Mencintai Suami Wanita Lain

Mencintai Suami Wanita Lain
BAB 66


__ADS_3

"Iya iya, maaf" ucap Dita sambil tertawa.


Terlihat beberapa awardee lain sudah mulai masuk untuk segera check in.


"Dit, kamu hati-hati ya" ujar Dokter Aldy dengan wajah serius.


"Jaga dirimu di sana. Terima kasih telah mau menjadi temanku" lanjutnya lirih.


"Jagalah kesehatan dan kandunganmu. Anak ini nanti pasti akan menjadi anak yang hebat, ia pasti akan bangga dengan perjuangan ibunya" ucapnya sambil mengelus perut Dita.


Dita tersenyum dan menitikkan air mata haru.


Dokter Aldy memeluk Dita erat, tak sadar air matanya pun jatuh. Di tepuk-tepuknya punggung Dita seakan untuk memberi kekuatan. Pelukan perpisahan yang penuh keharuan.

__ADS_1


Dokter Aldy pun melepaskan pelukannya, melangkah mundur dan memberi kode untuk Dita agar segera masuk.


Dita kembali mengelap air matanya yang sejak tadi tumpah. Tak habisnya ia mengucapkan terima kasih pada Dokter Aldy atas segala bantuan dan supportnya.


Ia mulai melangkahkan kaki untuk masuk dan melambaikan tangan pada Dokter Aldy.


Mereka saling melambaikan tangan dan tersenyum.


Setelah Dita menghilang, segera disekanya ujung matanya yang basah. Ia pun menarik nafas panjang, dan berusaha tersenyum ikhlas. Ia pun segera melangkah pergi, pergi untuk memulai hari-hari barunya tanpa memikirkan hal tentang Dita.


Di samping jendela pesawat Dita menerawang. Kini hidup barunya di mulai. Terbersit bayangan Mas Ryan dalam pikirannya. Bayangan yang masih saja terus muncul dalam pikirannya. Bagaimana tidak, ia adalah ayah dari anak yang kini dua puluh empat jam ia bawa kemana-mana. Tentu saja tidak semudah itu melupakannya.


Mungkin suatu hari nanti ia akan mulai menghubungi orang-orang yang ia tinggalkan. Dimas misalnya, ia yakin Dimas adalah salah satu orang yang sangat khawatir akan keberadaan dirinya. Mungkin Dimaslah orang pertama yang akan ia hubungi nanti ketika ia telah siap.

__ADS_1


Dita di kejutkan dengan pengumuman pesawat akan segera mendarat. Ia pun bersiap dan menghilangkan segala lamunannya.


Tak lama kemudian pilot pun melakukan pendaratan yang cukup mulus. Tak lupa ia mengangkat bokongnya sedikit sambil berpegangan pada kursi. Begitulah pesan Dokter Aldy padanya agar perutnya tidak terguncang pada saat pesawat mendarat.


Akhirnya ia telah sampai di Changi Airport. Terakhir kali ia ke sini dengan Mas Ryan. Lelaki matang yang saat itu telah membuatnya mabuk kepayang dengan segala pesonanya.


'dug' tiba-tiba ia merasa tendangan kecil di perutnya. Pertama kali ia merasakan gerakan dari janin yang ada dalam kandungannya. Ia cukup terkejut dan terharu. Dielusnya perutnya, 'Ia tahu saja aku sedang memikirkan ayahnya,' pikirnya.


Dita tersenyum lebar, ia melihat cita-citanya terbentang di sini. Tak sabar rasanya untuk kembali belajar dan meraup ilmu sebanyak-banyaknya. Ia tidak akan menyianyiakan kesempatan emas ini. Belum tentu kesempatan datang dua kali.


Dita pun melangkahkan kakinya keluar sambil mendorong troli yang penuh dengan barang-barangnya. Kemudian ia melihat Sherly yang melompat sambil melambaikan tangan kegirangan. Dita pun melewati kerumunan orang kemudian berhambur kearah Sherly.


Sherly memeluk sahabatnya itu, namun ada seseuatu yang mengganjal perutnya. Dilihatnya kearah perut Dita kemudian melotot kaget sambil menutup mulut dengan kedua tangannya.

__ADS_1


"Dit," ucapnya sambil melihat kearah sahabatnya itu.


Dita mengedipkan sebelah matanya kemudian tersenyum jahil dan mendorong trolinya. Sherly langsung mengeryitkan dahi tak paham kemudian mengejar langkah Dita.


__ADS_2