Mencintai Suami Wanita Lain

Mencintai Suami Wanita Lain
BAB 109


__ADS_3

Dita mengemudikan mobilnya menuju kantor suaminya. Ia tak sabar ingin memberi tahu tentang kehamilannya ini pada Mas Ryan.


Mas Ryan pasti akan sangat bahagia. Karena ia sangat berharap Dita bisa hamil secepatnya. Di usia Mas Ryan yang seperti sekarang ini, wajar Mas Ryan ngebet ingin memiliki anak kedua.


Dita tak berharap dengan jenis kelamin anaknya, ia pasrah apapun yang diberikan tuhan padanya. Laki-laki ataupun perempuan yang penting sehat sempurna dan lancar sampai ia melahirkan nanti.


Dita memarkirkan mobilnya di halaman kantor Mas Ryan. Dengan perasaan bahagia yang luar biasa ia melangkahkan kaki ke dalamnya dan segera memasuki lift untuk membawanya ke lantai 3 dimana ruangan suaminya berada.


Sesampainya di lantai 3 ketika lift terbuka ia bertemu dengan Dimas yang mau turun ke lobby. Mereka mengobrol di depan lift sambil sesekali bercanda.


"Dit, sepertinya gue sama Novia berangkat ke Balikpapan bulan depan" ucap Dimas.


Dita langsung terdiam, perasaannya campur aduk. Di satu sisi ia senang karena Dimas akan mendapatkan posisi direktur di sana. Namun ia sedih karena harus berpisah dengan sahabat sekaligus adik iparnya itu.


Dimas sudah layaknya keluarga bagi Dita. Dimas lah yang selalu ada untuknya selama ini dalam keadaan apapun. Jadi wajar saja kalau ia sangat sedih atas rencana kepergian sahabatnya itu.


Dita juga tadi sebelumnya sudah membayangkan berbagi tentang masa-masa kehamilan dengan Novia yang juga sedang hamil. Namun dengan pernyataan Dimas ini ia harus ikhlas, ikhlas untuk masa depan Dimas yang lebih baik.

__ADS_1


"Dit, lu kok ngelamun sih?" ujar Dimas sambil melambaikan tangannya di depan wajah Dita. Dita tersentak kaget dan Dimas pamit untuk turun.


"Gue ke lobby dulu ya, nanti kita ngobrol lagi" ucap Dimas terburu-buru sambil melangkahkan kakinya masuk ke lift yang sedang terbuka.


"Eh, iya Dim, iya. Besok gue ke apartemen deh" jawab Dita di sela pintu lift yang sedang proses menutup. Namun ia masih sempat melihat Dimas yang mengacungkan jempolnya pertanda setuju.


Dita langsung teringat dengan tujuan awalnya. Ia segera melangkah menuju ruangan Mas Ryan. Ia tidak sabar untuk berbagi kebahagiaan dengan suaminya.


Bagitu masuk ke ruangan, dilihatnya Mas Ryan sedang bekerja di meja kerjanya. Mas Ryan sedikit terkejut melihat kehadiran Dita yang tak memberitahunya jika akan datang ke kantornya pagi itu.


"Kamu lagi sibuk Mas?" tanya Dita tanpa menjawab pertanyaan Mas Ryan sebelumnya.


"Tidak terlalu, memangnya ada apa sayang?" tanyanya dengan penasaran.


"Ada yang mau aku sampaikan Mas" jawab Dita sambil tersenyum.


"Kita ngobrol di sini atau kamu mau kita cari tempat lain?" tanya Mas Ryan.

__ADS_1


"Di sini saja Mas, tidak apa-apa" jawab Dita sambil berdiri mendekat ke meja Mas Ryan dan merogoh tasnya .


Mas Ryan ikut berdiri di hadapan Dita sambil menunggu istrinya yang sedang merogoh sesuatu dari dalam tas.


Tak lama kemudian Dita terlihat memegang sebuah benda mirip spidol pipih berwarna kombinasi biru muda dan putih kemudian meletakkannya di atas meja.


Mata Mas Ryan tertuju pada benda tersebut kemudian berusaha menebak-nebak benda apa yang sedang berada dihadapannya itu. Tiba-tiba matanya terbelalak begitu ia melihat tulisan 'PREGNANT' yang terpampang pada layar. Barulah ia paham bahwa benda itu merupakan sebuah testpack untuk mendeteksi kehamilan.


"Sayang, kamu hamil???" tanyanya dengan ekspresi senang.


Dita mengangguk sambil tersenyum.


Mas Ryan refleks langsung memeluk Dita sambil mengutarakan rasa bahagianya. Tak terasa air mata Dita kembali menetes, rasa haru dan bahagia kini tengah menyelimuti mereka berdua.


Tak ada lagi tangis penyesalan seperti kehamilan pertamanya dulu. Kini yang ada hanyalah sukacita bagi dirinya, Mas Ryan dan Xander.


Betapa bahagianya Mas Ryan atas kehamilan Dita ini. Sampai-sampai rasanya ia ingin melompat kegirangan saking bahagianya. Ia ingin selalu mendampingi Dita di kehamilannnya kali ini, ia ingin mengejar ketertinggalannya dulu ketika Dita hamil Xander. Ia tak kan lagi melakukan kesalahan seperti waktu lalu. Kehamilan Dita kali ini benar-benar terasa menyempurnakan hidupnya.

__ADS_1


__ADS_2