Mencintai Suami Wanita Lain

Mencintai Suami Wanita Lain
BAB 100


__ADS_3

Mas Ryan mendorong troli penuh barang bawaan mereka sambil terlihat sedang berbicara di telepon dengan seseorang. Dita berjalan di sampingnya sambil menggandeng lengan suaminya itu.


Suasana Bandara Soekarno Hatta siang itu terlihat tidak terlalu ramai, mungkin karena weekdays. Sehingga Dita dan Mas Ryan tidak terlalu perlu menyelip di tengah kerumunan orang.


Dimas, Novia dan Xander sudah menunggu mereka di terminal kedatangan, mereka berdua pun tak sabar ingin segera bertemu dengan Xander yang selalu mereka rindukan selama bulan madu.


Xander yang melihat Dita dan Mas Ryan keluar langsung loncat kegirangan. Betapa senangnya ia dengan kepulangan orang tuanya. Ia sangat rindu ingin tidur di pelukan papa mamanya.


Xander langsung berlari ke arah Dita yang sudah bersiap membuka kedua tangannya untuk menyambut pelukan anaknya.


"Mamaaa" panggilnya sambil berlari.


"Sayang" ucap Dita sambil memeluk anaknya erat. Diciuminya anaknya dengan gemas.


Gantian Mas Ryan memeluk Xander dan membawanya ke gendongannya untuk melepaskan rindu.

__ADS_1


Tampak Novia dan Dimas mendekat ke arah mereka. Di peluknya Mas Ryan dan Dita secara bergantian sebagai ucapan selamat datang kembali.


"Bagaimana Mas? Sukses?" tanya Dimas sambil tersenyum menggoda Mas Ryan.


Mas Ryan langsung tertawa mendengar pertanyaan adik iparnya itu, "Sukses dong pastinya, hajar terus, tinggal tunggu hasilnya saja" jawabnya sambil merangkul pundak istrinya.


Seketika mereka tertawa mendengar jawaban Mas Ryan yang begitu percaya diri. Dita sampai mencubit lengannya karena malu pada Dimas dan Novia. Namun Mas Ryan malah terkekeh melihat wajah istrinya yang sudah memerah itu.


Mereka langsung menuju parkiran dan bergegas pulang. Karena Mas Ryan dan Dita yang sudah sangat lapar, dan Novia bilang Bi Pur sudah memasakkan masakan spesial menyambut kepulangan mereka berdua. Mereka tidak sabar ingin segera sampai ke rumah.


Tanpa menunggu lama mereka terlihat sangat sibuk dengan piring masing-masing. Bi Pur juga ikut makan bersama dan duduk di sebelah Xander yang sedang menikmati ayam goreng mentega buatan Bi Pur yang benar-benar lezat. Bi Pur senang melihat semuanya menyukai masakannya.


Setelah selesai makan, Dita membongkar oleh-oleh yang telah mereka persiapkan. Semua terlihat sumringah menerima oleh-oleh yang di berikan Dita dan Mas Ryan. Dimas mendapatkan jam tangan dan sepatu, Novia mendapatkan handbag dan clutch, Bi Pur mendapatkan oleh-oleh beberapa buah baju dan sebuah sandal dengan ukiran khas Thailand. Dan kalau untuk Xander pastinya mainan dan robot Avangers kesukaannya.


Menjelang malam, Dimas dan Novia pamit untuk pulang ke apartement. Tak lupa Bi Pur membawakan lauk untuk mereka berdua. Xander pun terlihat sedih melihat om dan tante nya yang mau pulang setelah seminggu menemaninya dan mengajaknya jalan-jalan.

__ADS_1


"Besok tante sama om ke sini lagi ya, kita jalan-jalan ke mal lagi" bujuk Novia yang melihat keponakannya sedang bersedih.


"Janji ya tante, Xander tunggu" ucapnya dengan mata berharap.


Novia langsung memberikan jari kelingkingnya, Xander pun juga melakukan hal yang sama kemudian mengaitkan jari kelingking mereka pertanda berjanji.


"Terima kasih banyak ya kalian sudah sangat repot satu minggu ini untuk Xander" ucap Dita.


"Tidak apa-apa Kak, Xander anak baik, pintar juga, tidak pernah rewel dan merepotkan kami berdua" jawab Novia sambil mengelus lengan Dita.


Tak lama kemudian mobil mereka keluar dari halaman rumah kemudian berlalu. Mas Ryan dan Dita menghela nafas lega. Akhirnya semua berjalan lancar dan sesuai rencana tanpa ada perubahan karena Xander rewel.


Sambil berjalan masuk ke dalam rumah, Mas Ryan merangkul Dita. "Kalau begini kayaknya kita bisa ke Eropa untuk bulan madu part ke sekian" ucap Mas Ryan sambil melirik Dita dan menunggu responnya.


Dita langsung mencubit pinggang Mas Ryan agar diam dan tak berkhayal yang macam-macam.

__ADS_1


__ADS_2