
Dita menangis tersedu-sedu. Ia tidak tahu lagi harus kemana mencari Mas Ryan. Ia hanya ingin memastikan Mas Ryan baik-baik saja.
Namun tiba-tiba terdengar suara seseorang membuka pintu. Ia pun lari menuju pintu depan dan melihat Mas Ryan yang terlihat sangat kacau berjalan sambil terhuyung-huyung. Mas Ryan membuka jasnya, melemparkan dasinya ke sembarang arah. Dita pun segera memapah Mas Ryan dan membawanya ke sofa. Dibukanya sepatu Mas Ryan sambil menangis, ia sedih melihat Mas Ryan pulang dengan kondisi seperti ini.
Ia tahu Mas Ryan sedang mabuk, bau alkohol tercium jelas dari mulutnya. Mas Ryan meracau seperti orang yang hilang kesadarannya. Di bantunya Mas Ryan untuk berdiri, "Mas, ayo ke kamar", ucap Dita.
Mas Ryan menepis tangan Dita. Ia menolak tidak mau di bawa ke kamar. "Aku ini lelaki jahat, kamu pergi saja sana, jangan dekat-dekat dengan ku", ucap Mas Ryan meracau.
__ADS_1
"Mas, ayo kita ke kamar ya. Kamu harus istirahat", ujar Dita yang masih berusaha memeluk dan menarik tubuh Mas Ryan ke atas agar bisa berdiri.
"Dita", ucap Mas Ryan sambil meraih pipi Dita dengan kedua tangannya. Di ciumnya bibir Dita dengan ganas.
Dita berusaha melepasnya, "Mas, kamu sedang mabuk Mas. Lepaskan aku Mas", ucap Dita sambil menepis Mas Ryan.
Dita berusaha sekuat tenaga melepaskan Mas Ryan, "Mas, please lepaskan aku. Kamu mabuk Mas", sambil terus berusaha menghindar.
__ADS_1
Mas Ryan makin beringas, di tariknya celana Dita kemudian dicampakkannya. Di bukanya dengan paksa piyama Dita sehingga kancing-kancingnya bertebaran dimana-mana. Dita yang tidak berdaya hanya bisa terbaring pasrah sambil menangis menerima semua yang ingin dilakukan oleh Mas Ryan pada tubuhnya. Tidak pernah Mas Ryan memperlakukannya seperti ini. Ia seperti orang kesetanan yang memperlakukan Dita tanpa kelembutan tidak seperti biasanya.
Setelah puas dengan aksinya, Mas Ryan pun terbaring di atas tubuh Dita. Sampai akhirnya terdengar suara nafas Mas Ryan yang teratur menandakan ia sudah tertidur. Dengan perlahan ia menggeser tubuh Mas Ryan yang hampir dua kali lipat beratnya dibanding Dita.
Diambilnya handuk dan air hangat, di usapnya wajah Mas Ryan terlihat kucel dan berdebu. Di lapnya tubuh Mas Ryan kemudian dikenakannya pakaian. Di angkatnya kepala Mas Ryan untuk menyelipkan bantal dan di tutupinya tubuh mas Ryan dengan selimut. Dibiarkannya Mas Ryan tertidur di sofa malam ini, karena tak kuat ia mengangkat tubuh Mas Ryan untuk tidur di kamar.
Dita pun merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur. Lagi-lagi air matanya jatuh, dadanya terasa nyeri mengingat apa yang telah Mas Ryan lakukan. Ia tidak tahu apa yang menyebabkan Mas Ryan menjadi seperti ini. Tidak pernah sekalipun ia mengetahui Mas Ryan minum minuman beralkohol, bahkan merokok saja tidak. Mas Ryan sangat perhatian pada kesehatannya, ia selalu menjaga makanannya, ia juga tak lupa selalu berolahraga dan berkegiatan yang positif. Namun kali ini Mas Ryan terlihat berbeda. Pasti ada sesuatu yang menyebabkan Mas Ryan menjadi seperti ini. Apakah dirinya lah yang menyebabkan Mas Ryan mabuk? Tapi ia tidak melarang Mas Ryan untuk pulang ke rumahnya. Ataukah Mas Ryan ada masalah perkerjaan sehingga membuatnya frustasi seperti ini?.
__ADS_1
Dita yang masih bertanya-tanya pun akhirnya tertidur.