Mencintai Suami Wanita Lain

Mencintai Suami Wanita Lain
BAB 89


__ADS_3

Kurang lebih lima jam menyalami para tamu undangan cukup menguras tenaga Mas Ryan dan Dita hari itu. Yang semula mereka berencana akan menginap di hotel tempat mereka melangsungkan pernikahan akhirnya batal, karena Xander keukeuh untuk pulang ke rumah.


Padahal Dita yang sudah risih ingin segera menghapus make upnya akhirnya mengalah mengikuti kemauan anaknya itu. Masih dengan baju pengantin lengkap akhirnya mereka pulang ke rumah.


Sesampainya di rumah, Dita segera membersihkan diri dan mandi. Memakai gaun brukat yang berat membuat tubuhnya benar-benar lelah dan lengket. Rasanya ia ingin segera merebahkan dirinya di atas kasur untuk melepas penat.


Namun berbeda dengan Xander, tenaganya seperti tak ada habisnya. Padahal jam sudah menunjukkan pukul 22.00, ia masih tetap bersemangat main berlari-larian kesana kemari.


Melihat baterai anaknya yang masih full itu Mas Ryan hanya bisa menghembuskan nafas dengan berat. Sepertinya peluang pengambilan jatah kelonan dengan istrinya yang sudah ia tunggu 4 tahun lamanya terlihat sangat tipis sekali.


Sesekali ditendang nya kaki Dita dengan lembut sebagai kode. Namun apa hendak di kata, Xander kurang bisa diajak bekerja sama malam ini.


Dita mematikan semua lampu ruangan di dalam rumah hingga Xander takut dan setuju untuk beranjak tidur. Akhirnya caranya mempan juga, karena sudah hampir jam 23.00 tapi tak ada tanda-tanda Xander ingin tidur.

__ADS_1


Dan benar saja, hanya dalam sepuluh menit Xander sudah terlelap. Saking lelahnya Dita pun ikut tertidur.


Hingga pada akhirnya ia di kejutkan dengan kecupan Mas Ryan di keningnya. Mas Ryan tidak tega melihat Dita yang sudah kelelahan. Ia memilih untuk bersabar.


Dita yang tahu akan isi hati suaminya pun merasa kasihan. Kini sebagai istri, melayani Mas Ryan secara lahir bathin sudah benar-benar menjadi tugasnya.


Mas Ryan berbaring di sebelah Dita sambil menarik kepala Dita untuk tidur di lengannya. Dita pun bergeser dan menaruh kepalanya di atas lengan suaminya itu.


Mas Ryan memeluk Dita dengan erat. Ada rasa bahagia yang sedang mencuat dari dalam hatinya. Akhirnya wanita yang dicintainya kini kembali ke pelukannya.


Dita menarik tangan Mas Ryan seolah agar tidak melepaskan pelukannya. Karena tubuh mereka yang bersentuhan semakin erat, ada sesuatu yang terbangun dan ingin menunjukkan eksistensinya.


Dita yang bisa merasakan itu langsung membalikkan badannya. Kini mereka berhadapan.

__ADS_1


Kini hasrat yang ada dalam tubuh Mas Ryan sudah tak dapat ia bendung lagi. Diraihnya dagu Dita dengan perlahan. Dikecupnya bibir istrinya itu dengan lembut. Dita pun membalas ciuman Mas Ryan padanya. Lama kelamaan, nafas mereka terdengar semakin pendek dan berat. Ciuman yang semula lembut kini semakin panas.


Dita terlihat mengalungkan tangannya di leher Mas Ryan. Tangan Mas Ryan yang tadinya berada di pinggang Dita, kini tak bisa lagi ia kondisikan. Perlahan di tariknya daster selutut yang Dita kenakan malam itu.


Tiba-tiba Xander terlihat gelisah. Mungkin tidurnya terganggu karena kondisi grasak grusuk yang sedang terjadi di dekatnya.


Dengan spontan Dita menarik dirinya dari Mas Ryan kemudian langsung mengelus punggung Xander agar kembali tertidur. Mas Ryan lagi-lagi harus menunggu dengan sabar.


Setelah Xander kembali tertidur, ditariknya Dita untuk keluar kamar. Ia mengajak Dita untuk ke kamar tamu.


Tanpa basa basi sesampainya di kamar tamu, ia langsung menghidupkan lampu tidur agar suasana menjadi temaram. Belum sempat Dita berbaring, Mas Ryan sudah mencium bibirnya dengan ganas. Mas Ryan yang kini sudah berada di puncak nafsunya pun melucuti pakaian Dita satu persatu. Dita pun berinisiatif membuka pakaian Mas Ryan.


Di dorongnya tubuh Dita hingga sampai ke tempat tidur. Ditelusurinya tubuh Dita ke segala penjuru, kemudian terdenger lenguhan Dita memenuhi ruangan yang membuat Mas Ryan kian bernafsu.

__ADS_1


Desahan demi desahan terdengar silih berganti. Dinginya suhu AC menjadi tidak terasa karena panasnya permainan mereka malam itu.


Mas Ryan meninggalkan beberapa jejak kepemilikannya di bagian leher dan Dada Dita. Nafsunya yang selama ini tertahan kini ia lepaskan. Malam ini Dita tak diberi ampun olehnya. Sampai pukul 03.00 kedua pasangan suami istri itu baru menyerah dan terbaring lemas dengan nafas terengah-engah.


__ADS_2