Mencintai Suami Wanita Lain

Mencintai Suami Wanita Lain
BAB 124


__ADS_3

Ibu Wina terpaksa menyetujui untuk menjual semua sahamnya yang ada di perusahaan Mas Ryan. Karena itu merupakan kesepakatan mereka agar Mas Ryan dan Dita mau menyelesaikan perkara kecelakaan itu dengan jalan damai.


Selepas Wina dan ibunya pergi mereka semua berpelukan, karena masing-masing mereka lega masalah ini telah terselesaikan.


Terlihat guratan kelegaan yang luar biasa dari wajah Dita dan Mas Ryan begitu menyadarinya. Ditariknya istrinya itu kembali ke pelukannya. Tak sadar air mata Dita jatuh dan menetes. Ada rasa lega yang begitu dalam di hatinya, namun ada juga perasaan bersalah sedang berkecamuk di sana.


Dimas dan Novia yang menyadari suasana melankolis sedang memenuhi ruangan pun langsung keluar dan memilih untuk tidak ikut campur.


"Maafkan aku Mas" ucap Dita di sela tangisnya.


"Maaf untuk apa sayang?" tanya Mas Ryan.


"Karena aku hidupmu menjadi sangat rumit, karena aku segalanya berubah" ucapnya.


"Tidak sayang, jangan pernah kamu berkata seperti itu. Ini semua sudah jalan yang di berikan tuhan pada kita" jawab Mas Ryan sambil membelai rambut istrinya dengan mesra.


Kemudian di kecupnya kening istrinya itu dengan lembut, di sekanya air mata Dita yang masih mengalir.


"Sudah ya, jangan menangis. Ayo kita ajak Novia dan Dimas makan siang di luar" ucapnya sambil merangkul istrinya.

__ADS_1


Dita menyeka air matanya kemudian tersenyum dan mengangguk.


Dia membenarkan ucapan Mas Ryan. Kini ia harus memandang masa depan tanpa lagi mengenang masa lalu. Apa yang pernah terjadi anggaplah itu jalan dari tuhan agar dirinya menjadi seseorang yang lebih baik lagi.


...***...


Dita terlihat menyeka keringat yang membasahi dahinya. Sinar matahari cukup membuat keringatnya bercucuran. Dita memilih untuk berteduk sejenak di kursi pantai.


Mas Ryan yang melihat istrinya berteduh karena kepanasan pun langsung menghampirinya.


"Kepanasan ya?" tanya Mas Ryan sambil menyeruput jus melon yang terdapat di meja kecil dekat kursi pantai mereka.


"Iya Mas, aku berteduh dulu ya, kamu lanjut aja mainnya sama anak-anak" ucap Dita sambil bersandar dan memakai kacamata hitamnya.


"Aku sangat bahagia Mas" ucap Dita sambil menerawang ke depan.


Mas Ryan menggenggam tangan istrinya dan dibawanya ke dadanya. "Aku juga, tak ada kebahagiaanku yang lain selain bisa bersama kalian" ucapnya sambil mengecup punggung tangan Dita.


Dita mendekatkan bibirnya ke wajah suaminya. Mas Ryan menyambutnya dengan hangat. Di ciumnya bibir istrinya itu dengan mesra.

__ADS_1


Dita memeluk pinggang Mas Ryan, Mas Ryan memegang kedua pipi Dita agar lebih leluasa.


Tiba-tiba Dita tersentak. "Mas, nanti dilihat anak-anak" ucapnya sambil tersenyum.


Mas Ryan terbahak, "Maaf sayang, aku terbawa suasana. Sepertinya kita perlu liburan berdua lagi biar bisa seperti dulu."


"Memangnya kamu masih kuat?" goda Dita.


"Ih, gini-gini aku masih bisa buat kamu tidak tidur sampai pagi ya" jawab Mas Ryan sambil mencubit pinggang istrinya.


Dita mengelak sambil tertawa lepas.


"Mas, kamu lapar tidak? Kita makan siang dulu yuk" ajaknya.


"Yuk, aku sampai lupa kita belum makan siang" ucap Mas Ryan sambil bangkit dan menarik tangan istrinya.


"Xandeeer, Sheilaaa.. Ayo kita makan siang dulu nak" teriak Dita pada seorang anak remaja tampan berumur sekitar 14 tahun dan seorang anak perempuan berwajah manis dan cantik yang berumur sekitar 10 tahun yang sedang bermain volley pantai berdua.


Tak lama kemudian mereka berlari mendekati Dita dan Mas Ryan yang tengah menunggu mereka untuk pergi makan siang.

__ADS_1


Mas Ryan dan Dita menyambut dan merangkul kedua anaknya sambil tersenyum bahagia.


...***THE END***...


__ADS_2