
Sesampainya di rumah sakit, Mas Ryan pun segera mengurus pendaftaran ke dokter spesialis penyakit dalam. Agar bisa segera diketahui apa yang sedang dialami oleh Dita.
Dokter menyarankan Dita untuk test darah, dan X Ray pada kepalanya. Terlihat Mas Ryan yang bolak balik mengurus segala administrasi berkaitan dengan test labor dan X Ray Dita. Dita yang masih merasa oyong pun hanya bisa duduk. Di lihatnya Mas Ryan yang sibuk mengurus segalanya. Bagaimana bisa ia menghindar untuk tidak jatuh cinta pada lelaki ini. Lelaki dewasa yang mengayominya dan membuatnya merasa nyaman. Lelaki yang hanya dengan pelukannya bisa membuat Dita merasa dicintai.
Setelah semua selesai, mereka kembali masuk ke ruangan dokter. Dita merasa degdegan dan tegang, ia takut dengan hasil testnya. Mas Ryan menggenggam erat tangan Dita yang dingin.
"Hasil X Ray nya bagus, semua normal, bisa dilihat semua bersih", ucap dokter tersebut sambil menunjuk hasil X Ray kepala Dita yang di tempelkan pada sebuah alat seperti layar TV yang terang.
Dita merasa sedikit lega dengan penjelasan dokter. Berarti ia tidak punya penyakit apa-apa di kepalanya.
"Namun pada hasil pemeriksaan darah, terlihat kadar Hb yang rendah, dengan bahasa awamnya yaitu Anemia, ini lah yang memicu rasa pusing bahkan pingsan yang di alami oleh ibu Dita", ucap Dokter.
__ADS_1
"Namun tidak sampai harus tranfusi darah ataupun rawat inap, kadar rendahnya masih bisa di atasi dengan obat. Kadar Hb yang rendah memang bisa membuat sistem kerja dalam tubuh kita menjadi kacau, terlebih dalam kondisi ibu Dita yang sedang hamil seperti sekarang, harus segera ditangani agar tidak membahayakan ibu dan janinnya", lanjut Dokter.
"Hamil????!!!", ucap Dita dan Mas Ryan secara bersamaan.
"Lho, bapak dan ibu belum tahu bahwa Ibu Dita sedang hamil?", tanya dokter tersebut.
"Dok, saya tidak mungkin hamil. Minggu lalu saya baru selesai haid dok", ucap Dita.
Kemudian perawat membantu Dita menuju ranjang dimana ia akan di USG. Di depan ranjang tersebut terdapat sebuah layar sebesar televisi yang memperlihatkan kondisi di dalam rahim. Mas Ryan turut melihat dan mendampingi Dita.
Perawat tersebut memberikan gel pada perut Dita bagian bawah, kemudian dokter pun mengarahkan sebuah alat dan menempelkannya pada perut Dita. Kemudian terlihat dokter tersebut meng-capture beberapa angle dari rahim Dita. Kemudian perawat pun membantu Dita untuk turun dari ranjang pertanda USG sudah selesai di lakukan.
__ADS_1
Dokterpun memutar layar komputernya yang memperlihatkan hasil USG tersebut pada Mas Ryan dan Dita. "Pak, Bu, yang bulat ini bernama kantung kehamilan, memang terlihat masih kecil sekali. Perkiraan usianya tiga sampai empat minggu", jelas dokter tersebut sambil menunjuk sesuatu yang bulat kecil pada hasil USG Dita.
Mas Ryan berpandangan dengan Dita, mereka tak menyangka akan mengetahui fakta luar biasa hari ini. Dokter tersebut pun sedikit heran, mereka baru saja mendapat kabar kehamilan namun tidak ada ekspresi kebahagiaan seperti pasangan pada umumnya.
"Mungkin, haid yang ibu alami minggu lalu bukanlah haid. Melainkan proses implantasi yang terjadi setelah pembuahan. Itu biasa terjadi pada awal kehamilan. Banyak para ibu yang tidak menyadari kehamilannya karena ciri-ciri proses implantasi mirip dengan menstruasi", jelas dokter lagi.
"Karena ibu sedang hamil, saya tidak berwenang memberikan obat, yang nanti akan memberikan obat adalah dokter kandungan. Oleh karena itu ibu saya rujuk ke dokter kandungan untuk konsultasi lebih jauh dan nanti di sana dokter akan meresepkan obat yang sesuai untuk ibu", lanjut dokter tersebut.
Mas Ryan dan Dita keluar ruangan dokter tanpa sepatah katapun. Mereka tidak tahu harus bagaimana.
Penjelasan dokter kandungan juga menguatkan bahwa Dita memang sedang hamil. Kemudian dokter meresepkan obat untuk menaikkan kadar Hb Dita dan beberapa obat yang berkenaan pada kehamilan.
__ADS_1
Di mobil Mas Ryan dan Dita sama-sama diam seribu bahasa. Mereka seperti masih berusaha mencerna apa yang baru saja mereka ketahui.