
Diangkutnya barang-barang yang telah ia kemas tadi malam. Pak Sardi turut membantu mengangkat barang-barang Dita. Para penghuni kost yang lain sedih mengetahui Dita akan pindah. Dita membagi-bagikan barangnya pada teman-temannya di kost sebagai kenang-kenangan. Peralatan dapurnya pun ia tinggalkan agar teman-temannya bisa memakainya. Dita memang terkenal tidak pelit, ia selalu berbagi dengan penghuni kost, mulai dari makanan hingga barang-barang, oleh karena itu mereka sangat senang dengan Dita. Namun kini Dita harus segera pindah, mereka harus berpisah. Dita pun tak lupa memberi alamatnya yang baru agar teman-temannya bisa berkunjung untuk melepas kangen.
Setelah semua barang selesai dimasukkan ke dalam mobil, Dita pun pamit dan berangkat menuju apartemen barunya.
Sesampainya di sana, ia menuju bagian receptionist untuk memberitahu bahwa ia perlu bantuan beberapa orang untuk membawa barangnya. Receptionist pun segera menghubungi bagian lain untuk mengirimkan beberapa pekerja ke parkiran guna membantu Dita. Tak lama kemudian terlihat dua orang pekerja datang dengan menggunakan trolley yang cukup besar, mereka mengangkat barang-barang sesuai aba-aba Dita. Karena barangnya tidak begitu banyak, cukup satu kali angkut saja dengan trolley tersebut. Kemudian mereka pun menuju lift barang dan naik ke lantai 5 menuju unit apartemen Dita.
Setelah semua barang dimasukkan ke dalam, ia pun memulai membereskannya satu persatu. Ia tata sedemikian rupa, ia ingin menata apartemen ini senyaman mungkin. Terkadang terlihat Dita sesekali duduk dan minum. Ternyata membongkar dan menata barang-barang cukup melelahkan baginya. Namun ia senang karena saat ini huniannya lebih nyaman dan luas.
Sekitar pukul 20.00 ketika Dita sedang menyusun sepatunya di rak sepatu terdengar bunyi "tringg" dari pintu depan, kemudian di susul suara seseorang membuka pintu. Bisa dipastikan itu adalah Mas Ryan, karena hanya ia lah yang tahu password pintu apartemen itu selain Dita.
Mas Ryan pun masuk sambil membawa bungkusan yang berisi dua porsi bakmi ayam kesukaan mereka. Ia yakin Dita belum makan karena sibuk pindahan.
Dita senang Mas Ryan datang ketika semua sudah beres. Ia pun segera mencuci tangan dan menyambut Mas Ryan.
__ADS_1
"Bagaimana? Sudah selesai beres-beresnya?", tanya Mas Ryan.
"Sudah Mas, baru saja selesai", jawab Dita sambil bergelayut manja di lengan Mas Ryan.
Mas Ryan pun merangkul tubuhnya menuju ruang TV. Mas Ryan menyalakan TV dan mencari acara tv yang menarik. Dita pun segera menuju dapur untuk menyiapkan makan malam mereka. Ia menuangkan bakmi ayam yang telah dibawa Mas Ryan ke dalam piring. Melihatnya membuat perut Dita semakin keroncongan. Dua gelas air minum pun ia siapkan dan di bawanya ke ruang TV. Mereka makan sambil menonton tv, dan sesekali bercanda.
Dita segera mandi karena sudah seharian berberes membuatnya berkeringat.
"Sayang", panggil Mas Ryan pelan.
"Iya Mas", jawab Dita.
"Senang rasanya bisa berdua denganmu seperti ini, setelah berminggu-minggu aku selalu sibuk dengan pekerjaan", ucap Mas Ryan.
__ADS_1
"Aku juga senang Mas, rasanya nyaman sekali bisa berdua dengan kamu", ucap Dita sambil semakin mengencangkan pelukannya di pinggang Mas Ryan.
"Aku rindu sama kamu mas", lanjutnya.
Mas Ryan pun tidak menyianyiakan kesempatan itu. Di dekapnya erat tubuh Dita, kemudian bibir mereka pun menyatu mesra. Terdengar suara nafas yang semakin menggebu. Mulai terlihat beberapa potong pakaian berserakan di beberapa arah. Diangkatnya tubuh Dita menuju kamar, kemudian ia melanjutkan permainannya. Tak lama berselang terdengar suara-suara pertanda telah dicapainya sebuah rasa yang sepertinya sangat membahagiakan.
Setelah kali ketiga Mas Ryan pun keluar kamar dan menuju dapur untuk mengambil segelas air minum. Kemudian kembali berbaring di samping Dita.
"Kamu akan pulang Mas?", tanya Dita ragu-ragu.
"Aku menginap di sini, aku bawa pakaian di mobil", jawab Mas Ryan sambil membelai rambutnya.
Dita pun tersenyum bahagia.
__ADS_1