
"Eh ini ponakan gue ya?" tanya Dimas lagi sambil melirik ke arah Xander yang masih dalam gendongan Mas Ryan.
Mas Ryan langsung mendekat meminta Xander untuk bersalaman dengan Dimas, "Sayang, ini om Dimas, ayo salaman dulu".
"Hai Xander, main ke rumah om Dimas yuk. Om Dimas punya es krim, banyak banget" ucapnya sambil menyalami tangan Xander yang mungil.
Xander mengangguk dengan mata berbinar-binar mendengar kata es krim.
"Dit, Mas, kita ke apartement dulu ya, Novia sudah menunggu kita. Ia sudah masak khusus untuk kalian" ujar Dimas.
__ADS_1
Mas Ryan dan Dita mengangguk bersamaan. Kemudian mereka segera menuju parkiran mobil dan melaju menuju apartement.
Dita memandangi jalanan ibu kota. Ada rasa nyeri terselip di dadanya, gambaran-gambaran masa lalu mulai terbersit di pikirannya. Namun ia berusaha untuk menyingkirkannya. Kini ia harus bisa hidup lebih bahagia tanpa bayangan-bayangan kejadian kelam itu.
Di apartement, Novia menyambut kedatangan mereka dengan penuh suka cita. Ia memeluk Dita untuk pertama kalinya, setelah pertemuan pertama mereka yang kurang pantas dulu. Dita mengelus perut rata Novia dengan lembut sambil mengucapkan selamat.
Novia yang senang dengan anak-anak langsung menyambut Xander dengan sumringah. Ia telah menyiapkan kulkas penuh bermacam-macam snack dan es krim agar Xander senang. Tentu saja Xander senang sekali.
Terlihat banyak menu yang di sajikan. Rupanya mereka memang memasak khusus untuk menyambut kedatangan Mas Ryan, Dita dan Xander. Siang itu suasana hangat memenuhi apartement itu. Mereka makan siang bersama, mengobrol dan bercanda bersama. Ditambah dengan kelucuan Xander yang kerap kali memecah suasana menjadi lebih ramai.
__ADS_1
Dita sudah lama tidak merasakan suasana seperti itu. Kini ia merasa seperti menemukan keluarga baru. Hatinya di selimuti rasa bahagia hari ini.
Seusai makan siang, Xander yang sedang memegang sebuah es krim terlihat bermain dengan Dimas. Dita sedang berbincang dengan Novia yang akhir-akhir ini mulai di landa rasa mual karena bawaan hamil. Novia senang karena kini ia mempunyai teman untuk sharing masalah kehamilan. Ia juga berharap Dita dan Mas Ryan segera menikah agar Dita sah menjadi kakak iparnya.
Mas Ryan terlihat tersandar di sofa sambil fokus memainkan ponselnya. Dita yang sedang berbincang dengan Novia pun sesekali meliriknya. Ia paling tidak tahan melihat Mas Ryan dengan ekspresi serius seperti itu, terlihat begitu cool dan tingkat ketampanannya di mata Dita kian meningkat. Apalagi jika dilihat dari samping begini, hidung mancung bak perosotan makin memikat siapapun yang melihatnya. Sama sekali tidak terlihat usianya yang telah memasuki 45 tahun. Masih terlihat segar dan atletis seperti sepuluh tahun lebih muda.
Dita juga merasa kasihan karena Mas Ryan pasti lelah harus bolak balik Jakarta - Singapura beberapa waktu lalu. Kini Mas Ryan harus kembali berkutat dengan pekerjaannya di Jakarta. Di tambah lagi dengan kehadiran Xander yang otomatis akan membagi waktunya.
Novia pamit untuk ke toilet meninggalkan Dita dengan lamunannya. Kemudian Dita bangkit dan berkeliling apartement. Di pandanginya setiap sudut ruangan, memori-memori indahnya bersama Mas Ryan satu persatu mulai hadir. Seperti puzzle yang disusun satu persatu membentuk sebuah gambar kenangan masa lalunya.
__ADS_1
Ia berjalan menuju kamarnya dulu yang kini telah menjadi kamar Novia dan Dimas. Ia berdiri di depan pintu kamar sambil melihat ke dalamnya. Dipandanginya tiap inci dinding yang ada di sana, seolah tertempel gambar masa lalunya bersama Mas Ryan. Di pandangnya kasur yang masih sama seperti dulu, ada rasa berdesir dalam darahnya. Memori-memori adegan ranjang yang dulu pernah terjadi di sana pun melintas di kepalanya.
Tiba-tiba terasa sesuatu yang hangat memeluknya dari belakang. Terlihat dari cermin Mas Ryan memeluknya sambil menunduk menyandarkan kepalanya di pundak Dita. Dita memejamkan matanya, membiarkan puing-puing rindu melepaskan diri diantara keduanya. Novia yang baru saja keluar dari toilet pun tak sengaja melihat adegan tersebut, ia kemudian cepat-cepat berlalu dan pura-pura tidak melihat.