
Dita melangkah keluar toilet sambil mengibaskan bajunya yang masih sedikit basah karena habis dibersihkannya. Ia lega karena sudah lepas dari wanita yang membuatnya shock pagi ini.
Karena begitu fokus dengan bajunya, tiba-tiba ia menabrak seseorang. Bahunya terasa sakit, cukup kuat ternyata mereka bertabrakan.
Dita mengangkat kepalanya hendak meminta maaf dengan orang yang baru saja ditabraknya itu. Namun tiba-tiba ia mengurungkan niatnya setelah melihat orang tersebut.
Wina berdiri tepat di depan Dita sambil memegang bahu kirinya. Ternyata ia juga merasa kesakitan. Ditambah lagi ketika tahu orang yang menabraknya adalah Dita. Rasa sakit yang ada di bahunya serasa menjalar hingga ke seluruh tubuhnya.
Ia langsung menatap Dita dengan tatapan penuh kebencian. Tatapannya seperti seekor harimau yang sedang ingin mencabik-cabik mangsanya. Namun itu tak membuat Dita gentar. Ia balik menatap Wina dengan tajam.
Wina merasa ditantang oleh Ditapun semakin emosi. Dengan secepat kilat, dicengkramnya lengan Dita dengan kasarnya.
__ADS_1
Dita cukup terkejut, dan ia bisa merasakan betapa kuatnya cengkraman Wina di lengannya yang mulai perih. Ia melihat sekeliling lorong menuju toilet itu, tak ada orang satupun di sana. Sepertinya tidak memungkinkan ia meminta pertolongan saat itu. Ia harus bisa survive kali ini.
Dengan kekuatan penuh Dita menghempaskan lengannya hingga cengkraman Wina terlepas. Wina tersenyum sinis melihat perlawanan Dita.
"Kita sudah tidak punya urusan apapun. Jangan pernah ganggu kehidupanku" ucap Dita sambil melangkah pergi.
Namun tidak semudah itu Wina melepaskannya, kembali diraihnya lengan Dita dan dicengkramnya hingga Dita meringis kesakitan.
"Lepaskan!" ucap Dita dengan nada membentak.
Dita kembali menghempaskan lengannya dengan sekuat tenaga untuk melepaskan cengkraman Wina. "Hei, jangan pura-pura lupa kamu ya. Kamu yang menghancurkan rumah tanggamu sendiri sampai akhirnya Mas Ryan sudah muak denganmu. Dan sekarang jangan salahkan aku, harusnya kamu berkaca. Bukannya aku tidak tahu, dulu kamu berusaha menghancurkan hubungan kami karena kamu sudah meninggalkan lelaki selingkuhanmu itu karena dia sakit parah kan? Setelah selingkuhanmu terbaring lemah tak berdaya kamu mau kembali lagi merebut hati Mas Ryan. Jangan mimpi kamu, Mas Ryan sudah jijik dan muak sama kamu" ucap Dita berapi-api. Ia keluarkan segala uneg-unegnya yang telah ia pendam selama ini.
__ADS_1
Darah Wina terasa mendidih mendengar ucapan Dita barusan. Dengan cepat tangannya melayang menampar wajah Dita.
Dita yang kurang siap benar-benar terkejut dengan tamparan tersebut. Ia langsung memegang pipinya yang memerah, perih dan terasa panas.
"Kurang ajar kamu! Kamu pikir kamu siapa bisa berbicara seperti itu pada ku?Hah?!" seru Wina sambil menunjuk kening Dita dengan telunjuk dan menoyornya.
Dengan sigap Dita menepis tangan Wina yang berada di depan kepalanya. Dengan sekuat tenaga dibalasnya tamparan Wina. Dilayangkannya tangan kanannya tepat ke pipi kiri Wina hingga Wina tersungkur.
Tiba-tiba ibu Wina keluar dari dalam toilet dan tergopoh-gopoh menolong anaknya untuk bangun.
"Dasar perempuan gila, kamu apakan anakku?!" ucap ibu Wina dengan histeris.
__ADS_1
"Silahkan tanya anakmu, apa yang sudah dia perbuat lebih dulu padaku" ucap Dita pada kedua orang itu.
"Sekarang kalian berdua jangan lagi macam-macam denganku. Uang dan kekuasaan kalian tidak akan bisa merusak kebahagiaanku" ucap Dita sambil pergi dan berlari menuju lobby, kemudian menghilang dibalik pintu lift.