Mencintai Suami Wanita Lain

Mencintai Suami Wanita Lain
BAB 68


__ADS_3

Dita baru saja pulang dari mini market yang tidak jauh dari flatnya. Ia membeli roti untuk sarapan, begitulah kebiasaannya selama disini. Setiap hari sarapan roti agar tidak lapar selama di kampus. Sebagai mahasiswa ia tentu saja harus pintar mengatur keuangannya agar tidak berlebihan.


Untung saja ia memang tipikal yang hemat hingga bisa menabung uang jajannya setiap bulan. Ia sisihkan sedikit demi sedikit untuk persiapannya melahirkan nanti serta untuk kebutuhan bayinya.


Bulan lalu ia telah membeli perlengkapan bayinya di temani oleh Sherly. Berhubung mereka tinggal di daerah NUS yang termasuk pinggiran kota, mereka harus berbelanja di pusat kota yang lebih lengkap menyediakan perlengkapan bayi dengan berbagai model dan harga.


Dan juga melahirkan di sini tentu saja tidak murah, walaupun ia akan berencana akan melahirkan di rumah sakit kampusnya yang memberi potongan harga bagi setiap mahasiswanya.


Fasilitas di sini memang memudahkannya dalam menjalani kehamilan. Setiap bulannya ia kontrol teratur karena fakultas kedokteran di kampusnya mempunyai sebuah rumah sakit yang bisa di gunakan untuk mahasiswa ataupun umum.

__ADS_1


Dita belum memulai perkuliahan, ia harus menjalani kursus bahasa di kampusnya selama empat bulan untuk persiapan menghadapi perkuliahan yang sepenuhnya akan menggunakan bahasa inggris. Kursus tersebut memang di wajibkan bagi seluruh mahasiswa internasional.


Sebentar lagi kursusnya berakhir. Ia sudah mulai terbiasa menggunakan bahasa inggris sebagai bahasa sehari-harinya karena setiap hari ia berinteraksi dengan orang-orang menggunakan bahasa inggris. Karena bahasa inggris di sini merupakan bahasa pemersatu, di antara berbagai macam ras yang ada di sini, yaitu tionghoa, india dan melayu.


Sampai di depan pintu kamarnya, ia meringis sambil memegang perutnya. Ia merasa nyeri yang terkadang membuatnya kaget. Ini kerap ia alami akhir-akhir ini. Sepertinya kontraksi-kontraksi seperti ini lumrah datang ketika sudah memasuki usia kehamilan menuju sembilan bulan.


Dua minggu lagi kursusnya selesai, kemudian ia punya waktu dua bulan untuk menunggu perkuliahan di mulai. Ia berharap melahirkan di waktu yang tepat. Semoga anak dalam kandungannya bisa diajak bekerja sama dengan ibunya.


Dita sangat beruntung anak yang ada dalam kandungannya tidak rewel. Ia seakan mengerti kondisi ibunya yang sedang berjuang sendirian. Ia selalu tenang dan anteng di dalam perut ibunya.

__ADS_1


***


Dita baru saja menyelesaikan ujian di kursus bahasanya. Beberapa temannya yang sudah menyelesaikan ujian langsung keluar kelas. Setelah menyerahkan lembar ujian, ia pun menyusul keluar ruangan.


Ia langsung bergabung dengan beberapa teman dari Indonesia. Mereka mengobrol sambil kemudian berjalan ke kantin kampus untuk makan siang bersama. Karena nanti ketika perkuliahan dimulai mereka akan jarang bertemu, dikarenakan mereka berasal dari fakultas yang berbeda.


Selepas makan siang beberapa temannya memilih untuk tetap di kampus karena masih ada urusan. Namun Dita memutuskan untuk segera pulang.


Ia berjalan menyusuri trotoar berharap segera sampai di flatnya karena cuaca yang terik hingga menyilaukan mata. Namun baru setengah perjalanan ia berjalan tiba-tiba, 'bless'. Ia merasakan ada sesuatu yang basah keluar dari dalam celananya. Seperti pipis namun ia tidak merasakan apa-apa sebelumnya. Dirabanya celananya yang basah, diciumnya cairan yang merembes tersebut. Sedikit anyir dan bukan seperti pipis.

__ADS_1


__ADS_2