Mencintai Suami Wanita Lain

Mencintai Suami Wanita Lain
BAB 83


__ADS_3

Suasana ramai hiruk pikuk terlihat di Changi Airport, Singapura. Mas Ryan dan Dita terlihat berlari sambil menggendong Xander. Rupanya mereka sedikit terlambat.


Mas Ryan sambil menggendong Xander menarik koper ukuran besar. Dita menjinjing sebuah travel bag di tangan kanannya, dan menarik koper berukuran besar di tangan kirinya. Mas Ryan terlihat berlari lebih dulu, Dita tertinggal beberapa meter di belakangnya. Sesekali Mas Ryan menoleh ke belakang memastikan Dita mengikuti arahnya.


Kemudian terlihat Mas Ryan berhenti mengambil sebuah troli dan meletakkan barang-barang mereka. Dita dengan sigap mengambil Xander dari gendongan papanya. Mas Ryan lalu mendorong troli dengan kecepatan penuh untuk segera ke counter check in dan meletakkan bagasi mereka.


Dengan terengah-engah akhirnya mereka sampai tepat pada waktunya, sedikit saja mereka terlambat maka counter bagasi sudah ditutup. Dita terlihat ngos-ngosan namun lega karena mereka masih sempat untuk check in dan meletakkan bagasi.


Hari ini mereka pulang ke Indonesia. Dita tak berhasil memperpanjang masa tinggalnya di Singapura. Karena Visa Pelajar nya sudah habis. Maka ia kini harus memperbaharuinya kembali sebagai Visa Kerja jika ingin tetap tinggal di sana namun dengan syarat harus sudah mempunyai pekerjaan dengan pendapatan yang sudah di atur dalam aturan imigrasi Singapura. Oleh karena itu ia pasrah jika harus pulang ke Indonesia.


***


Setelah pesawat lepas landas, terlihat Mas Ryan sedang memakaikan headset pada Xander yang ingin menonton film kartun Robocar Poli di layar TV yang ada di depannya.

__ADS_1


"Mas, kami berdua untuk sementara lebih baik di hotel dulu saja" ucap Dita sambil melirik Mas Ryan.


"Tidak Dit, kalian berdua tinggal di rumah. Aku nanti akan menginap di tempat lain" jawabnya tegas.


"Kamu menginap di mana Mas?" tanya Dita penasaran.


"Itu urusah mudah, tidak usah kamu pikirkan ya, yang penting kalian aman dan nyaman" jawabnya lagi.


"Tapi kamu nanti bagaimana Mas? Aku tidak mau tinggal dirumah kamu sebelum tahu kamu menginap dimana" ucap Dita lagi sambil memasang wajah kesal.


Dita baru tahu ternyata Mas Ryan mempunyai apartemen yang lain. Selama ini ia memang tidak mau terlalu banyak bertanya mengenai aset Mas Ryan. Karena ia merasa bukan haknya untuk bertanya tentang hal semacam itu. Mas Ryan juga bukan tipikal orang yang suka pamer kekayaannya, ia selalu berusaha rendah hati dan down to earth pada siapapun.


Tak terasa hampir 1 jam 35 menit pesawat mengudara hingga akhirnya terdengar pemberitahuan bahwa pesawat akan segera mendarat. Dita menggenggam tangan Xander dengan erat agar tidak takut. Maklum ini adalah pengalaman naik pesawat kali pertama bagi Xander

__ADS_1


Setelah menunggu bagasi mereka pun keluar menuju arrival hall. Mas Ryan menggendong Xander yang masih excited dengan pesawat yang baru saja dinaikinya. Terlihat Dimas melambaikan tangan pada mereka bertiga. Dita sungguh bahagia melihat Dimas setelah empat tahun tidak berjumpa.


Dimas langsung memeluk Dita. Dita tak kuasa menahan air matanya, begitupun Dimas. Mereka bukan sekedar sahabat, Dimas sudah seperti saudara baginya.


"Maaf gue ga becus jadi temen ya Dit" ucapnya pertama kali.


"Ga Dim, gue yang salah. Maaf ya gue udah buat lu khawatir" jawab Dita.


"Lain kali kalau ada masalah cerita ya, jangan main kabur aja" ucap Dimas sambil melepaskan pelukannya.


Dita tertawa mendengar ucapan Dimas yang menyindirnya.


"Selamat ya Dim untuk pernikahan lu, selamat juga untuk kehamilan Novia, maaf ya gue ga bisa hadir di hari bahagia kalian" ujar Dita dengan mata berkaca-kaca.

__ADS_1


"Iya, ga apa-apa Dit. Liat lu pulang sehat begini gue udah senang" jawab Dimas.


__ADS_2