Mencintai Suami Wanita Lain

Mencintai Suami Wanita Lain
BAB 6


__ADS_3

Dita melihat beberapa pramusaji mulai seliweran membawa minuman beralkohol. Dirinya harus segera pulang, pikirnya. Ia tidak mau seperti pesta perayaan kantor Diko sebelumnya, teman-temannya mencari cara agak Dita mau minum. Dan ketika acara selesai Dita pula yang repot membangunkan teman-temannya serta menjaga barang bawaan mereka yang mabuk. Dita segera berdiri dan pamit pada teman-temannya. Mereka menyayangkan Dita yang harus pulang duluan karena party "sesungguhnya" baru saja akan dimulai.


Dita segera mencari Diko dan berpamitan, ia beralasan ada urusan penting. Diko pun ikut menyayangkan kepulangan Dita yang dianggapnya terlalu cepat, padahal masih pukul 22.00.


Ketika akan keluar ballroom, Dita melihat Mas Ryan yang masih bercanda dengan teman-temannya. Ia hanya melirik saja karena takut mengganggu. Kemudian memberi kode bahwa ia harus pulang.


Tak disangka Mas Ryan berdiri dan menghampirinya, kemudian bertanya kenapa Dita pulang padahal teman-temannya masih berkumpul.


"Saya ada urusan Mas" jawab Dita sopan.


Dita kaget Mas Ryan berkata bahwa ia juga akan pulang, ia meminta Dita menunggunya sebentar karena ia akan pamit pada Diko.

__ADS_1


Diko pun diam-diam memperhatikan Mas Ryan dan Dita yang pulang berbarengan. Ia melihat ada sesuatu yang berbeda pada mereka berdua.


Sambil berjalan menuju lift Dita bertanya pada Mas Ryan, "Mas kenapa tiba-tiba mau pulang? Sepertinya tadi ngobrolnya lagi seru".


"Saya sebenarnya kurang suka keramaian, jadi kalau pergi kesebuah acara apalagi pesta bawaannya kurang betah", jawab Mas Ryan.


"Sebenarnya saya juga tidak ada urusan sih mas, hehehe", aku Dita.


Dita pun menceritakan kejadian pada pesta sebelumnya dimana Dita diajak minum minuman beralkohol oleh teman-temannya. Dan mereka mencari cara agar Dita mau minum juga. Sampai akhirnya Dita kewalahan menghadapi teman-temannya yang sungguh usil dan jahil yang mau membuat Dita mabuk seperti mereka. Dan menjelang pagi Dita pun harus membangunkan teman-temannya yang tertidur karena mabuk. Karena semalaman Ditalah yang menjaga barang-barang bawaan mereka. Jadinya Dita kapok dan memilih pulang duluan.


Mas Ryan tertawa mendengar cerita Dita. Iya membayangkan betapa repotnya Dita mengurusi teman-temannya yang mabuk.

__ADS_1


Sesampainya di dalam lift tak disangka Mas Ryan mengajak Dita untuk ngopi-ngopi sambil bercerita.


Dita pun tidak punya alasan untuk menolak. Ia pun jika pulang ke kost nya jam segini pasti masih sepi karena sebagian besar penghuni kost pergi bermalam minggu hingga larut malam. Dita menyetujui ajakan Mas Ryan, dan memberi saran untuk ngopi di Leaf Cafe saja. Itu merupakan tempat langganannya sejak masih kuliah dulu. Tempatnya nyaman dan tidak terlalu berisik, cocok untuk Mas Ryan yang kurang suka pada keramaian.


Mas Ryan langsung setuju pada saran Dita.


Mereka mengemudikan mobil menuju Leaf Cafe dan segera turun serta mencari tempat duduk yang nyaman.


Dita memesan Ice Caramel dan Mas Ryan memesan Americano. Kemudian Dita menyarankan Mas Ryan untuk memesan sepotong Red Velvet, karena Red Velvet buatan cafe tersebut sangat enak menurutnya. Mas Ryan pun memesannya.


Mas Ryan memperhatikan Dita saat Dita sedang membaca menu. Ia menilai Dita sangat ceria dan apa adanya, sungguh polos sekali. Ia merasa seperti ada rasa tertarik untuk banyak mengobrol dengan Dita karena pembawaan Dita yang memang sangat supel dan apa adanya.

__ADS_1


__ADS_2