
Sesampainya di dalam kamar, Mas Ryan segera mengeluarkan laptop, ipad, serta beberapa berkas dan meletakkannya di meja kerja yang terdapat di dalam kamar. Tak lama kemudian ia terlihat sedang melakukan panggilan video dengan teamnya yang berada di hotel yang berbeda dengan mereka. Sepertinya ada yang masih perlu direvisi sehingga Mas Ryan masih harus sambil bekerja malam itu.
Dita yang sudah lelah seharian pun segera membuka kopernya, ia mengambil beberapa barang kemudian bergegas mandi karena ia ingin segera tidur.
Ketika Dita keluar dari kamar mandi, Mas Ryan terlihat masih serius dengan panggilan videonya. Sekilas Mas Ryan melirik Dita yang terlihat fresh setelah mandi, ditambah lagi daster diatas lutut yang berwarna biru muda yang ia kenakan makin membuatnya terlihat segar dan natural.
Dita baru teringat akan ponselnya yang belum ia charge, ia pun terlihat mengambil charger ponselnya dan mulai mengisi daya baterai. Kemudian ia kembali teringat akan pesan masuk yang tidak jadi ia lihat ketika di mobil. Sambil duduk di sebuah kursi ia kemudian membaca dan membalas pesan-pesan masuk yang sedari tadi ia biarkan. Tak lupa ia mengecek sosial medianya yang juga seharian ia lupakan.
Tiba-tiba Mas Ryan yang sudah selesai dengan panggilan videonya pun menghampiri Dita dan memeluk pundaknya dari belakang, ia mencium pipi Dita dengan penuh perasaan.
__ADS_1
"Mas, segera mandi. Sudah larut malam soalnya, nanti bisa masuk angin. Lagian biar makin segar karena sudah berkegiatan seharian", ucap Dita.
Mas Ryan pun mengangguk dan melepaskan pelukannya. Kemudian ia segera mengambil baju dan peralatan mandinya dari koper, tak lama kemudian ia pun menghilang dari pintu kamar mandi.
Setelah selesai membalas pesan dan mengecek sosial medianya, Dita berdiri dan membuka gorden. Kemudian, ia membuka pintu kaca menuju balkon. Ia pun tersenyum bahagia melihat view yang sungguh luar biasa. Dari situ ia bisa melihat Patung Merlion, gedung Marina Bay Sands yang megah dan beberapa bangunan indah lainnya. Lampu-lampu yang menghiasi gedung-gedung itu membuat malam semakin indah. Sungguh beruntung ia menikmati pemandangan indah malam itu, benar-benar merefresh pikirannya. Segera ia mengambil ponselnya dan mengabadikan pemandangan indah tersebut.
Terdengar Mas Ryan keluar dari kamar mandi, dan melihat Dita sedang berada di balkon. Dita melirik ke arah Mas Ryan, terlihat Mas Ryan yang telah selesai mandi dan kini menggunakan pakaian santainya, sebuah celana tidur panjang dan baju kaos yang fit dibadannya memperlihatkan betapa atletis tubuhnya.
"Suka sekali Mas, baguss sekali. Sini deh, kita lihat bersama", jawab Dita.
__ADS_1
Mas Ryan pun menuju balkon menghampiri Dita yang sedang menikmati indahnya view dari kamar mereka. Mas Ryan memeluk Dita dari belakang. Mereka menikmati kota Singapore yang indah.
Dita sungguh merasa beruntung karena bisa menikmati pemandangan indah malam itu, ditambah lagi saat itu ia ditemani oleh Mas Ryan yaitu lelaki yang kini ia cintai. Sungguh sempurnanya malam itu baginya.
Dita membalikkan badannya dan memeluk Mas Ryan, terasa hangat dan nyaman sekali. Wangi tubuh Mas Ryan yang sehabis mandi ditambah kokohnya dada Mas Ryan yang bidang membuat ia semakin larut dalam perasaannya serta melupakan segala keraguannya selama ini. Saat ini yang ia inginkan hanyalah selalu berada di dekat lelaki itu.
Mas Ryan memegang dagu Dita, mendekatkan wajahnya. Ia pun mencium bibir Dita dengan penuh kelembutan. Dita pun menjinjitkan kakinya dan memeluk leher Mas Ryan pertanda ia menyambut ciuman Mas Ryan yang begitu hangat. Mereka berdua sedang dimabuk cinta, mencurahkan segala rasa yang mereka pendam selama ini.
Kemudian mereka dikejutkan dengan suara panggilan video dari ipad Mas Ryan, sontak mereka pun melepaskan ciumannya. Sepertinya dari asisten Mas Ryan dan teamnya.
__ADS_1
Melihat Mas Ryan yang kembali bekerja, Dita pun segera menuju ke tempat tidur. Diliriknya jam yang ada di ponselnya, ternyata sudah jam 24.00, pantas saja ia merasa sangat mengantuk. Diletakkannya ponselnya di sebuah kabinet di samping tempat tidurnya, kemudian memejamkan mata. Mas Ryan pun menghampiri Dita, "Kamu tidur duluan ya, aku akan melanjutkan pekerjaan sebentar", ujarnya.
Dita pun mengangguk sambil tersenyum. Mas Ryan pun mengecup kening Dita dan kembali ke meja kerja. Tak lama kemudian Dita pun terlelap.