Mencintai Suami Wanita Lain

Mencintai Suami Wanita Lain
BAB 21


__ADS_3

Setelah sarapan mereka pun berbenah barang-barang karena akan check out siang itu. Ketika barang-barangnya sudah beres, Dita pun segera mandi.


Diguyurnya tubuhnya di bawah shower, dinikmatinya segarnya air yang membersihkan tubuhnya. Dibiarkannya air mengalir membasahinya, dipejamkannya matanya. Benar-benar menyegarkan badan dan pikiran.


Suara shower dan gemericik air membuat ia terhanyut dan merasa tenang. Sambil terpejam ia berharap semoga kebahagiaannya dan Mas Ryan selalu seperti ini. Ia hanya menginginkan Mas Ryan selalu disisinya, menemaninya, menenangkannya, dan mencintainya. Cintanya untuk Mas Ryan benar-benar tulus dan mengalir dengan sendirinya.


Dalam hati kecilnya ingin memiliki Mas Ryan seutuhnya, agar setiap hari bisa diurusnya, dimasakkannya, dilayaninya dengan sepenuh hati.


Tiba-tiba Dita kaget bukan kepalang ketika seseorang memeluknya dari belakang. Ditolehkannya kepalanya untuk melihat, ternyata Mas Ryan sudah berada dibelakangnya, dan bisa dipastikan Dita lupa mengunci pintu kamar mandi.


Tanpa sepatah kata pun, mereka melakukannya di bawah derasnya air shower yang hangat. Di antara suara shower yang kencang, terdengar suara desahan keduanya yang memenuhi kamar mandi.


Setelah keduanya selesai berpakaian dan bersiap-siap keluar kamar hotel untuk check out, tiba-tiba ponsel Mas Ryan berdering. Dita yang sedang menyisir rambutnya di dekat Mas Ryan meletakkan ponsel pun melirik ke arah ponsel Mas Ryan, terlihat panggilan masuk dari seseorang bernama Wina.

__ADS_1


Mas Ryan mengambil ponselnya dan mengangkat telepon tersebut. .


Terdengar Mas Ryan sedang menjelaskan tentang letak suatu barang pada lawan bicaranya di sana, tak lama kemudian Mas Ryan terlihat berekspresi kaget, dan tak lama kmudian terdengar Mas Ryan menyebut namanya. Dita yang kaget mendengar namanya disebut-sebut dalam telepon dengan lawan bicara Mas Ryan pun menoleh kebingungan, apakah yang sedang mereka bicarakan sampai menyebut namanya segala. Melihat Dita yang menoleh keheranan, Mas Ryan pun memegang tangan Dita sambil terus berbicara di telepon.


Setelah mengakhiri pembicaraan di telepon, Mas Ryan kembali meletakkan ponselnya. Tanpa Dita bertanya Mas Ryan menjelaskan bahwa yang meneleponnya adalah istrinya. Ia menanyakan letak kunci mobil Mas Ryan karena ingin meminjamnya sebentar.


Mas Ryan pun kemudian berkata, "Istriku sudah tahu hubungan kita".


Dita kaget dan bertanya, "Kok bisa Mas? Terus bagaimana?".


"Terus bagaimana sekarang?", tanya Dita lagi.


"Bagaimana apanya sayang?", tanya Mas Ryan balik.

__ADS_1


"Dia sudah mengetahui tentang kita, aku juga sudah menjelaskan tentang kamu. Yasudah selesai. Terus bagaimana apanya?", jelas Mas Ryan.


"Terus dia tidak marah?", tanya Dita.


Mas Ryan tersenyum dan berkata, "Kenapa harus marah?".


Dita kesal melihat sikap Mas Ryan. Ia cemberut dan berpaling. Padahal ia sudah dengan serius mengkhawatirkan kelanjutan hubungan mereka, tapi Mas Ryan terlihat santai saja.


Mas Ryan yang tahu Dita sedang kesal padanya segera menarik Dita dan memeluknya. Kemudian ia berkata, "Kamu jangan terlalu khawatir, aku sudah melalui ini bertahun-tahun lamanya, aku sudah paham alurnya. Kamu tenang ya, jangan berpikiran yang tidak-tidak. Ingat aku akan terus ada buat kamu".


Dita hanya mengangguk. Sepertinya ia masih belum terbiasa dengan hubungan seperti ini. Baginya cenderung membingungkan, dan terkadang membuatnya tidak tenang. Namun lagi-lagi Mas Ryan lah yang bisa menenangkannya.


Kemudian mereka pun bersiap berangkat ke Bandara karena supir mereka sudah menunggu. Sepanjang jalan menuju Bandara Mas Ryan selalu menggenggam tangan Dita, di pesawat pun begitu. Mas Ryan tahu Dita merasa tidak nyaman pada hubungannya dengan pria beristri sepertinya. Oleh karena itu ia harus berusaha untuk membuat Dita tetap merasa dicintai olehnya.

__ADS_1


Mas Ryan mengantarkan Dita ke gerbang kost nya. Tak sadar Dita meneteskan air mata, ia seperti tak rela berpisah dengan Mas Ryan. Dipeluknya pinggang lelaki itu dengan erat dan berkata, "Aku tidak mau jauh sama kamu, aku mau kita dekat".


"Iya, iya kita tidak akan jauh sayang. Aku masih disini, tidak kemana-mana. Kapanpun kamu menginginkan kita bisa bertemu", ucap Mas Ryan sambil mengelap air mata Dita.


__ADS_2