Mencintai Suami Wanita Lain

Mencintai Suami Wanita Lain
BAB 107


__ADS_3

Dita yang sudah paham kemana pikiran suaminya itu langsung berkata, "Mas, di sini panas, terus sempit juga. Kita ke dalam saja ya".


Tapi Mas Ryan tak menggubris perkataan istrinya itu. Diciumnya bibir Dita dengan berapi-api, sambil sebelah tangannya menutup pintu yang tadi sudah setengah terbuka oleh Dita.


Dita masih berusaha bernegosiasi agar mereka segera keluar dan menghirup udara segar. Namun lagi-lagi Mas Ryan tak membiarkanya semudah itu. Ia sudah paham jika suaminya berkehendak dan bernafsu, maka akan sulit baginya untuk menghindar dan melarikan diri seperti saat ini. Semua sendinya di kunci erat oleh bobot tubuh Mas Ryan yang hampir dua kali lipat dibanding dirinya.


"Sudah lama aku ingin merasakan sensasinya jika kita melakukannya di mobil" ucap Mas Ryan di tengah ciumannya.


Dita yang tak dapat lagi mencegah keinginan suaminya itu kini pun ikut terbakar nafsu. Dibukanya baju kaos penuh keringat yang dipakai Mas Ryan. Kaos yang sedari tadi menutupi badan kekar milik suaminya, namun kini telah dibukanya dan bisa ia pandangi dengan leluasa.

__ADS_1


Mas Ryan menaikkan daster berbahan katun yang dipakai istrinya malam itu hingga ke atas. Dilucutinya pakaian yang di kenakan Dita satu persatu hingga tak tersisa. Kini istrinya sudah benar-benar tanpa sehelai benang pun di hadapannya. Tubuh Dita yang basah berkeringat karena kepanasan semakin membuatnya gila ingin segera menuntaskan hasratnya.


Dita membiarkan suaminya melakukan apapun yang diinginkannya didalam mobil malam itu. Dipasrahkannya tubuhnya untuk menyenangkan hati Mas Ryan dengan segala fantasinya.


Kursi tengah mobil pun menjadi basah karena keringat yang bercucuran dari keduanya yang semakin bernafsu. Dita memegang gagang pintu dan bagian atas kursi untuk menahan tubuhnya sekaligus tubuh Mas Ryan yang sedang tidak bisa dikendalikan.


Hingga pada akhirnya pegangan itu terlepas karena ada rasa yang sulit dijabarkan sedang menjalar di tubuhnya. Dirasakannya sambil memejamkan kedua matanya. Kemudian ia tergeletak lemas.


"Terima kasih ya sayang. Lain kali kita coba di tempat lain" ucapnya sambil mengedipkan sebelah matanya.

__ADS_1


Dita langsung melotot dan mencubit pinggang suaminya, Mas Ryan mengelak kemudian tertawa.


Dita segera memakai pakaiannya kembali dengan seadanya. Karena sulit baginya memakai semuanya dengan lengkap di tempat yang begitu sempit seperti ini. Mas Ryan pun hanya menggunakan celana pendek yang ia kenakan tadi kemudian menarik istrinya untuk keluar.


Dita sangat lega ketika udara malam yang dingin dan segar menyesapi kulit dan hidungnya. Akhirnya ia keluar juga dari dalam mobil yang panas dan pengap. Ia mendenguskan hidungnya untuk menghilangkan aroma pengap yang masih hinggap di hidungnya.


Mas Ryan tersenyum melihat tingkah istrinya itu kemudian merangkulnya masuk ke dalam rumah mereka.


Dita melangkahkan kaki menuju kamar, ia ingin segera bersih-bersih ke kamar mandi. Namun langkahnya lagi-lagi dicegah oleh Mas Ryan. Mas Ryan menarik tangannya hingga pintu kamar tamu kemudian tersenyum seakan meminta persetujuan pada istrinya itu.

__ADS_1


Dita melotot tak menyangka suaminya masih ingin melanjutkan aksinya, ternyata tak semudah itu Mas Ryan merasa cukup untuk malam itu.


Dita tersenyum sebagai persetujuan atas keinginan suaminya. Mas Ryan langsung sumringah dan menarik istrinya ke kamar tamu untuk kembali merajut cinta dan keinginan liarnya.


__ADS_2