
Mira meraih tas dan jaket yang di bawanya, "Mbak, aku pulang duluan, tidak ada yang seru disini".
"Lho, lho, terus aku pulang sama siapa nanti? Kamu jemput aku nanti ya," ucap Bi Pur.
"Naik ojek aja Mbak, aku ada urusan," ucapnya sambil ngeloyor pergi.
"Mir, kan kamu yang janji tiap hari akan mengantar jemputku kerja," teriak Bi Pur.
Namun Mira pun sudah menghilang di balik pintu. Tinggallah Bi Pur yang hanya bisa mengelus dada melihat kelakuan adiknya itu. Memang sejak orang tua mereka tiada, Bi Pur lah yang mengurus Mira dari Mira kecil. Oleh karena itu ia sudah seperti anak bagi Bi Pur. Namun sayangnya perilaku Mira pada Bi Pur seringkali membuat Bi Pur geram.
***
__ADS_1
Terdengar suara pintu apartemen yang terbuka. Ternyata Mas Ryan dan Dita yang pulang, padahal masih pukul 14.00.
Terlihat Mas Ryan masuk sambil membopong Dita. Ternyata Dita merasa perutnya kram, oleh karena itu Mas Ryan segera mengantarkannya pulang.
Begitu masuk ke kamar, lagi-lagi Dita tertegun. Kali ini ia melihat satu tas nya tergeletak di atas tempat tidur. Ia pun langsung memandang Mas Ryan. Mas Ryan mengerti maksud tatapan Dita dan langsung memanggil Bi Pur yang sedang menyetrika.
Tak lama kemudian Bi Pur pun datang ke kamar mereka dengan tergopoh-gopoh. "Iya Pak, Bu," ujarnya.
"Bi Pur ada membereskan kamar saya Bi?" tanya Dita dengan lembut.
"Bukan Bi, bukan begitu maksud saya," ucap Dita.
__ADS_1
"begini Bi, tadi sebelum pergi saya ingat sekali barang-barang di kamar saya ini semua pada tempatnya. Tapi ketika pulang, tas saya ada di tempat tidur. Maaf sebelumnya ya Bi, tapi saya tidak bermaksud apa-apa. Kemarin juga ketika saya pulang, lemari saya agak berantakan. Sekali lagi maaf Bi, saya tidak bermaksud menyinggung," jelas Dita dengan sopan.
Bi Pur langsung melirik Mas Ryan yang sedari tadi menatapnya. Seolah tahu apa yang dimaksud oleh tatapan Mas Ryan tersebut Bi Pur pun segera meminta maaf.
"Maaf Pak Bu, saya mengerti maksud Bapak dan Ibu. Saya benar-benar minta maaf. Saya betul-betul tidak tahu bahwa adik saya sudah lancang masuk ke kamar Bapak dan Ibu. Karena saya kira ia hanya menonton tv ketika saya bekerja, ternyata ia berani masuk ke sini dan mengganggu barang Ibu. Maaf Pak, Bu. Lain kali tidak akan saya ijinkan dia ikut lagi. Tolong maafkan saya Pak, Bu," ucap Bi Pur yang hampir menangis.
"Sudah Bi, tidak apa-apa. Ini kami sampaikan agar lain kali lebih berhati-hati saja" ucap Dita.
"Baik Bu, terima kasih ya Bu, sekali lagi saya minta maaf sekali," ujar Bi Pur lagi.
Kemudian Bi Pur kembali ke belakang sambil menggeram karena kesal dengan Mira yang membuatnya bisa saja di pecat dan kehilangan pekerjaan. Ia juga Malu dengan Mas Ryan dan Dita karena kelakuan adiknya.
__ADS_1
Dita pun segera mengganti baju, kemudian Mas Ryan membantunya untuk berbaring di tempat tidur. "Sayang, sekarang kamu istirahat ya, jangan capek dulu. Kalau perlu sesuatu panggil saja Bi Pur atau aku," ucap Mas Ryan sambil membelai rambut Dita.
"Iya Mas, besok saja kita ke dokternya ya Mas, hari ini aku mau istirahat saja" jawab Dita.