
Betapa leganya hati Dita dan Mas Ryan begitu mereka bisa melewati cobaan yang lagi-lagi datang ke dalam rumah tangga mereka. Sejauh ini mereka selalu menyelesaikannya dengan baik.
Dita belum juga melepaskan pelukannya. Ia masih memeluk Mas Ryan tanpa kata. Sambil memejamkan mata ia berharap bisa selalu bersama dengan Mas Ryan. Ia ingin selalu mendampingi lelaki yang sedang dalam pelukannya ini hingga akhir hayat mereka nanti. Rasa sayang dan cintanya sudah tak dapat ia ungkapkan lagi.
Sudah terlalu banyak kebaikan dan pengertian Mas Ryan yang luar biasa pada dirinya. Padahal dirinya bukan siapa-siapa, bukan dari kalangan orang berada, bukan anak pejabat ataupun pengusaha kaya raya seperti mantan istrinya, bahkan Mas Ryan pun tak kenal dengan keluarganya. Tapi Mas Ryan tak pernah mempermasalahkan hal itu.
Padahal bisa saja Mas Ryan mencari wanita yang lebih segala-galanya dibandingkan dengan dirinya. Tapi Mas Ryan tidak melakukan itu, dia tetap mencintai Dita. Bahkan sampai mencari keberadaan Dita yang telah menghilang bertahun-tahun lamanya.
Ia selalu diperlakukan dengan manis oleh suaminya. Bukan hanya ketika mereka berpacaran dulu, namun hingga sekarang saat Dita sedang mengandung anak kedua mereka. Kata orang, seiring dengan berjalannya waktu, maka sikap lelaki akan berubah pada wanitanya. Namun lagi-lagi Dita bersyukur karena Mas Ryan tidak pernah berubah hingga saat ini. Dita tak pernah merasa kekurangan kasih sayang dari Mas Ryan.
Bagi Mas Ryan perasaannya untuk Dita memang tulus dan apa adanya. Ia begitu mencintai Dita hingga rela menunggu dan mencari Dita karena rasa cintanya yang sudah tak tergantikan. Ia selalu bisa menjadi dirinya sendiri ketika bersama Dita. Dita memandang dirinya bukan sebagai seorang pengusaha sukses, bukan sebagai lelaki yang kaya raya, bukan hanya memandang status sosialnya semata sehingga Mas Ryan bisa menjadi dirinya sendiri, tidak harus selalu menjaga image.
__ADS_1
Selama ini Ditapun selalu memperlakukannya dengan sangat baik, lemah lembut khas wanita, namun juga bisa tegas dan dewasa saat di butuhkan. Dita juga melayaninya dengan sepenuh hati, mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi Ditalah yang mengurusinya. Hingga hal kecil pun selalu Dita urusi untuk dirinya. Sampai masalah keuangan pun Dita selalu bisa diandalkannya karena ia tak pernah berfoya-foya.
Belum lagi urusan ranjang yang mana sangat penting untuk seorang lelaki. Tak ada yang bisa menggantikan Dita dalam hal itu. Bagaimana ia tidak sebegitu cintanya ia dengan wanita ini.
"Maafkan aku ya Mas, aku masih saja meragukan dirimu" ucap Dita sambil melepaskan pelukannya.
"Itu wajar sayang, aku pun akan melakukan hal itu jika berada di posisimu" jawab Mas Ryan sambil membelai pipi istrinya itu.
Kemudian ditariknya Dagu Dita hingga akhirnya bibir mereka bersatu. Dengan lembut dilumatnya bibir istrinya dengan penuh perasaan.
Dita membalas ciuman tersebut sambil mengalungkan tangannya ke leher Mas Ryan. Di pegangnya kedua rahang suaminya itu seolah tak ingin terlepas. Suara nafas pendek dan berat serta suara berdecap semakin terdengar.
__ADS_1
Karena tak ingin anaknya terbangun karena aksi mereka, Mas Ryan menarik Dita menuju kamar mandi di kamar mereka. Kini mereka tak lagi bisa kabur ke kamar tamu jika ingin berhubungan suami istri, dikarenakan kamar tamu yang kini sudah dihuni oleh Lina, baby sitter Xander.
Dita menutup dan mengunci pintu kamar mandi mereka agar tetap aman. Belum sempat ia berbalik, Mas Ryan sudah menarik dan menyerangnya. Dita cukup paham dengan suaminya yang selalu menggebu-gebu dan sulit untuk melakukan hal itu dengan lembut. Namun Dita sudah terbiasa menghadapinya, baginya itulah yang membuatnya selalu mabuk kepayang dengan permainan panas Mas Ryan.
Disandarkannya Dita ke meja wastafel kemudian diciumnya leher Dita dengan begitu berapi-api. Kemudian ciumannya turun ke dua gundukan kenyal milik Dita dan membuat tanda kepemilikannya di sana. Sambil tangannya melucuti pakaian Dita satu persatu hingga tak tersisa.
Dita yang semakin merasa tak terkendali pun mendorong tubuh Mas Ryan yang sudah tak berbusana untuk duduk di atas closet. Mas Ryan tersenyum puas. Ia sangat suka melihat Dita yang memimpin permainan, terlihat sangat sexy di matanya.
Dinaikinya Mas Ryan yang terduduk di sana sambil merengkuh lehernya kemudian meniupnya dengan lembut hingga Mas Ryan terpejam dan bergidik nikmat. Tangan Mas Ryan sembari meraih kran air dan menyalakannya karena suara desahan mereka sudah mulai memenuhi ruangan kamar mandi, untuk menyamarkan suara agar Xander tidak terbangun.
Keringat terlihat bercucuran dari tubuh keduanya. Hingga akhirnya desahan panjang terdengar dan keduanya tampak saling bersandar dengan nafas yang masih naik turun.
__ADS_1
Namun tak butuh waktu lama bagi Mas Ryan, ia menarik tubuh Dita masuk ke dalam bath up dan menyalakan kran air hangatnya. Dita tahu tak akan cukup sekali bagi suaminya itu, ia memang harus selalu siap untuk kali kedua bahkan ketiga. Oleh karena itu tanpa bantahan ia masuk dan menikmati permainan lanjutan mereka hingga Mas Ryan menyerah.