ryan kembali tersenyum, dan tak berkata apapun.
Akhirnya wanita itu pamit untuk pergi duluan.
Mas Ryan menatap Dita yang pura-pura sedang memainkan ponselnya. Ia tahu Dita tidak nyaman melihat wanita itu memandangnya sinis. Mas Ryan mencoba menyenggol kakinya, Ditapun tersenyum dan tetap memandang layar ponselnya.
Mas Ryan kembali menyenggol kakinya lebih kuat, Dita tertawa dan memukul pelan tangan Mas Ryan.
"Apa kalau sering jalan sama kamu aku akan lebih sering berjumpa dengan wanita yang akan menatapku sinis? Susah ya kalau jalan sama yang banyak mantannya", goda Dita.
Mas Ryan tertawa mendengar ucapan Dita.
Dalam hatinya senang karena Dita sudah berani menggodanya.
__ADS_1