Mencintai Suami Wanita Lain

Mencintai Suami Wanita Lain
BAB 81


__ADS_3

"Boleh aku bantu?" tanya Mas Ryan.


"Tidak usah Mas, aku saja. Sebentar lagi juga selesai" jawab Dita menolak.


"Oh iya, kamu istirahat saja Mas, nanti sore kita jemput Xander" lanjutnya tanpa melihat ke arah Mas Ryan.


Mas Ryan tahu Dita masih dingin padanya sejak pertama mereka bertemu kembali. Ia belum melihat adanya tanda-tanda Dita telah menerima dirinya kembali. Oleh karena itu ia terus berusaha.


Setengah jam berlalu, mereka masih saja betah berselimutkan keheningan. Akhirnya Dita pun selesai dengan buku-bukunya, kemudian menawarkan secangkir cappuccino untuk Mas Ryan.


Ketika Dita selesai meletakkan cangkir yang berisi cappuccino di samping Mas Ryan, Mas Ryan dengan sigap menarik tangan Dita.


Dita yang sedikit terkejut langsung berusaha melepaskannya.


"Dit, please, tell me, what should I do? Apa yang harus aku lakukan agar kamu bisa membuka hatimu lagi" ucap Mas Ryan dengan wajah serius.


Dita duduk dan hanya terdiam.


Mas Ryan mencoba sekali lagi meraih tangan Dita ke dalam genggamannya, lagi-lagi di tariknya dengan paksa.

__ADS_1


"Dit, please. Aku sayang sama kamu" ucapnya lagi untuk meyakinkan Dita.


Bukannya jawaban yang di dapat oleh Mas Ryan, Dita malah menutup wajah dengan kedua tangannya. Tak lama kemudian tedengar suara tangisnya. Kian lama kian lirih, sepertinya ia sedang meluapkan perasaannya.


Mas Ryan berusaha menenangkan Dita, namun tangan nya terus di tepis oleh Dita seolah tak ingin Mas Ryan berada di dekatnya.


"Aku benci sama kamu Mas" ucap Dita di sela isak tangisnya.


"Dit, kamu tenang dulu ya" ia memberi saran agar Dita tenang dan tidak emosi.


Tapi Dita semakin terlihat marah. Di bukanya wajahnya yang ia tutupi karena menangis, di pandangnya wajah Mas Ryan dengan penuh amarah.


"Aku benci sama kamu Mas, kenapa kamu kembali? Kenapa kamu mencari kami? Seharusnya kamu sudah bahagia dengan kehidupanmu tanpa kami" ucapnya berapi-api dan sambil terisak.


"Tidak Mas, aku mau kamu pergi saja! Jangan kembali lagi" ujar Dita yang semakin terlihat Marah.


"Aku tidak mau kami hanya menjadi aib bagimu. Tolong tinggalkan kami Mas, pergi kamu Mas" ucapnya sambil mendorong tubuh Mas Ryan.


Mas Ryan langsung mendekap Dita agar tidak lagi mendorongnya.

__ADS_1


"Tinggalkan aku Mas" ucapnya sambil memukul dada Mas Ryan seperti orang kehilangan kendali.


Emosi dan perasaannya terhadap Mas Ryan ia tumpahkan kini. Ia luapkan dengan marah dan menangis sejadi-jadinya.


"Ditaa, kamu boleh pukul aku sepuasmu kalau itu bisa membuatmu lebih tenang" ucapnya sambil mengambil tangan Dita untuk terus memukulnnya.


Dita pun melepaskan diri dari dekapan Mas Ryan kemudian terduduk di lantai, "Aku benci diriku Mas, aku benci dengan perasaan ini. Perasaan yang sudah berusaha kubuang tapi tidak bisa. Aku benci kenapa aku masih saja mencintaimu" tangisnya kian pecah dan tak terbendung.


Mas Ryan terkejut mendengar ucapan Dita, ternyata Dita telah berusaha melupakannya,


"Sekarang kamu kembali lagi, semua usahaku sia-sia, cinta itu semakin hadir, semakin berusaha ku buang ia semakin tumbuh" tangisnya terdengar menyayat hati.


Mas Ryan turun dan memeluk Dita yang masih terduduk di lantai, "Maafkan aku telah memberimu beban yang berat, tolong jangan buang rasa cintamu, aku mohon. Kini kamu sudah tidak mencintai suami wanita lain, kini cinta kita tidak salah Dit" ucapnya sambil mengelap air mata Dita.


"Aku takut Mas, aku masih di bayangi kejadian saat itu, aku takut akan mengalami hal yang sama lagi" ucapnya dalam pelukan Mas Ryan.


"Aku janji Dit, aku janji kamu tidak akan mengalami hal seperti dulu. Aku akan terus melindungi kalian hingga akhir hayatku" jawab Mas Ryan yang juga menitikkan air mata.


"Aku mencarimu Dit, 4 tahun aku mencarimu. Tidak ada satupun daerah di Indonesia yang luput dari pencarianku selama ini. Ratusan orang sudah kulibatkan untuk menemukanmu. Kamu kira itu untuk apa? Aku lakukan semuanya karena aku cinta sama kamu. Aku cuma mau kamu Dit, aku tidak mau yang lain" ucap Mas Ryan sambil terus meyakinkan Dita.

__ADS_1


"Percayalah padaku Dit, aku mohon. Berjuanglah bersamaku untuk cinta kita" lanjutnya sambil terus memandang wajah Dita.


"Aku mohon jangan nangis lagi Dit" ucapnya sambil menempelkan keningnya dikening Dita.


__ADS_2