Mencintai Suami Wanita Lain

Mencintai Suami Wanita Lain
BAB 101


__ADS_3

Hari ini Dita lumayan sibuk di kantornya karena mengurus rencana pembangunan perumahan baru yang sudah akan segera masuk dalam tahap pengerjaan awal. Ia harus benar-benar memperhatikan setiap detail berkas yang ada di mejanya agar tidak ada pekerjaan yang salah di lapangan nanti.


Diliriknya jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 16.00. Sekitar setengah jam lagi waktunya pulang. Cepat-cepat diperiksanya berkas yang masih tersisa, kemudian menandatangani berkas yang harus ia tandatangani.


Setelah semua selesai ia langsung keluar ruangannya untuk menunggu Mas Ryan sambil bersantai sejenak. Hari ini Dita ke kantor di antar oleh Mas Ryan. Ia sengaja tak membawa mobil karena setelah selesai bekerja mereka akan menjemput Xander bersama-sama.


Terlihat pintu terbuka, masuklah seorang laki-laki yang langsung menuju front officer. Sepertinya berniat bertanya dan melihat miniatur perumahan mereka.


Front officer tersebut langsung dengan sigap menuntun customernya tersebut pada miniatur yang telah dipajang sambil menjelaskan detail rumah.


Dita yang sedari tadi sibuk dengan ponselnya tak begitu menggubris, namun suara lelaki itu terdengar familiar di telinganya. Ia sontak menoleh karena rasa penasarannya. Kebetulan lelaki itupun menoleh melihatnya. Mereka berdua sama-sama terkejut.


Benar ternyata Dita mengenali laki-laki itu. Ia adalah Riko, mantan kekasihnya sebelum berhubungan dengan Mas Ryan.

__ADS_1


Dita dan Riko langsung bersalaman dan saling bertanya kabar masing-masing karena sudah sangat lama tidak bertemu ataupun berkomunikasi.


"Ada yang bisa aku bantu Ko? Mau cari rumah?" tanya Dita.


"Iya, aku mau cari rumah. Aku tertarik dengan yang ini ni" ujarnya sambil menunjuk sebuah miniatur rumah yang di pajang.


"Oh iya ngomong-ngomong kamu bekerja di sini?" tanya Riko yang mencoba membuka obrolan kembali.


"Kamu sudah menikah?" tanya Riko sedikit kaget.


"Sudah, aku juga sudah punya satu anak" jawabnya lagi dengan jujur.


Ia tak balik menanyakan status Riko, ia tidak mau terlalu mau tahu tentang urusan pribadinya lagi.

__ADS_1


"Kalau rumah yang kamu suka ini, sisa tanah untuk pekarangannya lumayan luas karena terletak di ujung. Terus juga lokasinya sangat strategis" jawab Dita mengalihkan pertanyaan Riko sebelum bertanya lebih lanjut.


Riko terlihat bersemangat mendengar penjelasan Dita. Ia pun meminta beberapa brosur untuk dilihat-lihat. Dan tak lama kemudian mereka keluar. Dita mengantarkan Riko sampai ke mobilnya sambil mengobrol tentang teman-teman kuliah mereka dulu, dan sesekali tertawa lebar mengingat tentang masa kuliah mereka yang dipenuhi kelucuan .Maklum, Riko dan Dita sudah saling mengenal sejak bangku kuliah.


Ternyata Mas Ryan sudah sampai di depan kantor Dita. Ia raba sakunya untuk mengambil ponsel. Dengan pasti ia berniat menelepon Dita agar segera keluar.


Namun di urungkannya setelah melihat Dita yang keluar dari kantornya bersama seorang laki-laki. Dilihatnya mereka mengobrol sambil sesekali tertawa.


Dan kalau itu adalah costumer biasa, tidak biasa nya Dita mengobrol sampai selepas itu kemudian mengantarkan customermya sampai ke mobil.


Seketika perasaan curiga menyelinap di hatinya. Melihat Dita dan lelaki itu mengobrol seakan akrab sekali membuatnya gerah karena terbakar rasa cemburu. Karena selama ini Dita tidak pernah mengenalkan teman laki-laki padanya. Teman laki-laki Dita yang Mas Ryan tahu hanya Dimas.


Dilihatnya dengan detail wajah lelaki yang sedang mengobrol dengan istrinya itu. Hatinya makin berkecamuk karena lelaki itu berwajah sangat tampan dan terlihat muda.

__ADS_1


__ADS_2