Mencintai Suami Wanita Lain

Mencintai Suami Wanita Lain
BAB 115


__ADS_3

Dua minggu kemudian


"Iya benar, map warna biru, tolong ya sayang" ucap Mas Ryan di telepon.


"Iya, tunggu ya Mas" jawab Dita kemudian mematikan panggilan telepon dengan suaminya itu.


Disambarnya map biru yang dimaksud suaminya itu kemudian segera ia mengambil tas dan ponselnya. Xander yang sudah rapi dengan seragam sekolahnya pun digandengnya untuk segera masuk ke mobil.


Hari ini Dita pergi bekerja karena sudah merasa lebih baik dan kuat untuk kembali beraktifitas seperti dulu. Ia kembali memegang peranan untuk mengantar dan menjemput Xander setiap hari.


Setelah mengantarkan Xander ke sekolahnya ia mengarahkan mobilnya ke kantor Mas Ryan untuk mengantarkan map biru milik Mas Ryan yang ketinggalan tadi. Kemudian barulah ia akan ke kantornya.

__ADS_1


Mas Ryan akan ada rapat siang ini namun berkasnya ketinggalan, sehingga ia meminta tolong pada Dita untuk mengantarkannya.


Sesampainya di kantor Mas Ryan, dengan terburu-buru ia masuk ke lobby untuk menuju lift. Namun tiba-tiba seseorang karyawan yang sedang memegang sebuah cup kopi menabraknya dengan tidak sengaja. Tidak terlalu kuat hanya tersenggol namun baju Dita terkena sedikit cipratan kopi.


Karyawan tersebut meminta maaf pada Dita karena ia tidak sengaja melakukannya. Ia menawarkan me-laundry baju Dita yang kotor itu. Dita menolaknya, ia paham bahwa itu hanyalah kecelakaan semata.


Dita langsung menuju toilet yang ada di lobby kemudian berusaha membersihkan bajunya itu dengan tissu basah dan air. Saat ia sedang fokus menggosok-gosok bajunya yang hampir bersih itu, Dita menaikkan pandangannya karena merasa dilihat oleh seseorang.


Dilihatnya seorang wanita paruh baya sedang memperhatikannya. Dita berusaha tersenyum ramah. Namun wanita tersebut tetap diam dan terus memandanginya.


Wanita itu malah tersenyum sinis kemudian berkata, "Tak ada satupun bantuan dari perempuan seperti dirimu yang aku butuhkan".

__ADS_1


Dita sontak menghentikan tangannya kemudian mengeryitkan dahinya heran. "Maaf, maksud ibu apa ya?" tanyanya masih dengan sopan.


"Aku tidak perlu menjelaskan maksudku padamu" ucapnya sambil mengambil tasnya yang terletak di atas wastafel.


"Dasar perempuan jala*g perebut suami orang. Kau telah menghancurkan rumah tangga anakku" ucapnya sambil menunjuk kening Dita dekat sekali.


Barulah Dita paham, ternyata wanita ini adalah ibunya Wina. Pantas saja sikapnya mengerikan.


Dita menarik nafas panjang, seolah sudah biasanya bagi dirinya menghadapi situasi seperti ini. "Maaf Bu, sebelum ibu menghakimi saya menghancurkan rumah tangga anak ibu, apa ibu sudah berkaca dengan kelakuan anak ibu yang lebih dulu menghancurkan rumah tangganya sendiri? Dengarkan baik-baik, jauh setelah rumah tangga mereka hancur barulah saya berhubungan dengan dan Mas Ryan" ucap Dita dengan tidak kalah dekat dengan wajah wanita itu.


"Beraninya kamu sama saya, dasar perempuan murahan" ucapnya sambil melayangkan tangan hendak menampar wajah Dita.

__ADS_1


Dengan sigap tangan Dita menepis dan menangkap tangan wanita itu. Ia menarik tangannya agar dilepaskan oleh Dita, namun Dita tetap mencengkram pergelangan tangannya dengan kuat. "Ingat ya ibu yang terhormat, bagaimanapun usaha kalian ingin menghancurkan rumah tangga kami, itu tidak akan berhasil. Silahkan berkaca dengan kelakuan anak anda baru kemudian menghakimi saya" ucapnya sambil melepaskan cengkraman tangannya dan keluar dari toilet.


Wanita tersebut terlihat shock dan memegang tangannya yang sakit karena cengkraman Dita.


__ADS_2