Mencintai Suami Wanita Lain

Mencintai Suami Wanita Lain
BAB 119


__ADS_3

Ini sudah hari ketiga Dita berada di rumah sakit. Mas Ryan pun masih setia menemaninya, mengurusinya setiap saat tanpa pulang ke rumah dan tanpa ke kantor.


Dita bangun pagi ini dengan kondisi yang semakin baik. Dilihatnya Mas Ryan masih tertidur pulas di sofabed yang terletak tak jauh dari ranjang Dita.


Dita mengelus perutnya dengan pelan. Tak hentinya ia bersyukur karena anak dalam kandungannya masih bisa bertahan sejauh ini. Dokter pun telah melakukan pemeriksaan intensive karena takut adanya kecacatan fisik yang dialami janinnya karena benturan keras pada saat kecelakaan hari itu.


Beruntungnya ketika jatuh dan tersungkur, bagian perut Dita tidak terlebih dahulu menyentuh aspal melainkan tangan dan sebagian wajahnya. Sehingga benturan itu tidak sampai mencelakakan janin yang ada dalam rahimnya.


Namun janinnya sempat mengalami trauma karena terguncang hebat, ditandai dengan tidak ada pergerakan selama satu hari penuh. Tapi saat ini sudah kembali normal. Itulah yang membuat Dita benar-benar bersyukur walaupun kondisi tubuhnya masih penuh luka dan lebam seperti saat ini. Anak yang ada dalam kandunganya adalah prioritas utama baginya saat ini.


Tak lama kemudian, Mas Ryan terlihat terbangun dari tidurnya. Karena melihat Dita yang sudah bangun, ia langsung beranjak menghampiri istrinya itu.


"Sayang kamu sudah bangun? Mau langsung sarapan?" tanya Mas Ryan setelah mengecup kening istrinya.

__ADS_1


Dita menggeleng, pertanda ia belum mau sarapan sekarang.


"Mas, kamu sudah ada telepon Xander? Aku rindu sama dia Mas" tanya Dita pada suaminya.


"Tadi malam Xander sempat videocall tapi kamu sudah tidur sayang. Xander baik-baik saja, dia masih ceria seperti biasanya, kamu jangan terlalu pikirkan ya" jawab Mas Ryan menenangkan istrinya.


Terakhir Dita bersama Xander yaitu saat mengantarkannya pergi ke sekolah pagi itu, setelah itu sampai hari ini Dita belum melihat anaknya itu walaupun melalui videocall. Dita tak ingin Xander melihat keadaannya seperti ini, apalagi wajahnya yang masih luka dan lebam serta bengkak, Xander pasti akan shock melihatnya.


Mas Ryan dan Dita terpaksa berbohong pada anaknya itu, dengan menyebutkan mereka kini berada di luar kota untuk bekerja. Karena jika Xander tahu bahwa Dita sedang sakit, maka bisa dipastikan ia akan merengek sepanjang hari untuk bisa bertemu mamanya.


"Iya sayang, kamu mau apa? minum?" tanya Mas Ryan sembari mendekat.


"Bukan Mas, aku ingin cerita tentang hari itu" jawab Dita pelan.

__ADS_1


"Kamu sudah siap? Kamu tidak perlu memaksakan diri jika kamu belum siap, daripada membuat kondisi kamu jadi menurun" ucap Mas Ryan.


Memang Dita belum bercerita apapun pada Mas Ryan atau pun polisi yang bolak balik datang untuk menginterogasinya perihal kejadian hari itu. Ia kemarin merasa belum siap untuk menceritakan kembali.


Polisi turut serta mengusut kasus ini, karena mobil yang menabraknya berhasil kabur, dan setelah di telusuri ternyata mobil tersebut menggunakan plat palsu serta sudah ditinggalkan oleh pemiliknya di ruas jalan yang tidak jauh dari TKP. Kemungkinan pelakunya kabur dan masih dalam proses pencarian hingga saat ini. Namun beberapa orang saksi mata yang melihat, pengemudi mobil itu adalah seorang laki-laki.


"Aku sudah siap Mas, aku merasa sudah lebih baik saat ini" ucap Dita dengan Mantap.


Mas Ryan menyeret kursi untuk duduk dan mendengarkan cerita istrinya itu.


Dita menceritakan dari awal pertengkarannya dengan ibu Wina dan Wina di kantor Mas Ryan hingga proses mobil merah tersebut menabraknya. Mas Ryan terkejut dan tak menyangka Wina dan ibunya bisa sekeji itu pada istrinya. Ia juga shock mendengar cerita proses istrinya mengalami kecelakaan saat itu, ia tak membayangkan bagaimana ketakutannya Dita yang melihat dengan mata kepalanya sendiri mobil itu datang untuk mencelakakannya.


Dita pun tidak ingin berburuk sangka, namun ia mau polisi menyelidiki apakah ada keterlibatan Wina ataupun ibunya pada kejadian ini. Ia ingin kasus ini benar-benar tuntas.

__ADS_1


Mas Ryan menyetujui istrinya, dan ia langsung menelepon pihak kepolisian untuk segera datang agar Dita bisa menyampaikan sendiri kejadian hari itu dengan sebenar-benarnya. Ia sudah benar-benar geram kali ini.


__ADS_2