Mencintai Suami Wanita Lain

Mencintai Suami Wanita Lain
BAB 9


__ADS_3

Malam itu Dita baru selesai mandi dan masih menggunakan handuk ketika terdengar seseorang mengetuk pintu kamar kostnya. Ia pikir si Louise tetangga kamarnya yang memang sering datang ke kamarnya, dan tanpa ragu ia membuka pintu kamar kostnya.


Dita kaget bukan kepalang, melihat yang ada di depan pintu bukan lah Louise melainkan Mas Ryan. Sontak Dita kembali menutup pintu kamar kostnya kemudian menepuk jidatnya menyesali kenapa ia langsung membuka pintu tanpa bertanya siapa yang datang. Sungguh memalukan, pikirnya.


Mas Ryan pun tak kalah kaget dan terbengong-bengong melihat Dita membuka pintu dengan kondisi menggunakan sehelai handuk saja. Ia pun hanya bisa menelan ludahnya melihat mulusnya tubuh Dita dengan rambut basah terurai. Mungkin lelaki manapun yang melihat juga akan terbengong-bengong sama seperti dirinya.


"Mas Ryan, maaf mas aku tutup pintunya", teriak Dita dari dalam.


"Tidak apa-apa, aku tunggu di luar saja", ucap Mas Ryan.


Mas Ryan pun duduk di kursi tamu di depan jendela kamar kost Dita.


Tak lama dita yang sudah selesai berpakaian pun keluar dan menemui Mas Ryan. Mas Ryan meminta maaf atas kedatangannya yang tidak tepat waktu dan mengagetkan Dita.


"Tidak apa-apa Mas, aku yang seharusnya tanya dulu siapa yang datang. Tadi aku kira Louise tetangga kamar yang biasa main ke kamarku, jadinya langsung aku buka saja", jawab Dita.


"Eh tapi Mas Ryan tahu kamarku dari siapa?", tanya Dita penasaran.


"Dari security yang jaga di depan, beliau juga yang mengantar sampai depan kamar kamu", jelas Mas Ryan.


"Aku mengganggu tidak? Kamu apa ada janji mau pergi? Atau mungkin lagi sibuk? kalau aku mengganggu tidak apa-apa lain kali saja aku ke sini lagi", lanjut Mas Ryan berbasa basi.


"Eh tidak Mas, sama sekali tidak", jawab Dita.


"Ngomong-ngomong Mas Ryan ke sini ada perlu sama aku?", tanya Dita yang sedari tadi penasaran dengan alasan kedatangan Mas Ryan.


"Sebenarnya aku ke sini mau minta tolong sama kamu. Adik perempuan aku minggu depan ulang tahun, rencananya aku ingin membelikan tas sebagai kadonya dan akan aku kirim ke Kalimantan. Adik aku seumuran dengan kamu. Kamu mau tidak membantuku memilihkan kado untuknya? karena aku tidak update tentang selera perempuan", ujar Mas Ryan.


"Iya Mas, dengan senang hati aku akan membantu memilihkan kadonya", ucap Dita.

__ADS_1


Terlihat ekspresi senang dari wajah Mas Ryan karena Dita mau membantunya.


"Tapi aku ganti baju dulu ya Mas, tunggu sebentar tidak apa-apa kan?" ,tanya Dita.


"Oh iya tidak apa-apa, silahkan", jawab Mas Ryan sopan.


Mereka pergi ke salah satu pusat perbelanjaan yang direkomendasikan Dita kepada Mas Ryan untuk mencari macam-macam tas yang sedang hits saat ini.


Saat Dita sedang memilih tas yang ada di salah satu counter tas branded di pusat perbelanjaan tersebut, Mas Ryan tampak memperhatikannya dengan seksama.


Dita yang tau bahwa Mas Ryan sedang memperhatikannya pun langsung grogi dan tidak sengaja hampir menjatuhkan sebuah tas.


Dengan sigap Mas Ryan menangkap tas tersebut, pandangan mereka bertemu dekat sekali.


Saat itu jantung Dita berdegup begitu kencangnya, begitupun dengan Mas Ryan.


Mas Ryan hanya tersenyum melihat tingkah Dita.


Setelah selesai memilih kado untuk adiknya, Mas Ryan meminta Dita memilih satu tas untuknya juga. Dita menolak, karena dia sedikitpun tidak mengharapkan pamrih apapun karena telah membantu Mas Ryan.


Mas Ryan memaksa, Ditapun tidak kalah memaksa untuk menolak.


Mas Ryan merasa heran dengan Dita. Karena semua teman wanitanya selalu senang jika dibelikan barang-barang mahal olehnya. Bahkan mantan-mantan pacarnya dulu gampang sekali didekati hanya dengan diberi barang-barang mahal.


Hal itu tidak berlaku untuk Dita, ia sudah terbiasa hidup mandiri sejak kuliah. Tidak ada dalam kamusnya bergantung dan meminta barang-barang mahal pada laki-laki bahkan pacarnya sekalipun.


Setelah dari counter tas, mereka mampir di sebuah restoran sushi untuk makan malam. Dita yang sudah sangat lapar tidak segan menghabiskan beberapa piring sushi. Mas Ryan hanya tersenyum melihat tingkahnya.


Mas Ryan kembali tertegun dengan sikap Dita yang apa adanya, tidak menjaga image yang berlebihan. Ditambah lagi Dita bisa membangun suasana menjadi ceria, rasa lelahnya setelah bekerja seketika hilang dengan bercanda dan mengobrol dengan Dita. Itu yang selama ini hilang dan ingin ia temukan, sesuatu yang bisa membuatnya kembali bergairah dan merasa hidupnya lebih berwarna. Beberapa kali Mas Ryan mencoba menjalin hubungan dengan wanita, ia belum menemukan seseorang yang benar tulus dan apa adanya. Kebanyakan dari mereka hanya cinta karena berlandaskan materi saja.

__ADS_1


"Mas, kalau kamu tunggu di sini sebentar tidak apa-apa?", tanya Dita.


"Memangnya kamu mau kemana?", Mas Ryan balik bertanya.


"Aku mau ke houseware sebentar, ingin membeli alat dapur", jawab Dita.


"Kalau begitu aku ikut saja", ucap Mas Ryan.


"Eh jangan Mas, nanti kamu bosan. Kamu di sini saja ya", ujar Dita.


"Tidak apa-apa Dit, santai saja. Aku ikut pokoknya", Mas Ryan masih kekeuh.


Merekapun menuju houseware,


Dita terlihat memilih sebuah wajan keramik dan teflon, kemudian juga memilih beberapa piring dan gelas-gelas yang unik.


"Kamu suka masak ya?", tanya Mas Ryan pada Dita.


"Iya Mas, kebetulan aku suka masak kalau lagi libur atau pas lagi bosan", jawab dita sambil memilih beberapa mug lucu yang terpajang.


"Wah boleh nih kapan-kapan aku menyicipi masakan kamu", canda Mas Ryan.


"Boleh banget Mas, aku senang sekali kalau ada yang mau makan masakan aku. Biasanya setelah masak aku akan bagi-bagikan ke teman-teman untuk dicicipi. Maklum, belum punya suami sih yang bisa disuruh mencoba masakanku", Jawab Dita sambil tertawa.


Satu lagi nilai plus yang dilihat Mas Ryan dari seorang Dita, pintar masak.


Sejak menikah hingga sekarang, tidak pernah ia merasakan masakan istrinya. Karena semua urusan rumah tangga sudah di-handle oleh asisten rumah tangga mereka.


Mas Ryan semakin tertarik dengan Dita. Ia berharap bisa semakin dekat dengan Dita. Ia sadar bahwa usia mereka berbeda jauh sekali, sehingga ia harus siap jika Dita tidak bersedia ia dekati karena perbedaan usia tersebut.

__ADS_1


__ADS_2