Mencintai Suami Wanita Lain

Mencintai Suami Wanita Lain
BAB 92


__ADS_3

"Benar, Bu. Tidak apa-apa Bi Pur dengan senang hati. Benar kata Pak Dimas, ibu dan bapak jalan-jalan dulu saja. Jangan pikirkan masalah yang lain" ucap Bi Pur sambil menuang jus jeruk ke gelas kemudian menyodorkannya pada Xander.


"Tuh kan, gue bilang juga apa. Kalian itu pikirannya cuma kerja kerja kerja, ga punya waktu untuk sekedar santai melepas penat. Lu Dit, ga lama abis lulus langsung kerja, Mas Ryan juga kerja terus bolak balik Balikpapan, tambah lagi juga pas baru bikin usaha property juga sampai lupa pulang saking lembur terus. Ga baik juga untuk program punya anak kalau kalian kurang istirahat, ya kan sayang?" ucap Dimas sambil kemudian melirik ke Novia.


Novia mengangguk menyetujui ucapan suaminya itu, "Abang sama kakak jangan khawatir, nanti aku yang antar jemput Xander ke sekolah, nanti kita menginap disini selama kalian pergi. Kan ada Bi Pur juga, jadi Xander ga akan kesepian", ucapnya sambil mengambil satu buah kentang goreng yang baru di suguhkan Bi Pur.


Dita dan Mas Ryan pun berpandangan.


"Udah dari pada bingung, kita tanya aja langsung ke orangnya ya" ucap Dimas karena melihat Dita dan Mas Ryan yang masih ragu.


"Xander, sini sayang, sini dulu om mau tanya" ucap Dimas sambil melambaikan tangan memanggil Xander yang sedang bermain sepedanya di ruangan TV.


Kemudian Xander pun mendekat ke arahnya, Dimas merangkul Xander kemudian bertanya, "Xander mau ga kalau bobonya sama om dan tante? Nanti kita baca buku cerita. Terus nanti sekolahnya di antar Tante Novia, mainnya sama Bi Pur di rumah, ya? Soalnya mama sama papa mau pergi dulu, tapi nanti balik lagi bawa mainan yang banyak buat Xander, gimana?" tanya Dimas sedang merayu Xander.

__ADS_1


Mata mereka semua tertuju pada anak kecil tersebut. Karena jawaban yang akan keluar dari mulutnya adalah penentu apa yang akan terjadi setelahnya.


"Hmmm, kita bobonya di sini?" tanyanya polos.


"Iya, om sama tante bobo di sini sama Xander juga" jawab Dimas lagi.


"Aku mau, tapi kalau papa sama mama udah pulang aku bobonya sama papa sama mama lagi ya om, kalau papa sama mama udah pulang om sama tante pulang aja" jawab Xander lagi dengan polosnya.


"Tuh anaknya sudah mau, sekarang tinggal cari destinasi kalian, terus berangkat. Anak pintar kayak Xander pasti tidak akan rewel. Nanti kita ajak jalan-jalan biar dia sibuk dan ada kegiatan" ucap Novia sambil mencolek Dita.


Dahi Mas Ryan terlihat berkerut karena berpikir.


...***...

__ADS_1


Dita terlihat sedang ganti baju tidur saat Mas Ryan masuk ke dalam kamar dan duduk di tepi tempat tidur.


"Menurut kamu bagaimana sayang? Kita berangkat bulan madu?" tanya Mas Ryan pada istrinya.


Dita yang baru saja selesai berganti baju pun duduk di samping Mas Ryan. "Kamu yakin tidak apa-apa kalau Xander kita tinggal Mas? Rewel tidak ya kalau kita tidak ada?" ucap Dita yang terlihat bingung.


"Kalau kita tidak coba maka tidak akan tahu. Kalaupun kita jadi berangkat, kita sudah harus siap kapanpun Xander rewel kita harus segera pulang" jawab Mas Ryan memberi solusi.


"Kalau begitu kita jangan pergi terlalu jauh Mas, kalau bisa hanya satu kali penerbangan tanpa transit biar kita agak tenang" jawab Dita menambahi solusi.


Mas Ryan tersenyum dan setuju dengan ucapan istrinya. Maka terpecahkanlah akhirnya kegalauan mereka tentang rencana bulan madu mereka.


Mereka merasa beruntung mempunyai adik adik ipar seperti Dimas dan Novia. Selalu bisa diandalkan.

__ADS_1


__ADS_2