Mencintai Suami Wanita Lain

Mencintai Suami Wanita Lain
BAB 121


__ADS_3

Mas Ryan dibawa ke sebuah ruangan yang berukuran tidak begitu besar. Ketika masuk Mas Ryan terkejut karena melihat keberadaan Wina di sana.


Ia terduduk dengan borgol terkunci di pergelangan tangannya. Entah kenapa muncul rasa iba dalam hati Mas Ryan karena melihat kondisi Wina saat itu.


Ketika Mas Ryan masuk, Wina masih tetap tertunduk dan tak bergeming. Kemudian polisi mempersilahkan Mas Ryan untuk duduk di sebuah kursi yang berhadapan dengan Wina.


Tanpa basa-basi polisi langsung bertanya pada Mas Ryan. Banyak sekali pertanyaan yang di ajukan polisi padanya sampai-sampai hampir tiga jam ia berada di ruangan itu.


Pertanyaan tersebut terkait dengan hubungan dirinya dengan Wina. Termasuk pertanyaan seputar perceraian mereka.


Mas Ryan menjawab segala pertanyaan polisi dengan jujur. Tak ada yang ia tutup-tutupi.

__ADS_1


Setelah wawancara selesai dilakukan, Wina meminta waktu untuk berbicara dengan Mas Ryan berdua saja. Namun polisi tidak bisa mengabulkan permintaan Wina tersebut.


Polisi memberikan waktu sepuluh menit pada mereka untuk bicara, namun seorang petugas tetap akan berada di sana untuk mengawasi.


Wina menyetujuinya, dan menatap wajah Mas Ryan pertanda akan memulai percakapannya.


"Apa puas kau buat aku seperti ini? Hah?" teriak Wina pada Mas Ryan.


"Kamu selalu tidak bisa terima akibat dari perbuatanmu sendiri. Kamu selalu mencari pembenaran dan menyalahkan orang lain. Mau sampai kapan Win? Aku tidak pernah mengusik hidupmu dan keluargamu, jadi jangan salahkan aku jika sekali saja kamu mengusik keluargaku maka kamu akan merasakan akibatnya" lanjut Mas Ryan sambil menatap tajam pada Wina.


"Cih, dulu kamu tidak pernah melindungiku seperti itu. Dasar munafik! Jangan GR kamu, tak ada niatku sedikitpun untuk menginginkan kembali padamu" Jawab Wina.

__ADS_1


"Lantas, untuk apa kamu melakukan semua ini?!! Apa maksudmu?!!" teriak Mas Ryan dengan geram tepat di depan wajah Wina.


"Aku muak melihat istrimu itu!! Si wanita sial itu, kini ia berlagak seperti punya segalanya yang padahal itu hasil merebut suami orang, dia lah yang menghancurkan hidupku!!" jawab Wina dengan tak kalah keras.


"Kamu dengar baik-baik, istriku punya nama, Dita namanya. Dia bukan wanita sial seperti yang kamu bilang, dia wanita pembawa keberuntungan dalam hidupku. Dia sungguh berkali-kali lipat aku cintai dari pada kamu saat menjadi istriku. Dia tak pernah berselingkuh, dia selalu melayaniku dengan baik di rumah, dan satu lagi, dia selalu menghormatiku sebagai suaminya. Apapun yang terjadi saat ini jangan pernah salahkan istriku. Karena dulu gara-gara perbuatanmu dia pergi meninggalkanku, akulah yang mencarinya dan memintanya untuk kembali. Jadi kalau kamu ingin menyalahkan, salahkan aku karena tak bisa menerimamu saat itu, karena aku telah benar-benar cinta dengannya" jelas Mas Ryan yang membuat Wina semakin panas mendengar Dita begitu di puja-puja oleh mantan suaminya itu.


"Sekarang silahkan kamu nikmati hasil perbuatanmu" ucap Mas Ryan sambil berdiri dan meninggalkan ruangan itu.


Wina benar-benar geram, "Ryaaaaaan!!Laki-lakii brengsek!!" teriaknya seperti orang gila.


Mas Ryan terus saja berjalan keluar tanpa mempedulikan Wina yang berteriak-teriak bagai orang kesetanan.

__ADS_1


Ia lega Wina akan mendapat ganjaran atas perbuatannya, walaupun ada rasa sedih di hatinya melihat kondisi Wina yang benar-benar kacau. Seharusnya Wina tidak perlu seperti saat ini jika saja ia bisa mengintrospeksi dirinya.


__ADS_2