
Pagi harinya Mas Ryan merasa kepalanya sangat pusing. Ia juga merasakan nyeri di persendiannya. Ia tidak bisa bangkit dari tempat tidurnya.
Pukul 09.00 Wina mengetuk pintu kamar Mas Ryan. Ia berniat ingin mengajak Mas Ryan sarapan. Namun ia melihat tidak ada respon dari Mas Ryan.
Didekatinya, terlihat Mas Ryan yang seperti bergumam. Kemudian di rabanya kening Mas Ryan, ia terkejut karena terasa sangat panas. Segera di teleponnya dokter untuk secepat mungkin datang ke rumahnya dan memeriksa Mas Ryan.
Dokter pun memberikan resep obat untuk Mas Ryan dan memintanya beristirahat paling tidak satu minggu. Karena kondisi fisik dan psikologisnya sedang tidak fit dan stabil yang membuat kesehatannya menurun.
Wina merawat Mas Ryan yang sedang sakit dengan penuh perhatian. Mas Ryan yang masih saja cuek padanya tak menyurutkan semangatnya untuk tetap mendapatkan perhatian lelaki itu.
Seminggu ia mengurus segala hal untuk Mas Ryan. Namun belum juga ada tanda-tanda Mas Ryan kembali membuka hati untuknya. Sepertinya ia harus kerja keras untuk mendapatkan Mas Ryan kembali. Kini Mas Ryan sudah kembali bekerja. Kesehatannya perlahan pulih. Ia mulai di sibukkan dengan meeting-meeting dan perencanaan project baru.
Ia terduduk dalam ruang kerjanya. Seketika teringat akan hari itu, di sini di pangkuannya ia merengkuh tubuh Dita yang kini tengah ia rindukan.
Mas Ryan berusaha menyembunyikan perasaannya yang masi dirundung kesedihan dengan bekerja. Sama seperti ketika ia terpuruk karena perselingkuhan Wina, hanya pada pekerjaanlah ia mengalihkan perhatiannya.
__ADS_1
Sampai saat ini ia belum mendapatkan kabar tentang Dita. Ia sangat rindu pada wanita itu. Wanita yang biasanya sehari-hari selalu bersamanya, wanita yang sedang mengandung anaknya.
"tok tok tok" tiba-tiba ketukan pintu mengejutkan lamunannya.
"Masuk," jawbnya.
Terlihat Erick, asistennya berjalan masuk. "Mas, ayo kita berangkat. Pihak PT. Prima Griya Diamond sudah menunggu kita di sana" ujar Erick pada bos nya itu.
"Oke, mari kita berangkat" ucap Mas Ryan sambil menyambar ponselnya yang terletak di atas meja.
Hari ini Mas Ryan ada meeting dengan PT. Prima Griya Diamond di sebuah hotel yang cukup mewah. Ia dan Erick menghabiskan waktu kurang lebih 4 jam untuk meeting di sana hingga akhirnya mereka menandatangani kesepakatan. Ia dan juga Erick harus segera kembali ke kantor karena ada tamu lain yang akan mengunjungi kantornya.
Mas Ryan terlihat menelepon supirnya untuk segera menuju lobby. Kemudian ia meminta Erick untuk duluan ke mobil. Ia merasa harus buang air kecil sejenak. Di carinya tanda ataupun simbol toilet kemudian segera menuntaskan hajatnya.
Dengan segera ia pun keluar toilet dan berniat menyusul Erick ke mobil. Tapi tiba-tiba langkahnya terhenti. Ia melihat Wina di sana. Ia menuju toilet wanita.
__ADS_1
Mas Ryan pun dengan refleks bersembunyi di balik toilet pria agar Wina tidak melihatnya. Kemudian ia segera berjalan keluar dan akan menuju mobil sebelum Wina keluar toilet. Saat melewati toilet wanita ia mendengar Wina sedang berbicara dengan seseorang, seketika jiwa penasarannya bergeliat. Ia ingin tahu dengan siapakah Wina berbicara.
Dengan hati-hati ia mendekat pada pintu toilet wanita. Ia tidak mau sampai kelihatan orang, dan orang-orang akan mengiranya mengintip. Di gesernya kepalanya dengan perlahan untuk melihat Wina dari celah ukiran di dinding yang menyerupai fentilasi kecil. Terlihat Wina sedang menghadap ke arah orang tersebut sambil menyerahkan sebuah amplop coklat.
Di carinya lagi celah lain untuk melihat ke dalam, namun tidak berhasil. Dilihatnya ke kanan dan ke kiri, kebetulan sangat sepi dan tidak ada orang lewat, dengan sigap ia menempelkan matanya pada celah tersebut. Ketika itu jugalah ia kaget bukan kepalang melihat lawan bicara Wina saat itu yang tak lain adalah Mira, adik Bi Pur. Terlihat Mira sedang menggunakan kemeja putih dan berdasi kupu-kupu, yang menandakan ia bekerja di hotel ini.
"Seminggu lebih tidak ada kabar, aku kira kamu ingkar janji," ucap Mira.
"Tidak mungkin aku ingkar janji, uang sepuluh juta sangat kecil bagiku" jawab Wina.
"Kini wanita itu telah pergi dan suamiku telah kembali, tugasmu telah selesai, anggap saja kita tidak pernah kenal dimanapun kamu melihatku," ucap Wina.
Mendengar langkah kaki keluar Mas Ryan pun dengan cepat masuk kembali ke toilet pria. Kemudian di intipnya, dilihatnya Wina sudah keluar dari toilet.
Tak lama kemudian terlihat Mira keluar dari toilet, dengan sigap Mas Ryan menarik lengannya. Mira pun terkejut bukan main, ia gemetar melihat tatapan tajam Mas Ryan yang penuh amarah.
__ADS_1