Mencintai Suami Wanita Lain

Mencintai Suami Wanita Lain
BAB 90


__ADS_3

Dita tersentak dari tidurnya, dilihatnya jam dinding menunjukkan pukul 6.30 pagi. Namun matanya masih terasa berat sekali, akibat Mas Ryan yang barbar tak melepaskannya sedetikpun semalam.


Kini pinggangnya masih dipeluk erat oleh Mas Ryan. Dilepaskannya perlahan agar Mas Ryan tidak terbangun. Ia harus mengecek Xander yang tidur sendirian semalaman. Bi Pur juga pasti sudah mulai sibuk di dapur. Bi Pur yang kini sudah tidak lagi bekerja setengah hari sejak pindah ke rumah ini pun selalu sudah menyibukkan diri di dapur pagi-pagi agar mereka bisa sarapan tepat waktu. Kini Bi Pur tinggal dengan Mas Ryan sejak adiknya pulang kampung karena takut sejak ketahuan oleh Mas Ryan hari itu.


Di angkatnya tangan Mas Ryan agar ia bisa bangkit. Namun ternyata Mas Ryan menyadarinya, kembali dieratkannya pelukannya.


"Mas, aku mau lihat Xander dulu ya, kasian tidur sendirian semalaman" ucapnya sambil membelai lembut rambut suaminya.


Mas Ryan menggeleng, "Masih mau dekat kamu" ucapnya dengan masih terpejam.


Dita tersenyum. Di belainya pipi Mas Ryan dengan lembut.

__ADS_1


"Terima kasih ya" ucap Mas Ryan sambil membuka matanya.


"Untuk tadi malam?" tanya Dita.


"Untuk semuanya, untuk warna yang kamu hadirkan dihidup aku, untuk tetap bertahan mencintaiku, untuk mau memperjuangkan cinta kita, untuk mau kembali dan menikah denganku, untuk anak yang lucu dan pintar yang semakin melengkapi hidupku" ucapnya sambil menatap wajah istrinya.


Dita terharu mendengar ucapan suaminya itu.


Mas Ryan mengeryitkan dahinya menunggu jawaban Dita selanjutnya.


"Terima kasih untuk cintamu yang luar biasa untuk kami, terima kasih sudah berjuang untuk membawa kami kembali, terima kasih untuk tak pernah berubah, selalu menjadi Mas Ryan yang dulu dengan segala cinta kasihnya. Kami mencintaimu Mas," jawabnya dengan tulus.

__ADS_1


Kali ini gantian Mas Ryan yang terharu mendengar jawaban istrinya itu. Di dekapnya Dita dengan erat. Dalam hatinya berjanji untuk terus membahagiakan wanita dalam pelukannya ini. Tak ada alasan baginya untuk menyakiti. Yang ada kini hanyalah rasa cinta yang luar biasa.


Dita mendekatkan wajahnya dengan wajah Mas Ryan. Dikecupnya bibir suaminya itu dengan begitu mesra. Namun bagi Mas Ryan itu adalah tindakan membangunkan macan yang sedang tidur. Dan bisa dipastikan apa yang akan terjadi selanjutnya. Mereka melanjutkan kembali kegiatan tadi malam. Hingga akhirnya desahan panjang terdengar dari keduanya sebagai akhir dari permainan pagi itu.


Setelah Mas Ryan terbaring lemas dan melepaskannya, ia pun tak menyianyiakan kesempatan itu. Ia segera bangkit memungut pakaian mereka yang berserakan di segala arah, kemudian memakai pakaiannya dan mencium kening Mas Ryan dengan lembut kemudian segera keluar.


Dilihatnya Xander masih tertidur pulas. Mungkin karena ia tidur larut tadi malam. Karena biasanya jam segini ia sudah bangun.


Ia pun segera ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Di lihatnya dirinya di cermin yang ada di dalam kamar mandi. Ia terkejut melihat begitu banyak kissmark berwarna merah menghiasi leher dan dadanya. Mas Ryan benar-benar tidak memikirkan bagaimana cara ia menyembunyikan bekas-bekas ini. Bagaimana jika Bi Pur melihatnya, atau mungkin Xander yang akan bertanya.


Selepas mandi, karena Xander masih tertidur Dita pun keluar untuk membantu Bi Pur di dapur. Ia membantu Bi Pur membuat nasi goreng kornet untuk sarapan mereka hari ini.

__ADS_1


Bi Pur yang sadar dengan tanda merah yang ada di leher Dita hanya tersenyum simpul. Karena tidak biasanya Dita membiarkan rambutnya terurai seperti pagi ini, dan ternyata ada maksud tersembunyi.


__ADS_2