Mencintai Suami Wanita Lain

Mencintai Suami Wanita Lain
BAB 55


__ADS_3

"Saya ke sini sendiri, Dok" ucap Dita pelan.


"Oh maaf, kalau begitu saya langsung menyampaikan pada ibu saja" ujar dokter.


"Ibu tenang saja, janinnya masih dalam keadaan sehat namun terkait kondisi yang ibu alami saat ini saya akan meresepkan beberapa obat yang akan di masukkan melalui suntikan, nanti perawat yang akan memberikannya di ruang sebelah, tapi nanti setelah itu ibu silahkan ke ruangan saya lagi karena ada yang akan saya sampaikan." jelas dokter tersebut.


Dita pun mengangguk paham.


Tak lama kemudian datanglah seorang perawat yang membantu Dita untuk berjalan menuju ruangan lain. Di situ Dita di minta untuk berbaring, kemudian perawat tersebut mencari pembuluh darah vena di punggung tangan Dita. Ia meminta Dita sedikit menahan sakitnya karena obat akan di berikan melalui intravena.


Terlihat Dita yang sedang meringis menahan sakitnya suntikan di tangannya.


Kemudian perawat meminta Dita untuk beristirahat sejenak sampai obatnya bereaksi. Dan benar saja tidak sampai sepuluh menit kemudian Dita sudah merasa lebih baik. Ia tidak lagi merasakan sakit di bagian perutnya. Namun perawat belum membolehkan Dita untuk duduk dan berdiri. Sampai sekitar satu jam menunggu akhirnya Dita diperbolehkan pulang, namun ia harus kembali ke ruangan dokter dulu untuk menerima penjelasan dokter terkait kandungannya.

__ADS_1


Ketika ia keluar dilihatnya klinik dokter tersebut sudah sepi. Sepertinya sudah tidak ada pasien lagi. Diliriknya jam di ponselnya, ternyata sudah jam 23.30. Pantas saja klinik ini sudah sepi.


Ia pun segera masuk ke ruangan dokter. Terlihat dokter sedang melepaskan baju prakteknya, mungkin karena pasiennya sudah habis untuk malam itu.


Dokter tersebut tersenyum dan segera mempersilahkan Dita untuk duduk.


"Bagaimana keadaannya?" tanya dokter.


"Sudah jauh lebih baik Dok," jawab Dita sambil duduk di kursi di depan meja dokter.


"Saat ini sepertinya ibu sedang dalam keadaan yang tidak terlalu baik, maksud saya sepertinya ibu mengalami stress berat. Karena pada usia kehamilan saat ini jarang terjadi kondisi kram hebat seperti yang ibu alami kecuali ibu dalam kondisi stress" jelas dokter.


"Memang untuk saat ini janin dalam kondisi sehat, tapi jika dibiarkan kondisi ibu terus menerus dalam keadaan seperti ini bisa jadi akan berdampak pada fisik ataupun mental janin" lanjut dokter.

__ADS_1


Dita hanya bisa terdiam dan tertunduk mendengar penjelasan dokter. Memang benar apa yang di katakan dokter, ia sedang stress dengan apa yang di alaminya saat ini.


"Oleh karena itu tadi saya ingin berbicara dengan suami ibu, karena lingkungan ibu harus mendukung ibu untuk mendapatkan suasana hati yang baik. Ibu harus punya kesibukan yang bisa membuat ibu rileks dan bahagia selama kehamilan ini" jelas dokter lagi.


Dita hanya tersenyum dan mengangguk.


"Kalau bisa, kondisi ibu yang seperti ini tidak terjadi lagi kedepannya. Karena obatnya tidak boleh sering diberikan, obat tersebut hanya di berikan dalam kondisi yang harus mendapatkan penanganan cepat karena dosisnya yang besar dan sifatnya yang cukup keras." ujar dokter dengan wajah serius.


Lagi-lagi Dita mengangguk, "Baik Dok, terima kasih banyak Dok" ucapnya.


Tak lama kemudian Dita keluar dari ruangan dokter dan menebus beberapa obat serta menyelesaikan administrasinya.


Ia berdiri di depan klinik sambil memesan taksi online, namun sedari tadi semua yag di pesannya meng-cancel pesanannya. Mungkin karena sudah larut malam. Sudah hampir pukul 24.00.

__ADS_1


Tiba-tiba seseorang menegurnya.


__ADS_2