
Mas Ryan terkejut bukan kepalang karena tiba-tiba ibu dan adiknya sudah berada di depan pintu ruangannya.
"Mama?!, katanya besok baru akan tiba", ucap Mas Ryan yang panik. Dita pun hanya bisa tertunduk dan terdiam ia tidak menyangka akan bertemu pertama kali dalam situasi seperti ini.
"Iya, kami rencananya ingin memberi kejutan, tapi kami yang terkejut melihat kelakuanmu!", ucap ibu Mas Ryan dengan wajah sangar.
"Ma, mama tenang dulu, mama duduk dulu, aku bisa jelaskan semuanya," jawab Mas Ryan sambil membimbing ibunya untuk duduk.
"Tidak perlu!" ucap ibunya.
"Apa kurangnya Wina di mata kamu Ryan? Sampai-sampai tega kamu berselingkuh darinya", lanjut ibu Mas Ryan sambil berteriak.
Novia, adik Mas Ryan terlihat menenangkan sang ibu namun tidak berhasil.
"Ma, aku punya alasan Ma. Tidak mungkin aku melakukan ini begitu saja tanpa alasan. Aku sebenarnya sudah ingin mengungkapkan ini semua, tapi aku menunggu mama dan papa datang," ucap Mas Ryan dengan berapi-api.
Terlihat karyawan Mas Ryan yang sudah grasak grusuk di luar ruangan, mereka menerka nerka apa yang sedang terjadi di dalam.
"Apapun alasannya itu tidak bisa dibenarkan!" ucap ibunya sambil menunjuk batang hidung Mas Ryan.
"Mama tidak akan merestui kamu dengan perempuan itu!" lanjutnya sambil menunjuk ke arah Dita
"Namanya Dita Ma, aku akan menikahi Dita", ucap Mas Ryan dengan berani sambil meraih tangan Dita.
__ADS_1
Ibu Mas Ryan langsung memandang Dita dengan tatapan yang sangat tajam dan sinis kemudian menunjuk ke arahnya, "Kamu wanita macam apa yang mau dengan lelaki yang telah memiliki istri hah? Tidakkah kamu punya harga diri?!"
Ditapun menangis karena takut, hatinya sakit dan nyeri.
"Ma, tolong jangan sebut Dita seperti itu, aku yang memulai semuanya, dia tidak salah apa-apa" ucap Mas Ryan membela Dita.
"Pintar ya kamu membelanya? Sudah bisa kamu membentak ibu mu demi perempuan seperti ini, dia ini tak ubahnya perempuan murahan, tidak tahu malu!" ucapnya penuh amarah.
Dita semakin deras mengucurkan air mata, harga dirinya kian tercabik-cabik.
"Ma, tenang Ma. Sudah Ma, malu di dengar orang. Lebih baik kita bicara baik-baik dari pada harus pakai emosi seperti ini", ucap Novia sambil menarik lengan ibunya agar duduk dan menjauh dari Dita yang terlihat sangat shock.
"Ma, tolong duduk dulu. Mama tenang dulu," ujar Mas Ryan pelan.
"Ma, Wina yang duluan berselingkuh, bukan aku. Aku bertahan selama ini untuk membahagiakan mama dan papa. Agar mama dan papa bahagia. Tapi aku tidak bisa seperti itu terus Ma, aku ingin bahagia. Hingga akhirnya aku bertemu Dita," jelas Mas Ryan.
"Jangan sembarangan kamu ya, Wina itu dari keluarga terpandang dan mempunyai etika. Kami memilihkan jodoh untuk kamu bukan dari orang sembarangan, jelas asal usulnya, telah kami perhatikan sejak kecil bagaimana sikap dan sifat Wina. Dia juga berpendidikan dan mandiri," bantah ibunya.
"Sedangkan kamu, kamu siapa?", tanyanya sambil menunjuk Dita.
"Kamu tidak tahu siapa keluarga kami? Yang masuk dalam keluarga kami adalah orang-orang terpandang, jelas bibit bebet bobotnya. Bukan perebut suami orang seperti kamu" ucapnya dengan sinis.
Dita merasa benar-benar sudah diinjak injak oleh ibu Mas Ryan.
__ADS_1
"Ma, hentikan!", sanggah Mas Ryan.
"Dita sedang mengandung anakku," ucap Mas Ryan dengan tegas.
"Ternyata memang benar kamu perempuan murahan, mau maunya kamu ditiduri suami orang", ujar ibunya dengan suara bergetar menahan amarah.
"Jangan mimpi aku akan merestui kalian. Martabat keluarga itu nomor satu, tidak ada dalam silsilah keluarga kita anak hasil perselingkuhan." lanjutnya.
"Perempuan yang mau ditiduri suami orang seperti ini hanya akan mencoreng nama baik keluarga kita!!", ucapnya sedikit berteriak.
"Bisa saja itu anak hasil hubungannya dengan orang lain, wanita seperti ini jelas hanya mencari materi semata", lanjutnya berapi api.
"Cukup!" teriak Dita sambil berdiri.
Semua terkaget melihat Dita memandang geram semua orang yang ada di situ. Terlihat jelas amarahnya yang tak terbendung.
"Sudah cukup ibu menghinaku, sudah cukup ibu merobek-robek harga diriku. Maaf aku terlahir memang bukan dari kalangan bangsawan yang kaya raya seperti kalian, tapi setidaknya aku tidak serendah yang ibu katakan." ucapnya sambil terisak.
"Anak ini tidak bisa memilih siapa yang akan menjadi orang tuanya, tapi tenang aku tidak akan menuntut pertanggungjawabanmu Mas. Silahkan kamu kembali ke istrimu," ujar Dita sambil menyambar tasnya kemudian pergi.
"Dita, please tunggu dulu Dit" ucap Mas Ryan sambil berusaha meraih tangan Dita. Namun gagal karena Dita dengan cepatnya berlalu dan keluar.
Sontak Mas Ryan ingin mengejar Dita, ibunya berteriak dan menangis, "Kalau kau kejar perempuan itu, maka jangan lagi kau menyebutku sebagai ibumu, dan kalau aku mati jangan pernah kau mengunjungi makamku Ryan."
__ADS_1
Mas Ryan terlihat sangat frustasi tidak tahu manakah yang harus ia pilih. Seketika Mas Ryan meninju dinding ruangannya dengan keras, kemudian menangis sambil membenamkan wajahnya ke arah dinding.