
Sore itu Dita sudah tidak sabar ingin turun ke pantai. Sejak semalam suara debur ombak seakan memanggilnya. Mas Ryan terlihat sedang mengancingkan kemeja lengan pendek biru mudanya. Di padukan dengan celana pendek putih membuat tampilannya semakin enak dipandang mata.
Dilihatnya istrinya yang sedang menunggunya sambil melihat pemandangan sekitar kamar mereka. Dita terlihat semakin cantik dengan balutan dress panjang tanpa lengan dengan belahan sepaha yang membuatnya leluasa untuk berjalan. Ditambah dengan corak bunga-bunga khas pantai membuatnya terlihat semakin segar, tak lupa topi pantai bertengger manis menutupi setengah rambutnya yang dibiarkan terurai.
Mas Ryan merangkul pinggangnya kemudian keduanya terlihat meninggalkan kamar dan menuju ke pantai yang tepat berada di hadapan resort. Masyarakat di sana menamainya dengan Khao Beach.
Begitu menginjak pasir pantai, keduanya terlihat semakin bersemangat. Mencium aroma pantai yang kian kental membuat rasa lelah mereka hilang menguap entah kemana.
Dita langsung berlari menuju bibir pantai. Dibiarkannya kakinya basah disapu ombak. Sudah lama rasanya ia tidak melepas penatnya dengan berlibur seperti ini. Segala beban dalam pikirannya seakan hilang berganti dengan nuansa alam yang menenangkan.
__ADS_1
Dilihatnya beberapa turis pengunjung resort sedang menghabiskan waktu sorenya di sana. Sebagian ada yang bermain air, ada juga yang bersantai di kursi pantai, dan sebagian ada pula yang hanya sekedar duduk-duduk di atas pasir pantai.
Mas Ryan menyusul istrinya yang sedang menikmati sapuan ombak. Di percikkannya sedikit air laut ke baju istrinya. Kemudian Dita terlihat membalasnya sambil tertawa. Mas Ryan yang gelagapan dengan balasan yang didapatnya dengan sigap menangkap kedua tangan istrinya kemudian menariknya ke dalam pelukannya.
Perlakuan klasik tapi sangat bermakna bagi mereka berdua. Saling siram, saling lari dan berkejaran di antara deburan ombak Khao Beach dikala senja menjelang, memang menjadi moment romantis bagi pasangan yang sedang berbulan madu ini dan membuat iri siapapun yang melihatnya.
Setelah lelah berbasah-basahan bermain di pantai, keduanya segera menepi ke kursi pantai yang telah di sediakan. Senja mulai menunjukkan temaramnya. Matahari pun sedikit demi sedikit mulai tenggelam.
Mas Ryan barbaring di kursi pantai melemaskan otot-otot kakinya yang lelah. Kemudian Dita ikut berbaring di sebelahnya. Di peluknya pinggang istrinya itu dengan mesranya. Keduanya bersama-sama dalam keheningan menikmati sunset yang berganti dengan datangnya senja.
__ADS_1
"Aku mencintaimu, aku hanya ingin menghabiskan sisa hidupku dengan kamu" ucap Mas Ryan memecah keheningan.
Dita tersenyum mendengar pernyataan suaminya itu.
"Yes, I know. But I love you more" balasnya sambil memejamkan mata merasakan betapa cintanya ia dengan lelaki di sampingnya ini.
Mas Ryan kian mengeratkan pelukannya hingga nafasnya terasa di telinga Dita.
"Aku mohon kamu untuk selalu di samping ku, jangan pernah tinggalkan aku lagi" ucap Mas Ryan dengan lembut.
__ADS_1
"Always and forever" jawab Dita dengan pasti.
Kemudian kembali hening. Sepertinya tak perlu banyak kata-kata yang harus di ucapkan mereka saat itu. Berpelukan sambil mengokohkan perasaan satu sama lain sudah melebihi romantisnya kata cinta.